Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 211 (S2)


__ADS_3

Salam hangat ❤️.


" Ini tidak mungkin, itu bukan mama aku pasti salah lihat. " ucap Luna.


Luna berjalan ingin memastikan orang yang di tutupi kain, bukan lah mama nya dokter dan perawat yang masih berdiri di samping ranjang, Luna membuka kain penutup yang menutupi wajah dan benar saja adalah mama Clara.


" Mama...... " Teriak Luna histeris, Adit, Naisya, Alfan, Dira langsung menghampiri Luna.


" Mama bangun, Jangan tinggalkan Luna ma, mama bangunlah apa mama masih betah di mimpi yang indah sehingga mama tidak bangun bangun. " Ucap Luna menangis memeluk tubuh mama nya yang terbujur kaku darah yang masih membekas di tubuh mama nya Luna yang memeluk terkena juga darah mama nya.


" Mama jangan tinggalkan Luna ma, Luna tidak mau sendirian hanya mama yang Luna punya di dunia ini kalau mama meninggalkan Luna siapa yang menemani Luna ma.... " ucap Luna lirih buliran bening terus mengalir di pipi mulusnya.


semua yang ada di ruangan menatap sendu, melihat seorang anak di tinggal mama nya.

__ADS_1


" Sayang, masih ada Tante di sini kamu sudah Tante anggap anak tante, ikhlaskan kepergian mama kamu Tuhan lebih sayang sama mama kamu nak. " Ucap Naisya juga ikut menangis.


" Ma, Luna mohon bangunlah Luna berjanji akan menuruti kemauan mama, menikah sama laki laki pilihan mama, maafkan Luna yang dulu yang tidak menuruti kemauan mama, bangunlah ma aku akan membahagiakan mama, mama pengen kan melihat anak semata wayang ini menikah aku ingin mama melihat aku menikah jadi aku minta mama bangunlah. " ucap Luna mencium wajah mama nya.


Namun tubuh mama Clara tidak bergerak sedikitpun, Luna semakin memeluk erat tubuh mama nya ia tidak ingin.


🌿🌿🌿


Sesampainya di pemakaman, mama Clara di makam kan, Luna yang terus menangisi kepergian mama nya, yang meninggalkan nya untuk selama lamanya.


Selesai di makam kan, yang lainya sudah meninggalkan tempat pemakaman hanya keluarga Adit, Kenzo yang masih ada di tempat pemakaman Luna yang menyandarkan kepalanya di batu nisan menatap gundukan tanah yang di penuhi bunga bunga hatinya begitu teriris.


David, Davika melihat dari kejauhan ia ingin menghampiri Luna tetapi kalau Luna semakin terpukul yang masih belum bisa menerima kenyataan di tambah lagi kehilangan seorang mama.

__ADS_1


" Pa, ajak lah Luna tinggal bersama kita dia tidak punya siapa siapa lagi. " Ucap Davika.


" Tidak mungkin Luna mau ikut bersama kita, Luna saja sangat membenci kita bukan kah itu sangat mustahil Luna ikut bersama kita. " Balas David.


" Bujuklah seiring berjalannya waktu Luna pasti tidak membenci kita lagi. " ucap Davika.


" Lihat sajalah nanti bagaimana nantinya. " Balas David.


" Luna, Ayo pulang do'akan lah semoga mama kamu tenang di alam sana. " ucap Naisya memegang bahu Luna.


Luna mengikuti ucapan Naisya ia berdiri ia berjalan menuju mobil, sebelum jauh ia berjalan ia memalingkan wajahnya menatap ke makam mama nya yang rasanya ia tidak ingin jauh dari makam mama nya itu, kalau bisa ia ingin ikut menyusul mama nya tetapi belum waktunya untuk menyusul mama nya.


Terimakasih ❤️.

__ADS_1


__ADS_2