Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 32


__ADS_3

“Aishe, kau berani meninggalkan aku ? apa kau ingin rumah sakit dan seluruh orang yang telah terlibat dengan penyakit yang kau sembunyikan dariku akan aku hancurkan ?? sayang bangunlah, aku dan anak kita tidak berarti tanpa kau di sisi kami, Aishe pleasee....” ucap Rama dengan memegang pundak Aishe


“Permisi tuan Rama, kami akan memindahkan nyonya ke ruang VVIP” ucap dokter


“Maksud dokter?” ucap Rama bingung


“Saat ini nyonya Aishe baik – baik saja hanya butuh waktu istrahat sampai obat bius nya tidak berfungsi lagi, karena dosis yang kami berikan sangat tinggi” jelas dokter


“Istri saya baik – baik saja dok ?” tanya Rama syok


“Iya tuan Rama, kami berusaha semaksimal mungkn, untunglah si cabang bayi sudah ingin keluar bulan ini, jika tepat 9 bulan usia si bayi akan sangat susah, karena si bayi lebih besar ukuran tbuhnya sebulan lagi dan tumor ikut membesar, dan seperti nya si bayi membantu ibu nya untuk tidak masuk tahap kritis, pada saat tumor akan di angkat, si bayi sangat tenang tanpa pergerakan membuat kami mudah melepaskan, tapi tuan...” ucap Dokter


“Tapi apa dok ?” tanya Rama


“Nyonya tidak bisa hamil lagi, setelah kami mengeluarkan cabang bayi, kami juga megangkat rahim nyonya, karena tumor sudah tidak bisa di sembuhkan sudah mengakar ke rahim, akhir nya kami memutuskan untuk itu” jelas Dokter


“Tidak masalah Dok, yang jelas istri ku baik – baik saja dan anak ku juga selamat, ada dia sudah menjadi kebahgiaan untuk kami” ucap Rama dengan mencium kening Aishe.


Rama dan semua bahagia dengan kehadiran si kecil berjenis kelamin perempuan, tuan Santoso pun sudah sadar dari koma mendengar tangisan cucu kedua nya, sedangkan Aishe butuh waktu selama tiga hari untuk siuman,“Sayang terimah kasih untuk malaikat kecil yang kau hadiahkan untukku” bisik Rama


“Ini hadiah cinta kita sayang” balas Aishe


“Aku janji akan menjadikanmu wanita yang paling bahagia di dunia ini” ucap Rama


“Aku mencintaimu “ bisik Aishe


“I Love you more,” balas Rama


“Siapa nama putri kita ?” tanya Aishe


“Aku beri dia nama Queen Aruhi Armagan” Balas Rama


“Ram, aku sangat bahagia,” ucap Aishe


Mereka berpelukan dengan merasakan indah nya cinta yang akhirnya tumbuh dari sebuah hubungan perjodohan.


...****************...


...****************...


17 tahun kemudian.



“Queennnnnnnn....."


"Quuuueeeeennnnnnnn.....” Teriak Aishe


“Iyaa ibu Ratu, tungguuuuuu...” Balas Queen yang tengah berlari dengan menentang tas sekolah nya.

__ADS_1


“Cepat, mang Dadang sudah menunggu lama” ucap Aishe


“Ayah Raja mana?” ucap Queen manja


“Ayah Raja tidak bisa menunggu, kamu sangat lelet, kerjaan Ayah padat” balas Aishe


“Ihhh Ayah Raja kok gitu sih” ucap Queen


“Sudah , sudah kamu terlmabt, cepat sana” balas Aishe


“Oh iya lupa, Assalamualaikum ibu Ratu” ucap Queen lalu berlari.


Aishe hanya menggeleng – geleng dan tersenyum melihat anak satu – satunya begitu ceroboh.


Berselang lunch Rama menelfon Aishe seperti biasa untuk makan siang di restauran favorit mereka bersama, “Sayang, bagaimana Queen hari ini ?” tanya Rama


“Dia setiap pagi mencari dirimu sayang” balas Aishe


“Harusnya kita home schooling kan saja dia supaya dia masih ada waktu untuk tidur” ucap Rama


“Jangan terlalu memanjakannya sayang” balas Aishe


“Baiklah, terserah pada mu saja sayang, oh ya Mama akan berkunjung dan kali ini dia tidak sendiri, dia akan bersama Adskan” ucap Rama


“Adskan?” balas Aishe


“Ohh begitu baiklah” balas Aishe dengan tersenyum


“Ada lagi sayang, kamu harus menemaniku ke US, untuk meeting” ucap Rama


“Kapan ? terus bagaimana dengan Queen” balas Aishe


“Sehari setelah Mama berkunjung, queen biar Mama yang jaga, sekalian kita pacaran" ucap Rama meledek


"Husstt udah tua ihh" balas Aishe


"Hahaha masa iya udah tua, gimana mau bukti?" ucap Rama


"Sudah sudah, makan tuh" balas Aishe malu - malu


Mereka melanjutkan lunch nya kembali dan membahas banyak hal tentang masa lalu mereka dengan saling tertawa.


...****************...


“Assalamualaikum ....” ucap ibu Sarah


1


“Waalaikumsalam, Mama”

__ADS_1


“Waalaikumsalam Mama” ucap Rama dan Aishe mencium pundak tangan ibu Sarah


"Loh kok Mama nggak ngabarin sudah tiba, bukan nya malam yah jadwal nya ?" tanya Rama


"Udah, Mama nggak mau kamu repot, dimana Queen ?” balas ibu Sarah


Berselang beberapa menit kemudian “Nenekkkkkkkk” teriak Queen dengan berlarian, lalu memeluk Nenek yang sangat di sayang nya datang.


“Nenek aku rindu” ucap Queen manja


“Nenek juga sayang, Oh ya kenalkan ini Adskan, kakak sepupu kamu dari Turki” ucap ibu Sarah dengan meperkenalkan Adskan



“Assalamualaikum Paman, Bibi” ucap Adskan dengan menyalami Rama dan Aishe


“Waalaikumsalam, wah Adskan tampan sekali ya sayang” ucap Aishe


“Jelas, dia ponakanku, wajahnya sudah turunan,” ucap Rama


“Masih lebih tampan Ayah Raja dong” ucap Queen dengan memeluk Rama


“Ayo kita masuk “ ucap Rama


Ibu Sarah, Rama dan Aishe semua nya berjalan sedangkan Queen melihat Adskan dari kepala sampai kaki “Humm wajah lumayan, kaki panjang, kulit putih,hidung mancung, tapi kenapa dia tidak pernah senyum bahkan menyapaku lebih dulu, aku kan tuan rumah nya, oohhh dia malu kali yaa” batin Queen


“Haii abang Adskan, aku Queen” ucap Queen dengan ceria


“Siapa abang kau ? kita bukan muhrim, minggir” balas Adskan lalu berjalan melewati Queen


“Whatt ???? Arrrrggggggghh menyebalkan, awas kau yah”. ucap Queen


Semua nya kembali duduk dengan pembahasan santai, sedangkan Queen menatap Adskan sedari tadi layak nya serigala yang siap menerkam, untuk pertama kali nya ada yang bersikap acuh kepada nya, Queen merasa tidak terima, sedangkan Adskan pun sangat santai dan apa adanya.


“Bahasa indonesia mu lumayan fasih Adskan” ucap Aishe


“Selama di Turki, Adskan tinggal bersama Mama, kamu tahu sendiri semenjak Papa tiada, Mama memutuskan kembali ke Turki untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga kita di sana, sejak kecil Adskan selalu datang menemani Mama dirumah,” balas Ibu Sarah


“Kami tidak pernah bertemu dengannya kecuali ayahnya, aku bahkan tidak tahu dia memiliki seorang anak lelaki” ucap Rama


“Karena kamu datang nya tidak bertepatan, lagian kalau kamu ke Turki hanya sibuk urus bisnis dan jarang ikut kumpul dengan keluarga” balas ibu Sarah


“Maaf Ma, tapi Nama baik –baik saja kan?” tanya Rama


“Iyaa sayang” balas ibu Sarah


“Queenn dari tadi diam saja, tumben” ucap Aishe


“Nggak boleh ribut Na, kan ada member baru yang bukan muhrim” ucap Queen dengan sinis.

__ADS_1


__ADS_2