
Menjelang beberpaa menit, Adskan berjalan menuruni tangga, “Nenek, kenapa Adskan yang mengantar dia ke skolah nanti Adskan nyasar nek” ucap Adskan
“Sudahlah Adskan, emang nya nenek tidak tahu kamu beberapa kali ke luar negeri pertama kali nya umur berapa dan kamu tidak pernh nyasar, tidak ada lagi bantahan cepat antar Queen, dan jemput sepulang sekolah, nenek mau ketemu teman – teman nenek dulu” balas ibu Sarah dan berlalu
Queen dan Adskan saling menatap sinis satu sama lain, mereka bersama menuju mobil yang di sediakan, Adskan dan Queen masing – masing diam dengan menggunakan setbell mereka, Adskan memulai pembicaraan dengan sinis “Kenapa sih kamu masih merepotkan, kan kamu bisa pake taksi” ucap Adskan
“Idih, siapa juga yang mau di antar sama kamu, aku tuh dari tadi udah ngomong sama Nenek, Cuma nggak dapet izin” balas Queen
Sepanjang perjalan mereka masing – masing menggerutu dalam hati, Adskan ingin menjahili Queen dengan menurun kan Queen di salah satu Hallte Bus, yang jarak nya sudah tidak terlalu jauh dari sekolah Queen melalui google maps yang Adskan gunakan.
“Hey hey hey, kenapa berhenti di sini, kan sekolah ku masih berasda di depan” ucap Queen
“Sudah turun, perutku sakit, kebelet, kamu mau aku pup di sini?” balas Adskan
“Iishhh jorok, sudah pulang sana” ucap Queen lalu turun dan berlari ke Halte.
Adskan tersenyum melihat Queen yang menutup wajah nya dengan tangan nya karena terik matahari "Rasain” lalu Adskan memutar mobil milik nya pelan dan masih melihat Queen dari kejauhan, beberapa menit kemudian Adskan melihat Queen memasuki mobil seorang anak lelaki yang memakai seragam yang sama dengannya “Dasar anak ingusan sudah mulai pacaran rupanya” ucap Adskan dengan geram.
Jam sudah menunjukan pukul 14.00, tanda bel Qeen sudah menunjukkan jam pulang sedangkan Adskan lupa untuk menjemput, Adskan tertidur dengan pulas di kamar nya. Di sekolah Queen yang menunggu Adskan sangat geram karena Queen sudah lelah menunggu, “Queen ? tumben, jemputan nya belum datang ya?” ucap pria yang berjalan mendekati Queen.
“Bian ? iya, jemputan ku belum datang, kamu sendiri ?” ucap Queen dengan malu – malu dengan pose yang manis
“Sama, aku juga menunggu jemputan ku,” balas Bian
“Bukan nya pagi tadi kita bareng dan kamu nyetir mobil sendiri?” tanya Queen
__ADS_1
“Iya, tapi ada sedikit maslaah, aku meminta bengkel mengambil nya di parkiran tadi dan meminta untuk di jemput oleh sopir Papa ku” jelas Bian
“Oh gitu, jadi bareng nunggu jemputan lagi dong” ucap Queen
Bian dan Queen saling tertawa bahagia, Bian adalah salah satu putra yang kedua orang tua nya termasuk sepuluh kategori orang terkaya di negara itu, Baim sudah lama menyukai Queen, begitupun Queen, mereka saling menyukai tapi Bian belum memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Queen, mereka saling memendam, Bian tahu bahwa Queen tidak memiliki kekasih dan Bian lebih nyaman memiliki hubungan seperti itu, sampai Bian memiliki keberanian dan melamar Queen.
Dirumah, ibu Sarah sudah selesai dengan rutinistas nya, ibu Sarah mersa rumah begitu sepi, akhirnya dia ke kamar Queen dan melihat dia belum kembali, ibu Sarah melanjutkan langkah nya ke kamar Adskan dan melihat dia sedang tertidur pulas “Adskan cucuku, mana Queen?” ucap ibu Sarah lembut dengan mengusap – usap kepala Adskan.
“Nenek“ ucap murat dengan mengucek – ucek mata nya, mendengar nama Queen “Quueen ??”. Adskan berlari menuruni anak tangga dan melihat jam melingkar di tangan nya “Gawat sudah lewat sejam” gumam Adskan. Ibu Sarah melihat reaksi Adskan sangat paham bahwa dia sangat khawatir dengan Queen, lalu dia tersenyum.
Adskan tiba di sekolah Queen dan melihat Queen tertawa bahagia bersama seorang lelaki yang pagi tadi menjemput Queen membuat Adskan kembali dengan mode sinis dan dingin nya, “Eh Bian, aku permisi dulu yaa, itu jemputan ku sudah datang” ucap Queen dan melambai tangan ke Bian.
Bian melihat bukan sopir seperti biasa yang mengantar Queen, menarik tangan Queen “Dia siapa Queen ? dia bukan sopir kamu kan ?” tanya Bian penasaran
“Dia Abang sepupu aku dari Turki” ucap Queen manis
“Apaan sih, lagian salah siapa yang telat jemput, dia shabat Queen kok” ucap Queen manis
“Sahabat dari dunia lain? Kalau sahabat kenapa senyum” balas Adskan dengan sinis
“Ihh syirik” ucap Queen.
Setiba nya di rumah, Queen menggerutu di kamar nya “Ihh kenapa sih dia tidak sebaik Bian, sudah baik, lembut, perhatian, ganteng, pintar, ihhh perfect deh, aduh Bian......” ucap Queen dengan nada sedang di landa kasmaran.
Hari – hari Queen dan Adskan layaknya musuh bebuyutan yang setiap bertemu tidak ada kata berdamai pada mereka, setiap kali Adskan mengantar Queen ke sekolah dia selalu mendapati Queen bersama Bian, “Cepat, pacaran terus” ucap Adskan sinis.
__ADS_1
“Siapa yang pacaran sih” balas Queen sinis
Bian berlari mendekati mobil Queen, “Queen ini dompet kamu terjatuh” ucap Bian
“Ehh thank you Bi,” balas Queen
“Sama – sama, hey bang aku Bian” ucap Bian memperkenalkan diri
Adskan melihat Bian hanya tersenyum dengan sedikit memasang wajah datar nya, “Bi tunggu, ada sesuatu untuk kamu” ucap Queen dengan tersenyum manis
“Apa itu Queen” balas Bian
Queen mengambil sesuatu di dalam tas nya berupa bingkisan dan memberikannya pada Bian “Apa ini Queen” ucap Bian.
“Untukmu, ucapan terimah kasih beberpa hari ini selalu membantku “ balas Queen dengan sangat manis dan malu – malu
“Shdah ya, kita pulang” ucap Adskan
“Eh iya bang, makasih” ucap Bian
Sedangkan Adskan segera menaikkan kaca mobil Queen “Sudah natapnya , itu kepala kamu terjepit di kaca, apa kamu mau kepala kamu aku simpan di sini supaya bisa terus menatap dia?” ucap Adskan
“Ish, kenpa sih marah mulu” balas Queen
Ke esokan harinya izin cuti pak Sapri sudah selesai, dia kembali yang mengantar jemput Queen, sedangkan Adskan meluangkan waktu untuk menjelajahi kota tersebut, sedangkan Queen sibuk dengan belajar kelompok persiapan ujian yang tidak akan lama lagi.
__ADS_1
Sepulang Adskan keliling dengan mobil sport milik Rama, Adskan melihat Queen sedang bersama teman – teman nya, dia berjalan melewati Queen “Kenapa sih di setiap sudut rumah ini selalu melihat kamu” ucap Queen sinis, tapi Adskan hanya berjalan dan memberi tatapan sinis ke Queen tanpa menghiaraukan ucapan Queen.