
Selamat membaca 😗.
Selamat membaca 😗.
Ia hanya diam mematung rasa kesal campur aduk sekaligus marah.
" Sekertaris Diana, " panggil Naisya yang masih duduk di pangkuan Suaminya.
" Iya Nyonya ada yang bisa bantu." jawab Diana walaupun perasaannya kesal tapi ia berusaha menetralkan perasaannya mencoba tersenyum walaupun terpaksa.
" apa kamu berniat ingin berdiri di situ sampai waktu pulang kerja?. kalau tidak kamu tahu kan pintu keluarnya dimana. " ucap Naisya.
" I.... iya saya tahu Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu. " ucap Diana keluar raut wajahnya langsung berubah masam.
Di saat Diana keluar Naisya langsung beranjak dari pangkuan Suaminya.
" Kenapa sayang?. " tanya Adit.
" Nggak apa apa kok mas aku mau duduk di situ saja, " balas Naisya berjalan menuju sofa.
__ADS_1
Ruangan Presdir yang berkonsep minimalis modern yang berwarna putih agak ke cream an dan di sertai berfasilitas lengkap warna sofa yang tidak terlalu mencolok yang senada dengan tembok berwarna yang patut di padu padankan.
Kamar tidur yang sudah ada berada di ruangan Presdir, ia ingin ada kamar tidur di saat dia ingin beristirahat sejenak sebelum menikah Adit sering tidur di perusahaan apabila pekerjaan nya lembur di saat larut malam.
Adit berjalan menuju istrinya yang sedang duduk bersantai di sofa panjang.Ia pun mendekat kan wajah ke wajah Naisya membuat Naisya terkejut.
" Kenapa mas ada apa?. " ucap Naisya bingung karena suaminya sudah berada di depannya.
Hembusan nafas Adit begitu terasa di wajah nya, Naisya yang sudah terbaring di atas sofa kini tubuh nya berada di bawah Adit.
" kenapa kamu bertanya seperti itu sayang, Bukanya kamu yang menawarkan nya dan memberi mas jatah sekarang juga apa kamu tidak ingat? barusan saja kamu mengatakannya., " ucap Adit tersenyum nakal.
Wajah Naisya menjadi merah merona yang terlalu posesif.
" Astaga tuh kan dia memintanya kenapa juga sih nih mulut harus bilang sekarang engga bisa di ajak kompromi dulu apa, " Gumam Naisya dalam hati.
__ADS_1
" Tapi jangan sekarang juga mas ingat ini di kantor, " ucap Naisya penuh penekanan di kata terakhirnya.
" mau di kantor kek, atau di lobby kantor juga tidak apa apa siapa yang berani ngelarang mas. " balas Adit sambil menciumi pipi istrinya.
" dasar Suami tidak mengenal tempat dan waktu, " Gerutu Naisya.
" Hahahah jangan membangunkan singa yang lagi tidur, kamu harus tanggung jawab sayang untuk menidurkan nya, " balas Adit dengan tersenyum sumringah.
" Kalau ada yang masuk gimana, aku malu mas mau di taruh dimana nih muka aghhhh kenapa sih mas tunda dikit aja dulu di rumah kan bisa." protes Naisya.
" Tidak ada yang berani masuk tanpa se izin mas, dan apabila yang berani masuk akan mas pecat detik itu juga. " ucap Adit tegas.
" Mas tidak bisa menahannya lagi, semenjak kamu melahirkan anak kita mas harus menahan diri walaupun mas tidak bisa tapi harus bisa, sekarang mas menginginkan nya jangan di tunda tunda lagi. " ucap Adit lagi.
Ia merasa bersalah berucap ingin menunda kepada suaminya, ia tahu suaminya menahan hasratnya dengan susah payah menahannya.
" Maafkan aku mas, aku tadi berniat menundanya. " ucap nya lirih.
" Tidak apa apa sayang, " ucap Adit langsung menyerang bibir yang berwana merah muda
__ADS_1
dan terjadilah yang Adit inginkan, bagaimana? hanya Adit dan Naisya yang tahu wkwkk🤭
terima kasih 🍭