
Selamat membaca.
Di perusahaan Pratama Group banyak karyawan yang berlalu lalang masuk dan ada juga mengantri di depan lift.
Adit dan Alex Sudah memasuki perusahaan menuju lift Presdir sesampainya di ruangan Presdir Adit menduduki kursi kebesaran nya.
Alex menerima telpon dari pihak HRD Setelah itu menutup telponnya.
" Tuan Sekertaris baru sudah di terima di sini " ucap Alex.
" Suruh dia masuk memperkenalkan dirinya " balas Adit yang fokus dengan Laptopnya.
Sekertaris baru itu yang bernama Diana dia bersyukur di terima di perusahaan ini apalagi Presdir yang tampan tentu saja menjadi incarannya apalagi kan sebagai Presdir sungguh banyak kekayaan nya.
Sebelum masuk ke ruangan Presdir Diana membuka salah satu kancing kemejanya dan rok nya yang sangat pendek dan sangat kentat memang di akui bentuk tubuhnya seperti gitar spanyol Ia mengikat rambutnya dan sangat terlihat sekali leher jenjang yang bersih dan putih dan memakai highells yang tinggi merasa sudah siap Diana mengetuk pintu ruangan Presdir.
Tok tok.
" Masuk " Ucap Adit dari dalam.
Diana masuk berjalan berlenggak lenggok seperti model.
__ADS_1
Adit menatap tajam ke arah Alex, Alex yang paham maksud tuan mudanya itu.
" Astaga kenapa Bu Dila memilih sekertaris seperti ini " Gumam Alex dalam hati, Sambil memandangi sekertaris baru dengan tatapan mengintimidasi.
" Perkenalkan indentitas kamu " ucap Adit dingin menatap ke sembarang arah.
" Nama saya Diana Saya lulusan di universitas X Dan saya sudah banyak pengalaman bekerja di perusahaan di bidang apa pun " Ucap Diana Tersenyum nakal.
Diana mendekati meja Adit dan sedikit membukukan badan nya tentu saja buah dada terpampang jelas.
" Kamu mau ngapain " Tanya Adit dan ia merasa risih melihat pemandangan yang di depannya.
" Saya hanya merapihkan dokumen yang di meja bapak berantakan " Ucap Diana ramah.
" Tapi pak " ucap Diana ingin berlama-lama di dalam ruangan Presdir.
" Baik pak " Ucap Diana bergegas keluar ruangan Presdir.
Di saat Diana keluar dari ruangan Presdir karyawan yang melihatnya merasa risih dengan baju yang tidak sepantasnya tidak seperti karyawan yang lainya menggunakan rok sampai lutut tapi Diana memakai nya di atas lutut bahkan jauh lebih kentat dari yang lain.
" Ganjen banget tuh wanita itu " Ucap Adit.
__ADS_1
" Minta Alasan kepada ibu Dila kenapa dia menerima sekertaris seperti itu " Ucap Adit lagi.
" saya permisi dulu Tuan " Ucap Alex Menuju ruangan nya.
Alex menelpon penanggung jawab pihak HRD yang tak lain adalah Bu Dila.
Alex orang terpenting nomor 2 di perusahaan Pratama Group.
Tidak berapa lama Bu Dila pihak HRD pun masuk kedalam ruangan Alex dengan wajah yang pucat dia sudah menduga siapa yang masuk ke dalam ruangan ya pasti melakukan kesalahan.
" Masuk " Ucap Alex tegas.
" Ada yang bisa saya bantu Pa Alex " Ucap Bu Dila menunduk.
" beri alasan kenapa Anda menerima sekertaris seperti itu " ucap Alex dingin.
" Seperti itu gimana " Gumam Bu Dila bingung dengan ucapan Tuan Alex.
" Maksudnya " Tanya Bu Dila.
" Jangan sampai saya mengulang kembali kata kata saya " ucap Alex.
__ADS_1
Apakah Ada aroma aroma pelakor?
Terimakasih banyak atas kalian yang sudah mengunjungi Cerita aku dan jangan lupa vote dan komen yaa Supaya author makin semangat ngelanjutin ceritanya.