
Malam pun tiba, Rama ke restauran dengan setelan yang sangat memukau, duduk dan menunggu wanita yang sudah beberapa bulan bersama nya, Tasya seorang model terkenal, dia sedang berjalan menuju tempat duduk yang telah di pesan khusus untuknya, mengenakan gaun cantik dan pasti nya terlihat sangat seksi, membuat mata para pengunjung beralih memandang nya karena gaun belakang tasya sangat terbuka sampai ke pinggang, dan itu yang membuat Rama terpikat, Tasya selalu bisa menjadi pusat perhatian, dan Rama menyukai itu.
“Hai baby” ucap Tasya dengan mengecup pipi Rama
“Hay" Rama memblas kecupan Tasya di bibir
Rama memegang tangan Tasya, “Bagaimana perjalan mu ke Paris, lancar ?” tanya Rama
“Yess, but sepulang dari Paris aku mendengar kabar yang kurang mengenakan” jawab Tasya
“What is that ?” tanya Rama
“You want to get married, is it true ?” tanya Tasya kembali
“Jangan di bahas” jawab Rama
“Why ? so, is it true that ?” tanya Tasya kembali
“Hmm, yes, bukan ingin ku tapi keinginan papa mama, dan don’t worry, she’s not my type” jawab Rama
“So, kenapa kamu tidak membatalkan nya saja ?” tanya Tasya kembali
“Sudah, tapi papa dan mama sudah terlanjur menyukai perempuan itu, dan sudahlah, aku tetap selalu bersamamu” jawab Rama
“Serius ? ingat apa yang kamu katakan hari ini “ tanya Tasya
"Apakah kamu tidak merasa aneh aku menikah ?" Timpal Rama
"No, karena aku yakin hatimu hanya milikku" Jawab Tasya
"Lantas bagaimana dengan status ku ?" tanya Rama menyelidik
"Itu bukan masalah, menikah bagiku hanya selembar kertas tidak penting, yang penting kita bahagia" balas Tasya dengan centil nya.
Rama belum tahu apa itu cinta, segala sesuatunya di hubungkan dengan logika, akhirnya Rama sangat setuju dengan pendapat Tasya.
"Bagaimana dengan mu Ram, apa yang membuatmu menahanku selalu di sisimu? tanya Tasya
“Yes, ‘cause aku nyaman sama kamu dan juga kamu tipe ku” jawab Rama
__ADS_1
“Thank you haney” balas Tasya dengan senyum
“Sialan kau Rama, menjadikan aku simpanan, aku tidak mendapat apa-apa dengan menjadi simpanan, baiklah ini pilihanmu, aku akan mengambil semua yang kau miliki “ batin Tasya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Amira melihat Aishe melamun di taman, Amira mendekati nya dan menyadarkan,
“Hai Aishe, apa yang kamu lamun kan ?” tanya Amira
“Astagfrullahaladzim kakakkkkkk, janutngku mau lepas, kenapa sih pake ngagetin segala” jawab Aishe dengan manyun
“Hahahah abis nya kamu ngayal terus, apa sih yang kamu pikirin ?” tanya Amira
“Kak serius nanya deh, itu, anu… hmmm itu.. bukan tentang persaan atau gimana ya, hmm…” jawab Aishe
“Iyaa apa, ngomong itu yang jelas..”tanya Amira
“Itu kak, malam pertama itu gimana ya ? wajib nggak sih, terus gimana ?” jawab Aishe
Mendengar ucapan Aishe, amira terkekeh dengan memegang perut nya, terasa geli dengan pertanyaan adik nya itu.
“Aishe sayang malam pertama itu wajib hukum nya kalau suami kamu minta,” jelas Amira
“Yaa udah, ikut insting aja” jelas Amira
“Insting itu yang kaya gimana, aduh aku takut” balas Aishe
“Insting itu akan timbul dengan sendiri nya saat bersama dia, tenang aja, tapi kamu jangan diam aja kaya candi” jelas Amira
“Terus gimana ?” tanya Aishe
Amira kembali terkekeh mendengar Aishe, “aduh susah kakak ngejelasin nya”.
“Isshh kakak nyebelin ini mah” ucap Aishe sambil berjalan meninggal kan Amira yang masih tertawa dengan tingkah Aishe.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pernikahan telah tiba, semua telah siap di sebuah gedung dengan hias interior mewah, seperti keinginan Aishe yang hanya di hadiri oleh bebrapa kolega dan keluarga, tapi tetap menurut Aishe itu megah dan meriah, sedangkan bagi nyonya Salim, itu masih belum apa – apa.
__ADS_1
Aishe sudah bersiap dengan balutan gaun yang indah, sedikit membentuk tubuh nya, rias wajah membuat kecantikan nya bertambah, membuat yang melihat Aishe takjub, Aishe masih berada di dalam sebuah ruangan dengan berseblahan aula utama, sedangkan tamu tampak takjub dengan ketampanan Rama dengan balutan baju khas Timur selaras dengan Aishe tengah bersiap untuk mengucap ijab kabul.
“Wahai engkau Rama Armagan, aku nikah kan engkau dengan putri ku, Aishe Santoso dengan mas kawin tersebut tunai”. ucap tuan Santoso
“Saya terimah nikah dan kawin nya Aishe santoso dengan mas kawin tersebut tunai” Balas Rama dengan Lantang.
“SAH” .
Semua orang bergembira dengan suasana hening mendengar lafaz ijab kabul Rama, bunga – bunga bertaburan di ruangan itu, dan akhir nya Aishe berjalan ke aula, bersama Amira, Aishe sanagat cantik, sampai Rama pun tak bisa berkedip melihat kecantikan Asihe dengan senyum nya, dia berjalan mendekati Rama dan duduk di sebelah nya, mencium tangan Rama, sedangkan Rama masih dalam mode diam karena takjub, akhirnya Rama di sadar kan oleh tuan Salim "Rama cepat cium kening istri mu” ucap tuan Salim
“E-eh iya pa” jawab Rama
Rama pun mencium kening Aishe, dan akhir nya semua para tamu bertepuk tangan dengan meriah.
“ya Allah, aku sudah terikat dengan pria yang ada di hadapan ku ini, semoga semuanya berjalan baik – baik saja kedepan nya” batin Aishe.
Acara sudah selesai, tuan Santoso dan tuan Salim menyiap kan mereka ruangan untuk honeymoon di sebuah hotel berbintang, mereka berangkat ke tempat orang tua merkea telah atur, Aishe dan Rama hening berada dalam satu mobil, setiba nya dalam ruangan tersebut, Aishe sangat takjub dengan keindahan taburan bunga kelopak mawar di atas kingbad dan lantai kamar mereka.
Rama berjalan dan duduk di atas king bad dengan menyenderkan tubuh nya, sedangkan Aishe berdiam dan sibuk dengan pikiran nya.
“Kenapa liat – liat ? mesum” ucap Aishe
“Mesum ? hey I am your husband” balas Rama
Mendengar jawaban Rama, Aishe memutar mata nya dan masuk ke toilet yang di dalam nya sangat luas, bak mandi dan semuanya membuat aishe terbuai, fasilitas hotel yang sangat mewah.
Badan Aishe terasa lengket, Aishe akhir nya mandi dan menenangkan pikiran nya dengan berendam sesaat, setelah itu Aishe mengambil jubah mandi yang tersedia dalam ruangan tersebut “Sial aku lupa mengambil jubah tidur di lemari, “ gerutu Aishe
Rama, sudah mengetuk beberapa kali.
“Apa yang kau lakukan, cepat buka” teriak Rama
__ADS_1
Aishe yang mendengar nya segera membuka, dengan rambut yang masih basah, terurai indah, membuka pintu dan Rama melihat Aishe untuk pertama kalinya tanpa hijab, memakai jubah mandi terlihat jelas leher Aishe yang jenjang dan mulus, Rama menahan nafas, ***** nya tiba – tiba bergejolak, tapi Rama masih bisa menahan nya.
“Cepat minggir,” ucap Rama datar.