
Dalam perjalanan pulang Rama berusaha untuk mengubah suasana yang hening,
"Aishe” ucap Rama
“Iya, kenapa ?” jawab Aishe bingung dengan sikap Rama yang lembut
“Thanks” ucap Rama
“Thanks untk ?” balas Aishe
“Untuk malamm ini” jawab Rama
“Aku nggak ngerti” balas Aishe masih bingung
“Untuk membuat Papa dan Mama terus tertawa” jawab Rama
“Nggak usah makasih juga kali, mereka itu Papa dan Mama aku juga” balas Aishe
“Okey, Hmmm how's your day ?” ucap Rama dengan senyum
Aishe yang mendapati Rama tersenyum pada nya kembali pada mode ceria dan melupakan kekesalan yang tersimpan di hati nya, Aishe kembali dengan celoteh nya menceritakan kegiatan Aishe dirumah hari ini secara mendetail, membuat Rama sangat bahagia.
Baim, Ema dan Cika telah tiba di Airport dan mereka berencana untuk memberi surprise untuk Aishe esok hari nya sedangkan di tempat lain Tasya tengah frustasi dengan sikap Rama yang sudah tidak peduli dengan nya, “Kenapa Rama tidak pernha membalas pesanku lagi, tidak mengangkat telfon, apakah dia sudah terhipnotis dengan si culun itu” gerutu Tasya
...****************...
Pagi menjelang, Ema, Cika dan Baim, bersama untuk datang berkunjung ke rumah Aishe tanpa memberi kabar, aktifitas pagi Aishe menyiapkan keperluan Rama sudah selesai, Rama yang dalam balutan jas kantor, mendengar ada yang sedang menekan bel rumah mereka, "Siapa yang bertamu pagi - pagi" bisik Rama, sedangkan Aishe segera memakai hijabnya dan berlari membuka pintu,
“Assalamualaikum...” teriak Ema, Cika dan Baik bersamaan, membuat suasana Rumah menjadi riuh.
“Waalaikumsalam, aaaaaa kaliannnnn” teriak Aishe
Ema dan cika, memeluk Aishe dengan sangat gembira, layaknya anak sekolahan yang baru bertemu sejak lama, sikap kekanak kanakan Aishe muncul kembali, sedangkan Baim dengan guyonannya “Assalamualaikum, Princess Sarden”, “Waalaikumsalam tuan telur rebus” dan mereka tertawa senang.
Rama mendengar nya berusaha mengecek apa yang terjadi di lantai bawah, Rama mengecek CCTV dan mendengar segala nya, “Baim putra?? dia yang chatingan dengan istriku rupanya” ucap Rama dengan senyum sinis nya, kemudian Rama mengganti pakian kantor dengan baju casual rumahan, Rama berjalan menuruni tangga dengan memanggil Aishe “Sayang, kamu di mana?” ucap Rama.
__ADS_1
Aishe yang mendengar Rama memanggil nya tidak percaya, mereka berempat terdiam dengan pikiran masing- masing, terutama Aishe yang kaget mendengar Rama memamnggil nya "sayang" dengan lembut, mereka ber empat melihat Rama berjalan menuruni tangga dengan penampilan yang berbeda di pagi hari untuk Aishe, Rama tampa mengenakan Jas kantor melainkan pakaian casual, sedangkan Ema dan Cika tidak percaya apa yang dilihat nya seorang pria tampan tapi sudah menjadi suami sahabatnya sendiri yaitu Aishe, sikap Rama sangat ramah, sopan dan layak nya lelaki normal pada umum nya, itu pemikiran Ema, Cika dan Baim, sedangkan untuk Aishe itu terlihat sangattttt aneh.
“Hey, kalian siapa? Teman nya aishe ya ? perkenalkan saya suami nya Rama” ucap Rama dan merangkul Aishe
Aishe dengan ekspresi menganga tidak percaya, mendapat sentuhan di pundak tersadar, “Oh iya, perkenalkan ini suami ku dan mereka ini sahabatku saat di UK, Ema, Cika dan Baim”. ucap Aishe masih dengan mode bingung "Ya Allah, Rama kenapa, kesurupan ?? atau besok udah mau kiamat ya ? jangan dulu dong please". batin Aishe
Mereka saling memperkenalkan diri dan berjabat tangan, sedangkan saat Rama menjabat tangan Baim ada sedikit penekanan disana tapi mereka saling tersenyum, sedangkan Baim sadar ada yang aneh dari sikap suami Aishe juga merasa tertantang dengan apa yang Rama mainkan.
“Silahkan duduk” ucap Rama
Mereka semua duduk dan tak lama handphone Rama berdering
“Permisi, saya angkat telfon dulu” ucap Rama
“Ohh iya sialhkan,” balas Ema dan Cika, sedangkan Baim hanya tersenyum
“Halo, kenapa Sinta?” tanya Rama
“Tuan jadwal anda pagi ini rapat dengan beberapa klien dan anda sudah di tunggu diruang rapat” ucap Sinta
“Tapi Tuan....” timpal Sinta
Rama sudah mematikan handphone nya, sedangkan Sinta sudah di landa cemas karena ulah bos nya yang seenaknya mengcancel semua jadwal dengan para klien penting, tapi Sinta tetap melaksanakan tugasnya walau dia yang mendapat imbas dari kemarahan klien yang tengah menunggu.
"Eh Aishe, kamu dapat suami kaya gitu gimanaa, ajarin dong..." tanya Ema
"Kami di jodohkan" balas Aishe
"beruntung banget di jodohin dapat kaya gitu, aku juga mau dong..." balas Ema
"Emang dia kenapa ?? tanya Aishe penasaran
"Ihh udah ganteng, brewok tipis seksi, tajir melintir, baik lagi.. perfect deh pokoknya" jelas Ema
"Hahaha biasa aja," balas Aishe "Kelakuan aslinya lu nggak tau gimana galaknya dia" batin Aishe.
__ADS_1
Rama mendengar aishe sedanga bergurau dengan teman – temannya kembali memotong pembicaraan mereka,
“Kalian sarapan di sini saja, aku sudah menyediakan beberapa pelayan untuk menyiapkan nya” ucap Rama
“Ehh tidak usah repot – repot” balas Ema
“Tidak masalah” timpal Rama
“Aishe bukankah kamu janji akan masak udang manis pedas ?” ucap Baim
“Ohh iya, aku lupa, tunggu aku akan masak untuk kalian, sesuai request” balas Aishe.
Sedangkan Rama membatin “Sial, berani skali dia memerintah istriku, memasak untuknya ? mimpi !”.
“Sorry, akhir - akhir ini Aishe mudah cape karena melayaniku, jadi dia tidak boleh menyentuh peralatan dapur misalnya, nanti pelayan yang akan membuatkan nya untukmu” ucap Rama dengan kembali merangkul Aishe.
Aishe yang mendengar ucapan rama tidak percaya dengan sikap Rama, untuk pertama kalinya Aishe mendengar Rama mengucapkan kalimat menjadi paragraf, sedangkan Ema dan Cika senyum – senyum sendiri mendengar ucapan Rama yang membuat mereka sudah berpikir mesum, sedangkan Baim merasa hatinya teriris mendengar Rama menjelaskan secara tidak lansung Aishe adalah miliknya sepenuhnya.
“Oy, kalian honeymoon dimana ?” tanya Ema
“Kami belum honeymoon” jawab Aishe
“Seriously ? kenapa ?” tanya Cika
“Aku sibuk di kantor, tapi akan aku usahakan, iyakan sayang ?” ucap Rama dengan kembali tersenyum ke pada Aishe, “Ya ampun apakah Rama sudah gila? Atau dia Salah minum vitamin ?” batin Aishe
“Aishe sejak kembali dari UK, sudah travel kemana saja ?” tanya Baim
“Maksudnya travel ?” sanggah Rama
“Iyaa, Aishe tuh suka jalan Ram,” jwab Baim
“Ohh I see, nanti akan aku pikir kan, dan apa lagi yang di sukai Aishe ?” jawab Rama dengan datar.
Baim menjelaskan semua kebiasaan Aishe dan semua kesukaan Aishe, Aishe merasa ada yang aneh dengan ekspresi Rama dan akhirnya Aishe mengajak semuanya makan bersama. Setelah Baim, Ema dan Cika berpamitan, Rama kembali dengan mode datar nya, Rama menarik tangan Aishe untuk duduk di sofa, Aishe kaget dengan perlakuan Rama, “Suamiku kamu mau minum jus ?” tanya Aishe dengan cengengesan.
__ADS_1