
Salam hangat ❤️.
Stella melihat sahabatnya, membelalakkan matanya ia merasa tidak percaya seorang Luna yang mempunyai selera rendahan yang ia tahu Luna mempunyai selera tinggi. ia pun menghampiri Luna.
" Luna. " Ucap nya.
" Stella, kenapa tiba tiba ada di sini. " Balas Luna terkejut.
"Ini pacar Lo ya Luna?. " Ucap Stella tersenyum kecil melihat Angga dari atas sampai bawah.
" Bukan, dia itu bodyguard sekaligus sopir gua. " Ucap Luna menatap tajam ke arah Angga.
" Oh ya... gue kirain pacar Lo, lagian serasa tidak mungkin Lo pacaran sama dia. " Bisik Stella.
" Iya iyalah. " ucap Luna.
" Ya udah gue kesana dulu ya, pacar gue nungguin di sana. " ucap Stella.
" Eh Lo balik aja sana, gue gak mau kencan Ama Lo Malu gue di lihatin orang Mulu. jangan bilang ke mama gue awas Lo ya akan tahu akibat nya. " Ancam Luna.
" Tapi Luna.... " ucap Angga.
" Gue gak mau jalan sama Lo paham!!!. " ucap Luna sambil merapatkan giginya.
Angga pun akhirnya pulang, Sedangkan Luna berkeliling di Mall.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian.
Luna pulang memesan taksi, di tengah jalan ban mobil taksi pecah.
" Nona, Maaf saya hanya bisa mengantarkan anda sampai di sini ban mobilnya pecah. " ucap tukang sopir.
" Tapi rumah saya masih jauh, lagi pula hari mulai senja mana taksi sepi lagi. " ucap Luna.
" Yaa mau gimana lagi, maaf untuk sekali lagi. " ucap tukang sopir.
Luna terpaksa berjalan kaki menempuh rumah nya masih sekitar tiga puluh menit lagi.
" Huh jalan kaki, kaki gue udah penat keliling mall di tambah lagi jalan sampai rumah lama lama copot juga kaki. " gumam Luna.
Hujan mengguyur sangat deras Luna yang di tengah jalan pun basah kuyup tidak ada tempat berteduh, mau tidak mau iya harus pulang.
Suara klakson mobil yang sangat Nyaring, Luna pun membalikan badannya dan benar saja mobil mewah berwarna hitam, Kaca mobil di turunkan ternyata Kenzo.
" Kesian jalan kaki, mobil Lo di sita depkolektor ya. " Ejek Kenzo.
" Woi jangan sembarang kalo ngomong, gue itu tadi naik taksi tiba tiba ban mobil nya pecah terpaksa gue jalan kaki. " ucap Luna.
" Owh kalau begitu lanjutkan saja jalan kaki hitung hitung olahraga senja. " ucap Kenzo lalu menjalankan mobilnya lagi.
" Emang tuh orang gak rasa kesihan sama gue, yang basah kuyup gini di kasih tumpangan kek bagus juga. " gerutu Luna lalu berjalan lagi.
__ADS_1
Kenzo yang merasa kasihan dengan Luna yang basah kuyup apalagi hari sudah mulai gelap, kalau terjadi yang hal hal yang tidak di inginkan, Kenzo memundurkan mobilnya.
" Eh Lo ayo masuk. " ucap Kenzo.
Luna yang merasa kedinginan pun masuk, dan duduk di kursi belakang.
" Ayo kedepan ngapain Lo duduk di belakang Lo kira gue ini sopir Lo. " ucap Kenzo.
" Iya iya bawel banget sih. " ucap Luna beralih duduk kedepan di samping Kenzo.
" Nih pake switer gue. " ucap Kenzo menyerahkan switer yang ada di dalam mobilnya.
" gue gak mau, itu pasti belum lo cuci. " Tolak Luna.
" Gue itu baru beli, Lo bisa lihatkan masih ada merek nya, untung kan Lo gue pinjemin switer baru. " ucap Kenzo.
" Owh bagus deh kalau begitu. " Ucap Luna melapis baju yang basah tadi dengan switer menghangatkan tubuh nya.
" Percuma saja Lo memakai switer itu, kalo baju yang Lo kenakan itu basah. " ucap Kenzo yang fokus menatap jalanan.
" Terus gue lepas gitu? gak mungkin kan gue melepas baju di hadapan Lo. yang ada Lo menang banyak melihat tubuh gue." ucap Luna.
" Gue gak selera, sama tubuh Lo. " ucap Kenzo.
di sepanjang jalan keduanya terus berdebat yang tidak pernah akur.
__ADS_1
Terimakasih ❤️.