
Selamat membaca 😗.
" Mas aku pulang dulu ya Alfan tadi aku tinggalin di saat ia tidur, tapi bi Inem tetap ada jaga jaga di kamar Alfan kalau ia terbangun." ucap Naisya Sambil menyisir rambutnya yang masih basah.
Adit beranjak dari kursi kebesaran nya ingin bersiap siap pulang.
"Mas mau kemana ?. " Tanya Naisya.
" Ayok kita pulang, " sahut Adit.
" Etsss pekerjaan mas baru beberapa jam mas di sini masa mau pulang aja, karyawan lain belum pada pulang mas ini masih lama juga, " balas Naisya menahan suaminya.
" Terserah mas dong sayang, kan ada Alex yang bisa menghandle urusan perusahaan, lagian hari ini nggak ada jadwal meeting. " jelas Adit.
" Tapi mas nggak enak kali ah pulang cepet banget. " ucap Naisya lagi.
" Mas mau tiduran di rumah, istirahat sepuasnya, " ucap Adit.
__ADS_1
" Tuh kan di saat aku mau pulang dia mau ikut, pasti dia minta lagi di saat di rumah. " gumam Naisya.
Adit yang mendengar gumaman Naisya pun terkekeh kecil.
" Itu pasti sayang mas akan memintanya terus, dari pada memintanya sama wanita lain gimana?. " Goda Adit.
" Awas aja kamu mas sampai berani melakukan sama wanita lain, nggak bakalan aku kasih jatah lagi kamu mas, aku pergi bawa Alfan sekalian. " Ancam Naisya.
Adit yang mendengar ancaman dari Naisya bergidik ngeri.
" Mana mungkin mas melakukannya dengan wanita lain tidak enak, lebih enak dengan kamu di bandingkan wanita lain. " ucap Adit.
" Ohhh...... jadi kamu pernah sama wanita lain mas jadi kamu tahu rasanya enak atau enggaknya. " tukas Naisya dengan tatapan tajam melebihi pisau.
" Huh salah lagi, " Adit menghembuskan nafas nya dengan kasar.
" Bukan begitu sayang, Mas hanya menginginkan kamu bukan wanita lain hanya kamu yang memberikan hasil puas untuk mas bahkan kamu jadi jagonya urusan ranjang. " ucap Adit.
__ADS_1
Adit memegang kedua bahu Naisya.
" Mas hanya mencintai kamu sayang, Cinta mas tidak bisa tergoyahkan oleh wanita manapun. Hanya nama kamu sayang yang terukir di lubuk hati yang paling dalam, jadi mas mohon pasti kedepannya ada masalah jadi mas harap kamu percaya sama mas, mas tidak bakalan berpindah ke lain hati percayalah. " ucap Adit meletakkan telapak tangan Istrinya ke dada nya.
" Aku percaya sama kamu mas, maaf tadi aku kesini gara gara Aku tahu Diana menyukai kamu mas aku takut dia mengambil kamu dari aku, Aku takut mas dia berbuat lebih jauh lagi ingin merusak rumah tangga kita" ucap Naisya lirih.
" Itu tidak akan terjadi sayang, mas akan menyingkirkan nya lebih dulu supaya dia tidak berbuat macam macam, " ucap Adit langsung memeluk erat tubuh Naisya.
Naisya berada di dekapan suaminya merasa nyaman, menyandarkan kepalanya di dada bidang Adit.
Adit dan Naisya keluar dari ruangan Presdir selesai melakukan aktivitas nya, keduanya keluar dengan rambut basah para karyawan menatap sekilas Presdir dan nyonya walaupun pertanyaan demi pertanyaan memaksa untuk bertanya tapi di urungkan mana berani ia bertanya.
Diana yang melihat perasaan marah kembali melunjak berusaha ia menahan sampai wajah nya memerah yang di penuhi amarah.
" Pasti mereka melakukannya di sini, huh kesal nya aku, tunggu pembalasan ku nanti. " batin Diana.
**Terimakasih 🥰
__ADS_1
Jangan lupa vote dan komen ya**.