
Saat acara dinner dengan klien berlansung, Rama mendekati Aishe,
“Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku, kamu juga bisa berbahasa Prancis?” bisik Rama
“Banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang aku, suamiku” jawab Aishe dengan senyum
Rama tediam mendengar jawaban Aishe dengan sesekali meneguk minuman yang di pegang nya.
Di tempat lain, Tasya mencoba menelfon Rama beberapa kali, tapi tidak pernah mengangkat telfon “Sial, apa yang dia lakukan, dia sudah tidak memperdulikan aku lagi, ini tidak bisa di biarkan”, gerutu Tasya.
...****************...
Di negara lain Baim, Ema dan Cika bersiap untuk kembali ke Indonesia, mereka bertiga berencana ketika tiba akan segera menemui sahabat mereka Aishe, sedangkan Aishe sibuk dengan segala aktifitas yang di kerjakan nya di Rumah, “Bosannya, hanya dirumah dengan bertemu benda – benda itu saja, sapu, piring, dapur, hmmm”.
Tasya menghampiri Rama di Kantor dan mengajak Rama untuk lunch seperti biasa dengan nya, Rama tidak bisa menolak dengan sikap Tasya yang sangat manja dan bisa saja sewaktu - waktu nekat ke ruangan Papa nya untuk melapor, hari itu Tasya sudah menyusun sebuah rencana licik untuk membuat rumah tangga Rama retak, mengahncurkan Aishe. Tasya membayar seorang pelayan untukmengambil foto mereka berdua saat sedang makan, Tasya beberapa kali menyuapi Rama dan dengan centil nya bersikap mesra ke Rama.
“Sayang bisa pinjam handphone nya ? handphone ku lowbet,” ucap Tasya kembali dengan manja
"Untuk apa ?" tanya Rama
"Aku lupa memberitahu manager aku, kalau hari ini aku tidak bisa hadir di sebuah event," jawab Tasya
"Why ?" tanya Rama
"Bayaran nya sedikit, lokasinya kumuh, acara nya biasa saja, terus...." celoteh Tasya
__ADS_1
Mendengar banyak celotehan Tasya yang merendahkan Rama membatin "Aishe lebih baik dalam hal menilai, dia merasa hebat dari segi apa ya? Ehh waitt apa aku sedang memuji wanita cengeng itu ??? Nop. Rama, sadarlah".
"Ram, kok melamun sih, mana hape nyaaa... please.." ucap Tasya dengan memelas.
“Its okey, “ balas Rama dengan menyerahkan handphone miliknya, sedangkan Tasya sedang mengirim nomor kontak Aishe ke nomor Tasya.
Setelah mendapat nomkr kontak Aishe di Handphone Rama, Tasya ke toilet dan mengirim semua foto saat bersama Rama menggunakan nomor pelayan tadi, Aishe yang tengah sibuk berberes rumah meraih handphone nya dan membuka semua pesan dengan foto suami nya sedang makan siang bersama wanita lain, hati Aishe hancur, air mata Aishe bercucuran “Ya Allah, apa lagi yang harus kulakukan, aku sudah berusaha untuk nya, semua sudah kulakukan, apa lagi !!!“ ucap aAishe dalam tangisnya dengan sesegukan.
Di sebuah apartemen mewah Tasya dengan segelas wine “Ini belum seberapa cewek kampung, berani sekali mengambil posisiku menjadi menantu konglomerat” ucap Tasya dengan senyum licik nya, setelah lunch Rama kembali ke Kantor dengan mengotak atik kembali laptop milik nya, tanpa sengaja menemukan file yang berisi foto pernikahan nya dengan Aishe, Rama melihat beberapa foto Aishe "Cantik juga aishe menggunakan gaun, kira – kira malam ini dia akan masak apa yaa ?” ucap Rama dengan senyumnya yang mengambang, tanpa tahu jika saat ini Aishe tengah bersedih atas apa yang dia lakukan bersama Tasya.
...****************...
Rama pulang dengan senang, setiba nya di rumah untuk pertama kalinya Rama pulang tanpa sambutan Aishe di ruang tamu, Aishe hanya duduk terdiam di depan cermin dan sibuk dengan pikirannya sendiri, saat Rama membuka pintu kamar, Rama melihat Aishe sedang melamun,
”Hey, you kenapa melamun?” ucap Rama
Mereka bersama menuju ruang makan, Aishe sudah menyiapkan makanan kesukaan Rama kembali, Rama yang melihat masakan yang tertata di meja makan sangat antusias dan Rama makan dengan lahap sedangkan Aishe hanya duduk dan diam.
“Hey, kamu kenapa ?” tanya Rama kembali
“Nggak papa, makan dulu setelah makan ada yang ingin aku tunjukkan” ucap Aishe
“ What is that ? sekarang saja” balas Rama dengan meletakkan sendok yang di genggam nya.
“Hmmm,” hembus nafas Aishe dengan berat
__ADS_1
Aishe meraih handphone nya dan memperlihatkan foto kemesraan Rama dengan Tasya,
“Aku rasa ada yang ingin berniat jahat dengan hubungan kita, apakah dalam foto ini....” ucap Aishe
Ucapan aishe terpotong dengan kalimat Rama “Yes, dan saya tidak peduli”.
“Sial, siapa yang berani mengirim foto itu ke Aishe” batin Rama dengan mengepal erat tangan nya.
Rama ingin meminta maaf pada Aishe tentang foto Rama bersama Tasnya hanya saja ego Rama masih yang tinggi membuat Rama menahan diri nya untuk tidak melakukan itu, sedang kan Aishe mendengar jawaban Rama membuat nya semakin menahan sesak di dada nya. Hari – hari berlalu, Aishe masih melakukan segala tugas nya menjadi seorang istri, menyiapkan segala kebutuhan Rama, hanya saja Aishe tidak se cerewet biasanya, membuat Rama pun semakin menjauh, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing – masing, Aishe yang menginginkan sebuah penjelasan sedangkan Rama masih dengan mode datar, Ego dan arogant tidak mementingkan semua itu.
Tuan Salim mengundang Rama dan Aishe untuk makan malam bersama mereka karena tuan Salim melihat perubahan Rama yang hanya melamun saat bekerja, kebiasaan Rama pun berubah setiap jam pulang, Rama hanya pulang ke rumah walau saat di rumah dia hanya mampu melihat Aishe dari kejauhan sudah bisa membuat hati nya tenang, sedangkan Aishe selalu memikirkan hal – hal yang Rama ucapkan awal pernikahan mereka “Aku akan membuatmu menyesal dengan menikah denganku”.
Suara pintu terbuka, Rama mencari sosok Aishe, sedangkan aishe masih sibuk dengan lamunan nya.
“Ehemm, hemm” deheman Rama membuat sadar Aishe
“Suamiku sudah pulang ?” ucap Aishe dengan lesu
Rama duduk dan membaringkan badan nya di sofa ruangan tamu mereka, sedangkan Aishe masih mencoba yang terbaik melayani Rama dengan membawakan jus kesukaan nya, “Sayang, jus nya sudah kusiapkan” ucap Aishe dengan senyum manis sembari membungkukkan badan memberi jus yang berada di tangan nya, Rama yang melihat keindahan himalaya di balik dress Aishe hanya menelan berat slavina nya.
“Kerasukan apa lagi wanita ini, mencoba merayuku, bukannya dia sedang marah ?” batin Rama.
Aishe yang melihat tatapan rama “Dasar suami mesum” batin Aishe dan segera mengubah posisi tubuh nya dan duduk di sofa.
“Mama dan Papa ajak kita makan malam di rumah nya” ucap Rama, Aishe mendengar ucapan Rama hanya mengiyakan dengan santai.
__ADS_1
Acara makan malam pun tiba, Aishe kembali dengan mode ceria nya dengan memberikan banyak guyonan ke pada orang tua Rama, membuat suasana semakin bahagia, Rama hanya diam dan memperhatikan Aishe, “Ternyata dia sangat mampu membuat Papa dan Mama bahagia hanya dengan guyonan kecilnya”. ucap Rama lalu mengambangkan senyum nya.