
selamat membaca ๐.
" Tuan saya tidak menyangka bahwa tuan meninggalkan istri dan anak tuan, mereka begitu menyedihkan, saya juga merasa kehilangan anda Tuan, " Batin nya dalam hati.
" Tuan, Saya akan menjaga Nyonya muda dan anak tuan dan nyonya, " batin nya juga sakit melihat tuan muda yang ia anggap saudaranya sendiri malah kini meninggalkan nya dengan penuh banyak kenangan.
" Mas Adit..... " Teriak Naisya histeris langsung terbangun dari tidurnya.
Anaknya yang sedang tertidur mendengar teriakkan mommy nya langsung menangis.
"Astaga, Sayang maafin mommy mengejutkan kamu nak, " ucap Naisya langsung mendekap erat tubuh anaknya.
" semoga aja itu hanya mimpi aku tidak ingin mas Adit meninggalkan aku, aku tidak sanggup mas, "Batin nya sungguh sakit.
Naisya melihat jam di dinding pukul 06.00 Ia keluar dari kamar nya dengan langkah tergesa gesa hatinya merasa tidak tenang ia menyusul ke kamar nyonya untuk menemui Nyonya Wulan.
Nyonya Wulan yang ingin Naik ke tangga berpapasan dengan Naisya yang sedang menuruni anak tangga.
" Pelan pelan sayang, kamu kenapa nak kok wajah kamu gugup seperti itu. " tanya Nyonya Wulan Sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Ma, Aku mau mandi dulu setelah itu ke rumah sakit." Ucap Naisya menyerahkan anaknya ke pangkuan Nyonya Wulan.
" Ada apa sayang wajah kamu semakin kelihatan khawatir, " sahut Tuan Herman.
Naisya yang ingin menaiki tangga lalu membalikkan tubuhnya ke arah Tuan Herman.
" Hiks hiks, " Naisya kembali terisak.
" kamu kenapa sayang cerita, " Tuan Herman dan Nyonya Wulan penasaran.
" aku mimpi mas Adit meninggalkan kita ma, " ucap Naisya berderai air mata.
๐บ๐บ๐บ
Sesampainya di rumah Sakit ia melihat mertuanya yang duduk di depan ruangan ICU.
" Mama papa istirahat biar aku yang jaga mas Adit ma, " ucap Naisya yang mencium tangan kedua mertuanya.
" baiklah nak mama dan papa akan kesini sore nanti nak, "ucap Nyonya Dewi dan Tuan Indrawan pamit.
__ADS_1
Naisya masuk kedalam ruangan ia berjalan mendekati tempat suaminya yang sedang terbaring di ranjang.
ia mendudukkan tubuhnya di tempat duduk di samping tempat tidur, Ia menatap dan mengusap lembut pipi suaminya itu, wajah nya terlihat begitu pucat ia tidak bisa menahan air matanya.
Ia sungguh sangat bersyukur masih bisa menyentuh suaminya ia teringat mimpi yang baru saja di alaminya membuat hatinya terenyuh sakit, ia menatap suaminya dengan tatapan sendu.
ia mendekatkan bibirnya ke telinga Suaminya.
" mas bangun lah, apakah kamu tidak merindukan aku dan Anak kita mas, " Ucap Naisya lirih berusaha tersenyum.
" Suamiku cepatlah bangun, mas kan sudah berjanji tidak Pernah meninggalkan kami mas, " ucap nya lagi sambil meneteskan air matanya.
" Mas jangan terlalu lama tidurnya, apa kamu tidak ingin mencicipi tubuhku ini, aku merindukan suara mu sayang. " ucap Naisya menggoda suaminya supaya suaminya bangun dari komanya.
" Aku merindukanmu mas sudah tiga hari kamu tidak bangun bangun, cepatlah bangun mas, " ucap Naisya menggenggam erat tangan Suaminya.
Alex yang baru datang ia melihat Tuan mudanya yang masih terbaring dan Nyonya muda nya yang di samping Tuan itu, ia hanya melihat dari luar tidak ingin menganggu.
Terimakasih para reders ๐.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan komen yaa supaya author makin semangat ngelanjutin ceritanya ๐ฅฐ