
“Bian maaf kan aku, apa yang harus ku katakan pada mu,” ucap Queen dengan meneteskan air mata nya.
Hari pernikahan akan menjelang tiga hari lagi, Bian semakin bingung di buat Queen yang layak nya permainan petak umpet sangat susah untuk di temui, bahkan membelas pesan dan mengangkat telfon tidak di respon nya, Bian berusaha menemui Queen, tapi setelah belajar Queen lansung berlari memasuki mobil jemputan nya, akhir nya Bian berinisiatif bolos belajar demi Queen dan menunggu Queen di depan pintu kelas nya, saat pintu bel pulang berbunyi.
“Bian ?” ucap Queen kaget
“Queen aku mau ngomong” balas Bian
“Tidak Bian” bals Queen yang ingin berlari menjauhi Bian
“Queen please, sampai kapan kaya gini, kamu kenap Queen?” tanya Bian dengan menarik tangan Queen yang hendak berlari
“Bian...” ucap Queen sendu
“Please, jangan menjauh, Queen aku sayang sama kamu, aku bisa gila di giniin Queen” balas Bian dengan penuh frustasi
Queen berlari menjauh dari tempat tersebut ke tempat yang sepi, Bian ikut berlari mengejar Queen “Queen, berhenti...” teriak Bian
“Bian...” ucap Queen yang di penuhi air mata
“Queen, kenapa menangis ?? please jangan menangis, aku nggak bisa liat kamu menangis” ucap Bian lembut dan menyeka air mata Queen
“Maaf kan aku Bian” ucap Queen dengan sesegukan
“Ada apa Queen, ayo cerita sama aku, apa aku punya salah ?” tanya Bian
“Nggak, kamu nggak punya kesalahan sama skali Bian, aku yang salah, please maafin aku” balas Queen
“Iya, kesalahan apa Queen, ayo cerita, kamu sayang sama aku kan ?” tanya Bian
mendengar pertanyaan Bian, Queen hanya bisa mengangguk “Bian, hubungan kita nggak bisa di lanjutin lagi” ucap Queen dengan isak tangis nya
__ADS_1
“Quen?!!! Kenapa Queen, pleasee.. jangan ngomong kaya gitu, aku cinta banget sama kamu, oke aku yang salah, aku nggak perhatian ? mulai besok aku akan perhatiin kamu sepenuh nya yaa, please jangan tinggalin aku” balas Bian
Mendengar ucapan Bian, tangis Queen semakin menjadi – jadi, “Hey Queen, please ada apa...” ucap Bian
Queen tidak tahan lagi, akhir nya Queen memeluk Bian “Bi, lusa aku akan m-e-nikah dengan Adskan kakak sepupu aku”ucap Queen dengan sesegukan
“Please jangan becanda Queen, nggak lucu” balas Bian
“Aku nggak becanda Bi” ucap Queen
Bian melepaskan pelukan Queen, “Queen liat aku, aku bisa nggak lanjut sekolah yang jelas sama kamu, aku akan ke rumah kamu dan melamar mu, aku nggak terima kamu dengan orang lain Queen”ucap bian dengan menahan sesak di dada nya
“Jangan Bi, ini semua kemauan nenek dan aku menerima nya, aku nggak mau terjadi apa – apa dengan nya, dia punya sakit jantung Bi” balas Queen
“Terus aku gimana Queen, kamu mau ninggalin aku Queen???” teriak Bian
“Queen aku sayang banget sama kamu Queen, please jangan lakuin ini” timpal Bian kembali dengan air mata yang menetes tanpa di sadari nya.
“Maaf Bi” balas Queen dengan menunduk
...****************...
Hari pernikahan akan berlansung dua hari lagi, Queen dan Adskan layak nya musuh bebuyutan yang hampir setiap hari bertengkar dengan hal – hal kecil, tapi untuk ibu Sarah dan Rama tidak menghiraukan, mereka sudah menganggap itu adalah hal biasa, berbeda dengan Aishe hati seorang ibu, sangat khawatir dengan anak nya tersebut.
Queen dan Adskan akan mencoba gaun pengantin yang akan mereka kenakan di acara pernikahan mereka, acara pernikahan yang sangat privasi yang di undangan hanya sanak saudara, Rama berencana akan mengudang mereka tepat di acara resepsi akbar Queen dan Adskan ketika umur Queen genap 25 tahun saat study nya sudah selesai.
“Ihhhh Ibu Ratu gaun nya jelek” keluh Queen
“Nggak kok sayang, ini cantik, tunggu sebentar ” ucap Aishe
Adskan yang berada dalam ruang ganti tidak jauh dari Queen keluar dengan stelan jas yang sangat memukau, membuat pesona tampan nya semakin terpancar kan, sedakan Queen untuk pertama kalinya dia terkesima dengan ketampanan Adskan “Tampan nya macan” batin Queen.
__ADS_1
“Hey, ngapain bengong, penyakit mu kumat lagi ?” tanya Adskan dengan sinis
“Humm dasar, baru di puji sudah mulai nyebelin lagi, emang dasar macan mulut pedas” batin Queen.
“Kenapa diam saja, apakah kau sudah mengakui ketampanan ku ?” tanya Adskan dengan tersenyum sinis
Queen hanya membulat kan mata nya tidak percaya kalau Adskan sangat lah percaya diri.
“Semua nya sudah siap, kaliansangat serasi, sini sini kalian bergaya, ibu Ratu mau potret dulu,” ucap Aishe kegiarangan menarik mereka untuk berfoto
Semua pose foto yang di harap kan bertolak belakang dengan harapan.
...****************...
H – 1 menjelang pernikahan, Queen hanya berada dalam kamar, tidak melakukan apa pun, izin sekolah sudah di terima nya dengan alasan untuk berkunjung ke Turki selama sebulan, Queen menunggu pesan dari Bian, terakhir kali Bian pergi begitu saja, hati Queen merasa sakit melihat nya, Queen ingin permintaan maaf nya memiliki jawaban, segala pesan teks yang terkirim ke nomor Bian saat ini sudah tidak terbalas lagi, Queen mengingat saat – saat indah bersama Bian, penuh canda tawa, layak nya kebanyakan hubungan persahabatan lain nya, yang pada akhir nya mereka nyaman dan memutus kan untuk membuat satu hubungan.
di tempat lain “Queen, kenapa kau sangat tega pada ku, apakah dengan sedikit memberontak tidak bisa kau lakukan, queen aku sangat mencintaimu” ucap Bian yang sedang duduk di sebuah ruangan dengan mengepal kan tangan nya.
Tetesan air mata Bian bercucuran, seorang lelaki tidak lah akan mengalir kan sebuah air mata tanpa memiliki perasaan yang amat besar dan tulus kepada perempuan tersebut, sesekali Bian menyeka air mata nya mengingat kekasih yang di cintai nya tidak akan lama lagi menjadi milik lelaki lain.
Bian membaca semua pesan teks Queen “Bian maaf kan aku, pleasee ..”.
“Ian kamu di mana?”
“Bian, kamu tahu bagiku ini juga berat”
“Aku mencintaimu Bi”.
Bian akhir nya membalas pesan teks Queen “Jika benar kau mencintaiku, temui aku di taman dan pergi bersama ku, aku menunggu mu malam ini di taman”.
Queen menerima pesan dari seseorang yang sangat di tunggu nya sangat bahagia, saat Queen membaca pesan singkat Bian raut wajah nya berubah dan menekan tombol panggilan ke Bian.
__ADS_1
“Halo, Bi.” ucap Queen
“Queen..” balas Bian dengan sendu