
Aishe sedang duduk di balkon kamar sebuah hotel mewah dengan menatap pemandangan indah menara Eiffel, menara dan negara yang terkenal dengan keindahan dan keromantisan setiap hubungan yang sedang di landasa kasmaran, tapi tidak dengan Aishe.
Aishe kembali ke negara tersebut dengan niat mengubur kenangan pahit bersama Rama, Aishe mengingat segala perkataan Rama yang ingin membaut Aishe menyesal telah menikahi nya, mengingat hal yang manis dengan Rama, mengingat moment Rama tersenyum dan mengingat Rama bersama wanita lain, air mata Aishe bercucuran semua rasa menjadi satu untuknya, suka duka pernikahan yang masih terhitung masih cukup singkat "Ya Allah, apakah aku akan bercerai ? sulit sekali rasanya, dengan keadaan Rama yang masih plinplan”.
Aishe merbahkan diri, kembali menangkan pikirannya yang sudah kalang kabut, terdengar bel kamar bebrunyi “Sepertinya aku tidak memesan apapun” batin Aishe. Aishe bangun dan merapikan diri mengenakan hijabnya, Aishe lupa untuk mengecek di balik pintu siapa yang sedang berada di luar sana, Aishe membuka pintu dan terkejut saat Rama berdiri dengan wajah datarnya “Kamu?” ucap Aishe yang tidak percaya.
“Kamu?” balas Rama dengan membentuk alis ala angry bird
“Ngapain kamu disini?” tanya Aishe
Rama tanpa di persilahkan lansung memasuki kamar Aishe dan duduk di sebuah sofa, Aishe melihat nya ikut berjalan dengan wajah yang suntuk, sedangkan Rama juga menatap Aishe dengan kesal, mereka saling menatap dengan pikiran mereka masing – masing.
“Kenapa dia hanya diam, bukankah dia harus minta maaf ?” batin Rama
“Dasar lelaki menyebalkan, dia hanya datang membuat kepalaku ingin pecah saja” batin Aishe
Rama memulai dengan berdehem,“Ehem, apakah tidak ada yang ingin kau katakan ?” tanya Rama
“Bukankah aku yang seharusnya bertanya seperti itu ?” jawab Aishe
“Well, nyonya Rama Armagan, jadi apa yang kau pikir kan?” tanya Rama
Aishe mendengar pertanyaan itu, duduk dan menatap serius ke Rama, “Ram, sepertinya hubungan kita....” balas Aishe dengan kalimatnya terpotong oleh ucapan Rama
“Maksudmu, hubungan yang kau buat dengan keputusan mu sendiri ? apakah kau pikir dengan meninggalkan aku dengan sepucuk surat itu bisa menyelesaikan segalanya ?” jawb Rama serius
“Baiklah, maafkan aku untuk itu, aku yang salah, tapi Ram semuanya karena kamu yang memulai” ucap Aishe
“Memulai ?” tanya Rama
__ADS_1
“Iya, kau menyembunyikan hubunganmu dengan wanita itu, Ram jika kau benar mencintainya makan lupakan aku, lepaskan aku, aku tidak bisa berbagi cinta dengan wanita manapun” jelas Aishe
“bagaimana aku tidak bisa berbagi cinta jika kau pergi meninggalkan aku, dirumah sendirian, apakah itu yang kau katakan mencintaiku?” tanya Rama
Mendengar ucapan Rama, Aishe kembali terdiam mencerna kalimat yang membuat jantung Aishe mulai bergemuru,”Apakah dia membutuhkan aku ?”batin Aishe “Tapi Ram..” ucap Aishe
“Sudah lah, aku tidak ingin membuang – buang waktu, ayo ikut denganku” balas Rama dengan menarik tangan Aishe
“Dasar arogan, suka maksa, permasalahan kan belum jelas, begini saja penjelasannya, ? aku kan mau dengar dia memilihku, jawabnnya masih ambigu” batin Aishe.
“Sudah nggak usah bengong, hari ini aku ingin bersama istriku” ucap Rama dengan manis membuat wajah Aishe bersemu merah.
Rama mengajak melihat pemandangan indah Verdo George, tebing yang menyuguhkan pemandangan indah dengan perbatasan Prancis dan Italia, Aishe dan Rama sangat bahagia menikmati pemandangan indah di sana, mereka nampak canggung, untuk pertama kalinya juga bagi Rama lebih banyak tersenyum dari biasanya, memamerkan gigi yang berjejer terlihat sangat menawan,
“Ram, dari mana kamu tahu aku di sini?” tanya Aishe
“Maksud aku suamiku, darimana kamu tahu aku di negara ini ?” tanya Aishe kembali
Rama mendekati Aishe dan menggenggam erat tangannya “Dari sosial media instagram kamu sayang” ucap Rama dengan manis dan mencium pundak tangan Aishe
“Instagram ? emang kamu punya ?” tanya Aishe dengan meledek
“Yes i Have, because of you” balas Rama dengan menghembuskan nafasnya
“Serously ?” tanya Aishe kembali dengan terkekeh
“Yess, dan itu semua karena kamu, aku tidak menjadi diriku sendiri” balas Rama dengan mencolek ujung hidung Aishe lembut.
Aishe mendengar Rama kembali terkekeh “Sayang, sosial media untuk saat itu sudah biasa, bukan hanya kalangan bawah, tapi semua kalangan punya, sampe emak – emak jualan jamu juga pake tahu, kamu aja yang kolot, tapi di instagram aku tidak mengatakan aku sedang di Paris ? lantas bagaimana bisa kamu tahu ?” tanya Aishe dengan peansaran
__ADS_1
“Baiklah aku kolot, tapi tanpa Instagram aku juga bisa terkenal dan dikagumi banyak wanita” balas Rama yang ingin melihat reaksi Aishe.
Aishe yang mendengar ucapan Rama, tiba – tiba berubah drastis memanyungkan bibirnya dan menggerutu tidak jelas, Rama yang melihat tingkah Aishe kembali tertawa dan menarik Aishe dalam pelukannya, “Sayang, kamu sangat menggemaskan saat cemburu” bisik Rama
“Lepas, sana ke perempuan – perempuan yang fans sama kamu, aku....” ucapan Aishe terhenti dengan aksi Rama yang mengecup bibir Aishe lembut
“Jika kamu masih menyebut wanita lain, aku akan menghukum mu,” bisik Rama lembut
“Bukankah aku yang harus mengatakan itu ?” tanya Aishe kesal
“Hahah iya, seharusnya tapi aku tidak suka kau menyodorkan aku ke wanita lain, aku hanya menginginkanmu Aishe,” ucap Rama lembut dan kembali mendekap Aishe.
Aishe mendapat perlakuan itu sangat bahagia dan serasa ingin terbang, tapi bukan Aishe namanya kalau semua pertanyaannya belum terjawab “Terus dari mana kamu tahu aku di negera ini ?” tanya Aishe kembali
“Hmmm Aishe sayang, aku melihat fotomu secara mendetail, di sudut foto aku melihat taman, walau aku tidak melihat petunjuk tulisan apapun tapi aku sangat hafal taman yang berada di sudut itu di negara ini “ jelas Rama
“Aku masih tidak habis pikir, di dunia ini banyak taman yang seperti itu, hmm” jelas Aishe yang masih terlihat bingung dan tidak puas dengan jawaban Rama
“Sayang, liat aku, apakah aku sama dengan kebanyakan lelaki di luar sana ?” tanya Rama
Aishe kemudian memperhatikan Rama dari ujung kepala sampai kaki, tidak sampai beberapa saat Rama kemudian menyadar kan aishe “Selamat sayang, kamu sudah memenangkan seorang pria yang luar biasa dan perfect” ucap Rama dengan sangat percaya diri, Aishe hanya menggeleng – geleng kepala dan menepok jidatnya “Ya tuhan, kumat lagi” batin Aishe.
Kemudian Rama menarik tangan Aishe, “Ayo kita dinner” ucap Rama.
Sesampainya mereka di sebuah restoran mereka memesan menu spesial di restoran tersebut, “Jangan boros, menu spesialnya sangat mahal” ucap Aishe
“Its ok, kau ingin memiliki restoran ini pun, akan aku berikan untukmu malam ini juga” balas Rama
“bukan begitu suamiku sayang” ucap aishe dengan kembali menggeleng - gelengkan kepalanya.
__ADS_1