
Selamat membaca π.
" Luna.... " Panggil Mama lirih.
" Ma Kenapa semuanya berakhir seperti ini. " ucap Luna.
" Kenapa di saat aku sudah mulai bahagia malah di beri rasa sakit hati ini apa aku tidak boleh bahagia ma, kenapa orang yang aku cintai malah menjadi Adik ku sendiri. Aku baru kali ini bisa mencintai seseorang tapi lantas aku tidak bersatu dengan orang yang aku cintai. " ucap Luna menangis.
" Maafkan mama nak, mama juga tidak menyangka kalau seperti ini jadinya. " ucap mama memeluk erat tubuh anaknya.
" ternyata orang yang ku kenal Om David ternyata papa dan orang yang telah menyakiti perasaan mama, dan aku tidak akan menganggap kehadiran nya ada di dunia ini aku anggap dia itu mati aku tidak sudi mempunyai seorang papa sepertinya." ucap Luna.
" Ma Luna mau ke kamar dulu menenangkan hati Luna. " ucap Luna melepaskan pelukan mama nya lalu beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya.
Di dalam kamar....
Ia membanting pintu kamar dengan keras, Lalu ia menggebrak meja rias nya yang ada di kamar barang barang di atas meja nya jatuh berserakan.
__ADS_1
" kenapa semuanya menjadi seperti ini, aku benci benci..... " Teriak Luna histeris lalu ia duduk tersungkur di lantai.
" David yang berhati kejam aku benci, dan Davika wanita perebut itu aku tidak bisa memaafkan kalian jangan harap dapat maaf dariku. orang yang telah menyakiti perasaan mama ku tidak akan ku maafkan sampai kapan pun itu. " Teriak Luna meluapkan emosi nya.
πππ
Di kediaman Dhananjaya.....
" Ma, Pa aku perlu kejelasan dari kalian. " ucap Kenzo dingin.
" Takdir? ini takdir yang di maksud papa. " Ucap Kenzo tersenyum pahit.
" Iya ini takdir nak kalian di gariskan hanya sebagai saudara. " Ucap Mama.
" Ini bukan takdir tapi ini kehendak kalian, Kenapa Mama merebut papa dari Tante Clara dan Luna, papa Juga kenapa meninggalkan dua wanita sekaligus apa papa tidak memiliki perasaan untuk mereka yang telah papa sakiti?. " Balas Kenzo.
__ADS_1
" Karena papa sama Mama saling mencintai satu sama Lain, dan papa kamu lebih bahagia sama mama waktu itu. " ucap Mama menangis.
" Jujur aku malu memiliki orang tua seperti kalian, karena kalian aku tidak bisa menikahi wanita yang aku cintai. " ucap Kenzo.
Kenzo beranjak dari tempat duduknya lalu ke kamar tak berselang lama ia keluar kamar sambil membawa koper yang tidak lumayan besar.
" Kenzo kamu mau kemana. " Tanya Mama Langsung menghampiri Kenzo.
" Terserah aku mau kemana saja, Aku sudah tidak betah lagi tinggal di rumah ini dan jangan cari cari aku, aku sudah besar aku bisa menjaga diri. " ucap Kenzo menatap ke arah lain.
" Tunggu kak, aku mau ikut sama Kaka saja. " ucap Bella lalu berlari ke kamar mengambil koper.
" Bella jangan tinggalkan mama sama papa juga. " Ucap Davika menarik tangan Bella.
" Jangan tahan tahan aku, aku lebih baik ikut kak Kenzo dari pada sama kalian. " ucap Bella lalu mengikuti Kenzo yang sudah keluar rumah.
" Pa lihat mereka meninggalkan kita bagaimana ini. " Ucap Davika.
__ADS_1
" Biarkan saja mereka menenangkan diri nya dulu mereka butuh waktu untuk menerima semua ini. " ucap papa.
Terimakasih β€οΈ.