Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 22


__ADS_3

“Jangan sayang, nanti aku nggak konsen kerjanya, nanti kamu kenapa –napa, gimana sayang” balas Rama


“Tapi sayang.....” ucap Aishe


“Aku janji, nggak macam – macam, oke ?” balas Rama


“Oke sayang, janji yaa?” ucap Aishe


“Hu’um, janji, kalau Aishe boring dirumah bisa kerumah Mama Sarah atau ke rumah Bunda Aishe” jawab Rama


“Makasih sayang” balas Aishe.


Rama akhirnya berangkat, sedangkan Aishe berkunjung kerumah bunda Aishe.


Dua hari berlalu, Aishe masih dirumah bunda, “Aishe kapan Rama pulang ?” tanya ibu Tias


“Besok Rama pulang Bunda, tapi sekarang Aishe mau balik kerumah dulu mau bersihin supaya besok Rama balik, rumah dalam bersih dan wangi, oke ?” balas Aishe


“Baik sayang, yang jelas kamu hati – hati yaa, kabari Bunda kalau kamu sudah tiba “ jawab Ibu Tias


“Baik bunda” timpal Aishe


Setiba dirumah Aishe mencari kunci yang biasa Aishe letakkan di sebuah kotak dekat pintu tapi pada akhirnya pintu terbuka dengan sendirinya dan melihat Rama yang tengah beridir memegang ganggang pintu,


“Sayang,,,,” teriak Aishe dengan gembira melihat Rama


“Sayang kapan pulang?” tanya Aishe kembali


“Baru saja “ jawab Rama dengan senyum

__ADS_1


“Kok nggak ngabarin, bukannya besok ?” tanya Aishe


“Kangen kamu” ucap Rama sambil memeluk Aishe


“Aishe, aku .. ucap Rama


“Aku apa sayang ?” balas Aishe


“Aku merindukan yang ini,” sambil emnunjuk bibir Aishe,”Yang ini” menujuk leher Aishe, “Dan yang....”, Aishe yang mendapat perlakuan jail Rama berlari kekamar, mereka berdua kembali menikmati penyatuan yang membahagiakan.


Entah pukul berapa penyelesaian mereka, Aishe kembali membersihkan diri dan membereskan koper milik Rama, Aishe terkejut melihat isi koper Rama, terdapat set dalaman milik wanita berwarna merah, Aishe melihatnya menangis tak percaya, Rama menghianatinya lagi, sedangkan Rama saat itu yang ikut bangun melihat Aishe menangis panik, “Sayang ada apa ? menangis karena irisan bawang ya ? atau caraku terlalu kasar ?? sayang...”ucap Rama


“Rama, apa yang kamu lakukan saat perjalanan dinas mu ?” tanya Aishe geram


“Rama ?? kamu ?? Aishe kamu kenapa ?” ucap Rama tidak senang


Rama bingung dengan maksud Aishe, akhirnya Rama berjalan dan mengecek isi kopernya, Rama terkejut melihat isi kopernya ada se set pakaian dalam milik wanita, Rama berlari menghampiri Aishe “Sayang sumpah, aku nggak tahu kenapa benda itu ada dalam koperku, pleasee percaya sama aku” ucap Rama.


Aishe berlari dan berbaring ke tempat tidur dan menutupi dirinya dengan selimut, sedangkan Rama dengan tergesan mengikuti Aishe “Sayang, please percaya” ucap Rama skali lagi.


“Coba jelaskan ke aku, apa yang kau lakukan di belakangku” tanya Aishe


Rama mendengar Aishe dengan genangan air mata dan pertanyaan yang tidak bisa Rama jawab, dia hanya diam dan mengusap kasar wajahnya.


“Kenapa diam ,! Jawab “ teriak Aishe


“Aku tidak punya jwaban untuk pertanyaan mu, kamu tetap tidak percaya, baik aku selesaikan dulu masalah ini” ucap Rama dan meraih handphone dan kunci mobil Rama dan berlalu keluar rumah.


Matahari telah tenggelam dengan sinarnya, Aishe menunggu masih menunggu Rama pulang sampai larut tapi Rama belum pulang juga, handphone Aishe berdering dan melihat pesan yang tertera di layar handphone Aishe, pesan dari nomor yang tak dikenal mengirim foto Tasya bersama dengan Rama. Aishe kembali menangis, menahan sesak nya, kesalah pahaman mereka semakin bertambah.

__ADS_1


Rama yang pulang laru tidak tega membangunkan Aishe, Rama hanya ikut tertidur di samping Aishe dan ingin mejelaskna kembali esok hari, Aishe sudah menyiapkan sarapan seperti biasa, sedangkan Rama menunggu momen yang tepat untuk berbicara dengan Aishe, Rama melangkah dan duduk dengan mencicipi kopi buatan Aishe, sedangkan Aishe hanya diam, Rama memberanikan diri untuk memulai,“Sayang,, sebenarnya...” ucapan Rama terpotong dengan tingkah Aishe yang meraih handphone nya dan memberikan ke Rama, Rama yang melihat foto tersebut emosi dengan menghempas kan handphone milik Aishe.


“Apa yang kau lakukan, handphone itu hasil tabungan ku” teriak Aishe dengan air matanya yang mengalir. Rama berlalu dengan arogan meninggal kan Aishe yang menangis dengan sesegukan. Rama adalah lelaki yang tidak mampu menjelas kan masalah dengan lembut, Rama ingin di mengerti tanpa menjelas kan sedangkan Aishe membutuhkan penjelasan bukan hanya perlakuan yang tidak ada kejelasan.


Dengan amarah, Rama ke kantor dan menghamburkan semua benda yang berada di ruangan kerja nya, Rama uring –uringan saat kerja, Rama memecat beberapa karyawan yang salah dalam pengetikan laporan, membatalkan semua rapat dan meninggalkan kantor dan menuju ke Club Tio untuk mabuk, Rama melampiaskan segala amarahnya di Club bersama Tio.


“Ada apa Ram, sepertinya kau sangat frustasi, ini pertama kalinya aku melihat mu mabuk seperti ini “ ucap Tio


“Aku muak, dia tidak mempercayaiku” balas Rama


“Dia itu, Tasya atau Aishe istrimu?” tanya Tio


“Aku mencintai Aishe yo, bukan Tasya” balas Rama


“Ohh i see, so kenapa kau tidak bisa membuatnya percaya, apa yang kau lakukan ?” tanya Tio


Rama mendengar pertanyaan Tio hanya melonggarkan dasiny dan melemparkan ke segala arah dan memecahkan gelas di genggamnya, “Hey Ram, keep calm, tenang, sayang skali dasimu yang seharga motor kau buang begitu saja, Ram pulang lah dan jelas kan pada nya kalau kau tidak bersalah” ucap Tio


“Apakah sikapku tidak bisa meyakinkan nya kalau aku hanya mencintai dan setia padanya ?” balas Rama yang sudah sedikit mabuk


“Ram, pikiran wanita itu lebih sulit dari pikiran lawan kita saat berbinis, sebagai pengusaha kau mungkin sudah memenangkan puluhan tender tapi untuk urusan wanita, aku akui sangat sulit di banding apapun, sebagai sahabat mu aku menyarankan kau untuk lebih terbuka dan menjelaskan padanya apa yang terjadi, agar masalah mu selesai” jelas Tio


Rama yang mendengar penjelasan Tio, merebah kan tubuhnya untuk menenangkan pikiran, beberapa saat kemudian Rama memutuskan untuk pulang dan memberi Aishe penjelasan, Rama merapikan kembali pakaian yang di kenakan, tak lupa pula Rama membeli sebuket bunga mawar untuk Aishe saat perjalan pulang ke rumah.


...****************...


Di rumah Aishe sudah tidak memiliki solusi apapun dari permasalahan yang di hadapinya selain pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan dirinya, tidak ada lagi hal yang bisa Aishe pikirkan, Aishe membooking tiket tujuan ke Paris tanpa memberitahu siapapun. Sedangkan Rama yang sudah tiba di rumah tidak mendapati istri yang di cintainya itu, hanya ada sepiring sandwich kesukaan Rama dan sebuah surat, Rama lalu meletakkan bunga yang di pegang nya dan membaca surat tersebut.


“Assalamualaikum, Rama Armagan suamiku, maaf kan aku, aku pergi.. sudah banyak yang terjadi dan aku butuh waktu untuk berpikir, wassalam Aishe"

__ADS_1


__ADS_2