
Selamat membaca.
Naisya yang terus dengan celotehnya Adit pun beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati istrinya meletakkan jari telunjuknya ke bibir Naisya.
" dengerin mas dulu sayang, Hanya kamu yang mas cinta tidak ada yang bisa menggantikan posisi kamu di hati mas, mas tidak peduli badan kamu gemuk atau tidak mas tetap mencintai dan menyayangimu dan kamu tidak akan pernah tergantikan oleh wanita lain percayalah sama mas, Mas mencintai kamu dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam." Penjelasan Adit panjang.
" lupakanlah pikiran mu yang tidak tidak mas tidak akan mengkhianati kamu sayang mas menjaga hati untuk kamu dan mas tidak ingin mengecewakan anak kita, Terimakasih sayang kamu sudah mengandungnya. " Ucap Adit memegang erat tangan Naisya.
Naisya yang merasa dengan penuturan Suaminya merasa terharu tidak terasa di ujung matanya buliran bening keluar dari pelupuk matanya.
Naisya sontak memeluk suaminya.
" maafkan aku mas yang sempat berpikiran tidak tidak, Aku tadi cemburu maafkan aku, " ucap Naisya memeluk erat Suaminya.
" ya sudah lupakanlah yang tadi jangan di bahas lagi oke!," ucap Adit mengelus rambut Naisya.
Naisya menganggukan kepalanya.
" ayo sayang kita makan mas sudah laper, " ucap Adit.
" suapin mas ya sayang, " rengek Adit seperti anak kecil.
" iya bayi ku yang gede ini ," ucap Nya menyentil hidung mancung suaminya.
__ADS_1
mereka berdua saling berganti suapan setelah menghabiskan makanannya Adit menyandarkan tubuhnya di sofa.
sedangkan Naisya merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di paha Suaminya.
tidak berapa lama Naisya terlelap Adit yang melihat istrinya terlelap segera membopong tubuh Naisya ke kamar tidur yang berada di dalam ruangan Presdir yang fasilitas lengkap meletakkan tubuh dengan pelan pelan lalu mencium kening nya.
" *pa*sti kamu kelelahan sekarang sudah mengurus buah cinta kita terimakasih sayang " Gumam Adit dalam hati
Alex tidak ada di ruangan Presdir dia paham ada nyonya mudanya jadi ia tidak ingin menganggu.
Adit yang fokus dengan pekerjaannya tiba tiba pintu ruangannya di ketuk.
" masuk " Ucap Adit yang tatapan tidak beralih dari laptop.
" saya tidak memesan kopi kenapa kamu membuatkan nya " ucap Alex dingin.
" saya hanya berinsiatif sendiri pak " ucap Diana.
" bawa kembali kopinya aku tidak haus. " ucap Adit ketus.
" baik pak " ucap Diana Tersenyum terpaksa menahan kesal nya.
1 jam kemudian.
__ADS_1
Naisya terbangun melihat di sekelilingnya.
" astaga Aku ketiduran, " ucap nya lalu beranjak dari tempat tidur keluar kamar mendapati suaminya yang fokus bekerja.
" kamu sudah bangun sayang, " ucap Adit memandang lekat wajah istrinya.
" iya mas aku ketiduran, Aku mau pulang dulu ya mas kesihan Alfan kelamaan aku tinggalkan " ucap Naisya tergesa-gesa membenarkan rambut nya yang acak acakan.
" ayo kita pulang sekarang " ucap Adit yang sudah berdiri di samping Naisya.
" lah bukan nya baru jam 2 mas kan pulang jam 5 " ucap Naisya.
" mas rindu sama kamu dan anak kita sayang " ucap Adit.
" tapi ini masih jam kerja mas " ucap Naisya.
" yang punya perusahaan siapa?. " tanya Adit.
" Kamu mas. " jawab Naisya.
" nah jadi terserah mas dong mau pulang jam berapa " ucap Adit tersenyum kecil.
" yeee mentang mentang berkuasa jadi seenaknya " gerutu Naisya.
__ADS_1