
Selamat membaca 😗.
beberapa jam kemudian.
Naisya yang berdiri menyandarkan tubuhnya di samping pintu ruangan operasi sambil menggigit telunjuknya.
orangtuanya beserta mertuanya duduk menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan karuan.
Naisya mondar mandir, matanya sambil melihat lihat lampu kamar operasi.
" Nak duduklah jangan mondar mandir seperti itu, " ucap Nyonya Wulan.
" Ma, Naisya boleh minta tolong nggak jagain Alfan di rumah ksian ma, " ucap nya khawatir dengan anaknya.
" iya sayang, Mama akan kerumah tapi setelah menunggu operasi nya selesai dulu ya nak, mama pengen tau " balas Nyonya Wulan mengelus bahu Naisya.
" Terimakasih banyak ya ma, " ucap Naisya memeluk Mama nya.
__ADS_1
Lampu merah di depan ruangan operasi pun padam. menandakan operasi sudah selesai, mereka yang sedang menunggu langsung berdiri di depan pintu kamar ruangan operasi itu, tidak lama pintu terbuka. Dokter yang mengoperasi Adit keluar.
" Bagaimana operasi anak saya dok ?. " Tanya Nyonya Dewi penuh kekhawatiran.
" Alhamdulillah operasi nya dengan lancar, Tuhan masih menyayangi anak ibu. Walaupun anak ibu bisa di katakan kecelakaan parah, Itulah jadi operasi nya sangat lama karena anak ibu banyak kehilangan darah. dan bersyukur pak Alex mau mendonorkan darahnya karena stok darah di sini tidak cukup masih memerlukan beberapa kantong darah, " Penjelasan dokter.
" dan sekarang bagaimana keadaan suami saya dokter. " Tanya Naisya khawatir.
Wajah dokter yang asalnya tersenyum kini berubah seketika.
" walaupun operasi, berjalan dengan lancar tapi pasien masih koma karena pendarahan cedera di kepalanya. Pasien harus berada di ICU sampai masa koma nya berlalu. " jawab Dokter.
" Iya kami akan melakukannya yang terbaik. " sahut Dokter.
" Sayang mama dan papa pulang menjaga Alfan, " ucap Nyonya Wulan memeluk erat tubuh anaknya.
Nyonya Wulan dan tuan Herman keluar dari rumah sakit menuju rumah anak menantunya.
__ADS_1
sambil menunggu Adit di pindahkan Naisya duduk di samping mertuanya.
" Berdoalah nak supaya suami kamu cepat sadar dari komanya, " ucap Nyonya Dewi memberikan kehangatan.
Beberapa menit kemudian.
Naisya yang pertama masuk ke dalam ruangan ICU, Sebelum memasuki Naisya memakai Gaun Protektif. setelah itu ia masuk kedalam melihat suaminya yang terbaring di atas ranjang rumah sakit dan banyak alat alat yang menempel di tubuhnya, Wajahnya yang terlihat pucat karena kebanyakan kehilangan darah.
Naisya menghampiri suaminya dan duduk di samping ranjang, ia menatap Suaminya dengan merasa iba orang yang ia cintai terbaring tidak berdaya seperti ini.
Cairan bening lolos dari pelupuk matanya kembali membasahi pipinya.
" Mas, aku tidak menyangka kalau kamu seperti ini hiks hiks 😭, Baru kemarin kita bercanda sama anak kita mas. tapi hari ini mas berada di sini, mas bangunlah ku mohon" Tangisannya pecah.
Naisya menggenggam erat tangan Suaminya dan menciuminya, air matanya terus mengalir deras hatinya sungguh hancur berkeping-keping siapa yang tidak sakit melihat suaminya keadaan seperti ini?.
Terima kasih.
__ADS_1
Maaf ya Author hari kemarin tidak update karena sibuk di dunia nyata, Mohon maaf kalau ada salah katanya, jangan lupa vote dan komen yaa supaya author makin semangat ngelanjutin ceritanya 🥰, Jangan lupa mampir juga ke cerita, " AKU MENCINTAIMU " Salam hangat semuanya.