
Salam hangat ❤️.
Acara demi acara sudah di lewati para tamu undangan sudah mulai membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing.
Hanya tersisa kerabat dekat Rani, Alex.
" Ma, Naisya minta tolong Titip Alfan malam ini boleh nggak? " ucap Naisya.
" Boleh dong sayang, " ucap Nyonya Wulan mengambil alih Alfan dari pangkuan Naisya.
" ekhemmm Ada yang mau bulan madu lagi nih, nggak mau kalah juga ternyata sama pengantin baru. " Ucap Nyonya Dewi tersenyum sumringah.
" Kak Adit iri ma, sama kami yang ingin Honeymoon. " ucap Alex santai.
" Kata Alfan dia minta mau bikin kan Dede bayi iya kan sayang. " ucap Adit tersenyum nakal.
" Bagus juga, Silahkan kami mendukung kamu nak. " ucap Nyonya Wulan, Dewi serentak.
" Astaga mas, Nggak malu apa bilang kek gitu sama orang tua kita. " Ucap Naisya merapatkan giginya sambil mencubit pinggang Adit.
__ADS_1
" Tidak usah malu, itu hal biasa. " sahut Nyonya Dewi.
Naisya menggeleng gelengkan kepalanya, omongan suaminya yang tidak merasa malu kalau mengatakannya apalagi di depan orang tua.
Malam hari.....
Kamar pengantin baru, Rani mendudukkan tubuhnya di kasur yang masih menggunakan gaun pengantin, ia merasa canggung ia tidak bergeming dari tempat duduknya.
" Sayang, kenapa diam ayo mandi apa kamu tidak merasa panas menggunakan baju itu terlalu lama. " Ucap Alex Membuka kemejanya dan tampak jelas tubuh atletis perutnya seperti roti sobek.
Rani, yang melihat merasa kagum dengan tubuh atletis suaminya itu tapi tiba tiba pipi nya merah merona dengan cepat ia menutup mata nya pakai telapak tangannya. ia merasa malu melihat suaminya yang bertelanjang dada.
" Kenapa wajah kamu di tutup, apa kamu malu melihat tubuh suami mu ini. " Ucap Alex sembari duduk di samping istrinya.
" Jangan malu sayang, aku sudah menjadi suami mu. " ucap Alex memegang telapak tangan Rani dan benar saja wajah Rani memerah akibat merasa malu padahal melihat tubuh suaminya, bagaimana kalau tubuhnya di perlihatkan apa menjadi tomat merah nya wk.
" Kamu, apa mas yang mandi?. " Tanya Alex.
" Aku aja mas, aku merasa gerah. " Ucap Rani sambil membuka resleting baju yang ada di punggungnya tapi tidak sampai di jangkau nya.
__ADS_1
" Sini biar mas yang membantumu. " Ucap Alex lalu membuka resleting gaun dan terpampang jelas tubuh mulus Rani dari leher yang putih sampai pinggangnya. Alex menelan Saliva nya.
Tiba tiba Tongkat Alex yang ada di bawah sana meronta-ronta ingin masuk ke sarangnya.
Astaga, Kenapa cepat sekali kamu minta masuk ke sarang bukan waktunya tunggulah beberapa jam lagi. Batin Alex berusaha menahan hasratnya.
Rani langsung menuju ke kamar mandi, Sedangkan Alex terus menatap punggung istrinya sampai hilang dari pandangan nya beberapa kali ia menahan Salivanya.
Di Kamar Lain.
" Mas, sebaiknya kita malam ini patroli di kamar Alex. " Ucap Naisya.
" Oke mas setuju sayang, kita ganggu dia biar Alex tidak bisa mencetak gol malam ini. " balas Adit tersenyum smirk.
" Hahahah pasti Alex akan berusaha menahan hasratnya, biarlah kita kerjain supaya lebih asik aja. " ucap Naisya.
" Tapi bagaimana kita masuk ke dalam kamar mereka?. " Tanya Adit.
" Ini, Lihatlah istrimu ini yang bijak. " ucap Naisya memperlihatkan satu kunci sirep ke Adit.
__ADS_1
Rencana patroli seperti apa yang di lakukan Adit, dan Naisya penasaran simak kelanjutannya 🥰
Terimakasih ❤️