
Selamat membaca 😗.
Di perusahaan.
Alex memasuki perusahaan hanya seorang diri biasanya selalu ada Tuan mudanya, karyawan sudah mengetahui kalau Presdir perusahaan mengalami kecelakaan.
tapi Diana tidak mengetahui kalau Presdir nya kecelakaan beberapa hari yang lalu ia keluar negeri menjenguk orang tuanya. Diana yang melihat Alex seorang diri celingak-celinguk mencari sang Presdir tiba tiba ada yang menepuk pundak nya di belakang.
" Diana ngapain Lo celingak-celinguk gitu, " ucap Amel.
" eh ngagetin aja Lo Mel." ucap Diana gelagapan.
" Eh itu gue mau nanya kemana presdir kita, kok hanya tuan Alex datang sendiri. " Tanya Diana.
" lah Lo nggak tau apa Presdir kita kecelakaan satu Minggu yang lalu, " balas Amel.
Diana sontak terkejut mulutnya ternganga mendengar penjelasan Amel.
" Hah yang bener aja Lo mel, jangan boong deh, " Sahut Diana tidak percaya.
" Ngapain juga gue boong kalo gue berani mengada Ngada bakalan di tendang gue dari perusahaan ini. Lo kan sekertaris Presdir masa ngga tau, " Celetuk Amel.
" Kan gue ke kerumah orang tua gue mana gue tau, kalau pun gue tahu bakalan langsung balik kesini gue, " ucap Diana.
Alex menghampiri Diana dan Amel.
__ADS_1
Ehemmm deheman Alex, tapi Diana dan Amel tidak menghiraukan.
Ehemmm dengan suara tinggi, Amel dan Diana sontak menoleh ke arah suara.
" eh tuan Alex, " Ucap Diana dan Amel serentak dengan senyuman.
" Di sini kerja bukan ngerumpi, " Ucap Alex datar lalu meninggalkan kedua orang itu.
" Ya udah lanjut kerja lagi, " ucap Diana lalu menuju meja kerjanya.
Diana yang melakukan pekerjaan tidak fokus ia terus memikirkan tuan Presdir nya.
" Apa aku jenguk aja ya tuan Adit, " gumam nya sambil mengetuk bolpoin.
" Baiklah aku akan menjenguknya malam ini, Aku udah kangen banget, " batin nya dalam hati sambil membayangkan wajah Adit.
Diana Ke rumah sakit lalu menuju keruangan yang sudah di beritahukan perawat ia pun berjalan berlenggak lenggok.
Ini gaes visual Diana.
Diana berjalan sambil membawa tentengan buah buahan ia melihat dua seseorang paruh baya yang tidak lain adalah orangtuanya Adit.
Diana menghampiri kedua sosok paruh baya.
__ADS_1
" Maaf, apakah ini benar ruangan Tuan Adit di rawat, " Tanya Diana.
" Iya di sini anak saya di rawat ada keperluan apa, " Tanya Nyonya Dewi Sambil melihat Diana dari atas sampai bawah.
" Perkenalkan Tante saya Diana saya sekertaris tuan Adit, Maaf saya baru menjenguk soalnya saya tidak tahu kalau tuan Adit kecelakaan, " ucap Diana mengulurkan tangannya.
Nyonya Dewi pun mengulurkan tangannya dengan cepat melepaskan.
" Tante apakah saya boleh masuk kedalam menjenguk tuan Adit, " Tanya Diana penuh harap.
" Apa kamu tidak lihat di dalam ada istrinya yang menemani anak saya, " ucap Nyonya Dewi tersenyum tapi kata katanya terdengar tidak ramah.
" Jujur Tante saya merindukan Tuan Adit, " ucap Diana pelan.
Nyonya Dewi menatap tajam ke arah Diana.
" wah nih orang tidak ada sopan santun sudah tau Adit punya istri, bisa bisanya dia bilang merindukan Adit. " gumam Nyonya Dewi dalam hati.
Naisya yang melihat tangan suaminya bergerak ingin memberitahukan kepada mertuanya dan dokter di saat ia keluar melihat sosok Diana.
" Nyonya, " Sapa Diana.
" Ya ada apa ya, " tanya Naisya.
" Saya mau menjenguk Tuan Adit, " balas Diana.
__ADS_1
" Saya ada di sini buat apa kamu menjenguknya," ucap Naisya ketus.