
Aishe berjalan dengan menggerutu melihat Rama dengan wajah datarnya “ Dasar arogant”.
Masih dengan bayangan tubuh Aishe di kepala Rama yang terus terngiang - ngiang, leher jenjang dan kulitnya yang putih membuat Rama sangat ingin mengecup nya, "Rama sadar lah, jangan terpancing, wanita sepeti dia banyak di luar sana, dia hanya menginginkan hartamu dan memperalat mu dengan pernikahan, sadar lah Rama dia wanita munafik dan licik” gerutu Rama.
Aishe di dalam ruangan membuka setiap lemari, hanya ada satu set pakaian untuk Aishe dan Rama, Aishe dengan gaun tidur sedangkan Rama set jubah tidur dengan lengan pendek, Aishe yang memakai gaun tidur nya sangat syok saat berdiri di depan cermin.
“aaaaaaaaaaaaaaa"
Rama mendengar teriakan Aishe kaget, dia berlari dengan balutan handuk dengan memamerkan otot sixpack nya, "Ada apa ?” tanya Rama
Aishe yang melihat Rama kembali teriak “ aaaaaaaaaaaaa”
Rama yang melihat ekspresi Aishe paham bahwa yang membuat nya teriak adalah hal lain pada akhir nya Rama berinisiatif ingin mengusili Aishe, Rama mendekati Aishe dengan melangkah pelan, Aishe yang melihat tingkah Rama berusaha melangkah mundur "Apa yang kau lakukan ?” cepat mundur" ucap Aishe dengan panik
Rama melihat dengan lekat ternyata Aishe saat itu sangatlah seksi, kaki jenjang Aishe dan paha mulusnya terlihat jelas, dan juga belahan yang sangat indah terlihat, membuat Rama menelan slavina nya, tapi niat usil Rama belum hilang, Aishe menyadari jarak Rama semakin dekat, akhir nya Aishe berlari untuk menghindari Rama, sedangkan insting Rama yang cekatan tahu bahwa Aishe akan berlari, akhirnya Rama hanya melangkah dengan sekali gerakan menarik tangan Aishe membuat mereka terjatuh ke atas kingbad yang empuk, membuat taburan bunga semakin bertaburan, Aishe berada di bawah kukuhan Rama, dengan posisi seperti itu Rama semakin sulit mengontrol diri nya, saat kulit tubuh mereka bersentuhan.
“Aishe kau sudah melewati batas mu” ucap Rama
“Apa maksudmu….” balas Aishe yang tidak mengerti
Kecupan Rama sudah mendarat indah di bibir ranum Aishe, mengecup dengan lembut, sedangkan Aishe yang merasa syok, hanya diam merasa sengatan listrik menjalar di seluruh tubuhnya, kecupan Rama yang telah mendominasi memberi gigitan - gigitan kecil yang pada akhir nya membuat Aishe kembali tersadar dan kembali membuat Aishe meronta dengan memukul pundak Rama untuk minta di lepas, sedangkan Rama sudah semakin memperdalam ciuman nya, menggerakan daging di dalam rongga mulut Aishe yang menurut rama sangat manis.
Aishe berusaha sekuat tenaga namun saat ini tangan Aishe sudah tertindih oleh tangan Rama, dengan kekuatan apapun Aishe tidak bisa berbuat apa – apa lagi.
__ADS_1
Rama mengecup leher jenjang aishe dan membuat tanda kemepilikan di sana, “Please no” ucap Aishe dengan menahan tangis nya, tapi untuk Rama kata Aishe bukan sebuah permohonan lagi melainkan terdengar sangat seksi, Rama melanjut kan kecupan nya sampai kedua puncak Himalaya Aishe yang lembut dan membuatnya berirama, membuat Aishe pada akhirnya ikut dalam suasana.
Aishe yang tadi nya memohon untuk dilepaskan pada akhir nya mengeluar kan ******* ******* kecil yang membuat Rama menambah perlakuan intens nya kepada Aishe.
.
Aishe sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh nya, begitupun dengan Rama, Aishe hanya memejam kan mata, sedangkan Rama yang sedang di buru ***** membuat Aishe semakin tidak karuan, dengan kecupan – kecupan lembut di area sensitive Aishe, Rama yang sudah sangat lihai, membuat Aishe ingin mengeluar kan sesuatu dari dalam sana “Please stop, aku....“ ucap Aishe.
“Keluar kan sayang,” ucap Rama dengan seksi, membuat Aishe merasa aneh, nafas Aishe masih memburu, membuat Rama kembali mengecup bibir Aishe.
“Saat nya giliran ku, “ bisik Rama
Aishe merasa sesuatu yang keras di bawah sana berusaha memasuki ruang membuat Aishe kembali sadar dan memukul pundak Rama, Rama tidakpeduli dengan perlakuan Aishe, "Aku akan lembut" bisik Rama yang tahu jika Aishe akan merasa sakit, Rama melakukannya dengan pelan, usaha Rama pun dimulai memasuki ruang yang sempit itu, Aishe menangis dengan sedikit mendesah, rasa sakit dan nikmat beradu menjadi satu, sedangkan Rama kembali memaksa memasukan nya lebih dalam dan pelan, Rama dan Aishe berdenguh bersamaan, Aishe tanpa sadar memeluk Rama, sampai akhir nya Rama menggerakan miliknya sesuai sesuai irama dan *******, maalm ini mereka menikmatinya tanpa sadar tak ada cinta di antara mereka, dan saat itu juga Aishe sudah kehilangan segala nya.
Subuh menjelang, Aishe terbangun, sadar dengan apa yang di lakukan semalam, membuat nya kembali menangis, dia melakukan dengan suami yang tidak di cintai nya, menangis karena tubuh nya serasa remuk dengan perlakuan Rama, kakinya terasa sakit dan susah untuk berjalan, Aishe berusaha untuk ke kamar mandi, sedangkan Rama yang sedang pura - pura tertidur menyadari hal itu membuatnya merasa bersalah "Apakah aku memperlakukan nya kasar ? ternyata dia masih perawan. Sial, kenapa wanita matre itu masih menjaga di saat ini, wanita perawan pertama yamg ku tiduri adalah dia, ternyata rasanya cukup luar biasa”. Batin Rama, antara kesal dan bahagia dengan kembali melanjutkan tidurnya.
Pukul 07.00 pagi, Rama di bangunkan oleh telfon dari mama untuk mengajak nya makan bersama, Rama mencari keberadaan Aishe, melihat Aishe sudah siap dan duduk menyendiri di balokn kamar, kemudian Rama menyadarkan Aishe dari lamunan nya.
“Mama mengajak kita sarapan di rumah nya” ucap Rama
“Hmmm” jawab Aishe
“Ok, mana pakaian ku” Tanya Rama
__ADS_1
“Di meja, tadi pagi pelayan mengantar kan nya” jawab Aishe
“Aku siap – siap dulu, setelah itu kita berangkat” balas Rama.
Sepanjang perjalanan terdengar hening, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing – masing, untuk pertama kalinya Aishe menginjakan kaki ke istana megah Salim, Aishe sangat takjub dengan kemewahan nya, Aishe dan Rama berjalan memasuki rumah tersebut dengan melewati berbagai banyak pelayan yang menyapa mereka.
“Hey anak mama sudah datang, ayo sini duduk” ucap nyonya Salim
“Assalamualaikum ma, “ ucap Aishe dan mencium pundak tangan ibu Sarah
“Waalaikumsalam sayang, aduh mantu mama cantik sekali, sini duduk “ucap ibu Sarah
Rima melihat Aishe member tatapan sinis, sedangkan Rama masih dengan mode wajah datar nya, tak lama kemudian tuan Salim ikut bergabung keruangan.
“Eh aishe sudah datang” ucap tuan Salim
“Asslamualaikum pa,” ucap Aishe sambil mencium pundak tangan tuan Salim
__ADS_1
“Waalaikumsalam Aishe, silahkan duduk, kita sarapan sama – sama ya” ucap tuan Saliim