Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 122


__ADS_3

Selamat membaca 😗.


Mertuanya beserta Alex pulang kerumahnya masing-masing,


Jam menunjukkan pukul 07.00 malam.


Naisya mengambil handuk dan sebuah baskom kecil yang berisi air hangat, ia melap wajah suaminya dan di pastikan sangat bersih, handuk itu beralih ke leher suaminya menggosok dengan pelan, setelah itu berpindah kebagian tubuh lain nya.


ia begitu telaten Naisya lakukan semuanya, tidak lupa a mengajak suaminya mengobrol berharap suaminya mendengarkan.


" Suamiku sayang, sepertinya anak kita Alfan membiarkan mommy nya mengurus bayi besar dulu. " ucap Naisya terkekeh.


" Sayang, kamu ingat tidak waktu kita kecil pertama kali di pertemukan dan di perkenalkan oleh orang tua kita, pertama kali di perkenalkan kamu itu orang nya dingin banget seperti kaya es batu tapi lama kelamaan kamu itu baik, aku tidak menyangka kamu itu mas jadi suamiku dan sekarang menjadi Daddy dari buah cinta kita, " ucap Naisya.


" mas kamu lagi kecil itu tampan loh bikin aku terpesona dengan ketampanan kamu itu tapi sayangnya beberapa tahun yang lalu kamu sudah pacaran sama Clara." Ucap nya lagi.

__ADS_1


" hahaha tapi sayang ya pacaran bertahun tahun tapi jodoh nya sama aku, benar juga kata pepatah kalau jodoh nggak akan kemana mana, " Naisya tersenyum kecil.


Ia mengambil pelembab dan mengoleskan ke seluruh tubuh suaminya setelah itu, ia mengganti pakaian yang sudah di bawakan nya dari rumah, lalu memakaikan dengan hati hati, suaminya terlihat lebih segar dari sebelumnya membuat senyum tak henti mengembang di bibir yang berwana merah muda siapa lagi kalau bukan Naisya.


" Sayang, lihatlah kau begitu tampan, aku harus menjagamu dengan sebaik mungkin kalau tidak ingin tergoda sama wanita lain termasuk sekertaris itu, aku kesal mas dia kesini bahwa dia rindu sama kamu mulutnya itu nggak punya filter apa enteng banget dia bilang rindu sama kamu," ia mendengus pelan.


" aku sangat beruntung memiliki Suami tampan seperti kamu mas, " ucap nya sambil mencubit hidung mancung milik Adit.


setelah itu ia beranjak dari tempat duduknya berjalan ke arah kamar mandi, menyimpan semua peralatan itu kembali di kamar mandi.


Naisya pun mengambil benda pipih berbentuk persegi panjang lalu memanggil panggilan video.


Telp terhubung.


" Ma Alfan sudah tidur ya?. " tanya nya kepada nyonya Wulan.

__ADS_1


" Iya nak baru saja dia tidur, tuh lihat. " balas Nyonya Wulan mengarah handphone nya ke arah ranjang bayi dan terlihat Alfan yang tertidur.


" Syukurlah kalau Alfan sudah tertidur, ma kayanya Naisya nggak pulang aku nungguin mas Adit aja di sini, aku nggak tega ninggalin mas Adit sendirian walaupun ada perawat yang jagain, " ucap Naisya.


" Ya sudah nak tidak apa apa biar mama yang menjaga cucu mama di sini, " sahut Nyonya Wulan tersenyum.


" Ya udah Naisya tutup dulu telpon nya, Assalamualaikum, " ucap nya.


" Waalaikumsalam nak, " jawab Nyonya Wulan.


telp berakhir.


Setelah meakhiri telponnya ia menyandarkan tubuhnya di sofa panjang yang tidak jauh dari ranjang suaminya, tidak berapa lama Naisya terlelap dalam tidurnya.


Terimakasih para reders 😗.

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komen ya supaya author makin semangat ngelanjutin ceritanya 🥰 salam hangat semuanya, janhn lupa mampir ke cerita aku yang satunya ya.


__ADS_2