Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 48


__ADS_3

“Bagaimana keadaan nya?” tanya Adskan


“Dia sedang dalam penanganan Dokter” jawab Jabbar


“Apakah ada masalah dengan hubungan kalian?” tanya Jabbar kembali


“Aku memutus hubungan kami menjadi teman kembali” jawab Adskan


“Why ?” tanya Jabbar


“Dia membuat ku Gila, Jabbar, apakah dia cerita kepada mu?” balas Adskan


“Iya, dia selalu meminta cara untuk menaklukan mu, dan kau tau aku tidak bisa memberikan solusi apapun, dan dia memintaku berkunjung untuk menghipno terapi diri nya, saat aku tiba dia sudah tidak sadar” jelas Jabbar


“She’s mad” ( dia gila) ucap Adskan


Jabbar menepuk pundak Adskan untuk menguat kan.


“Pasien Alara, apakah anda wali nya?” ucap Dokter


“Iya dok” bals Jabbar


“Pasien sudah sadar, silah kan” ucap Dokter


Jabbar dan Adskan masuk ke ruangan tersebut, nampak wajah pucat Alara dengan derai air mata “mengapa kau menolongku, seharus nya kau membiar kan saja aku mati”


“Alara please, aku tidak bisa melanjutkan nya lgi” ucap Adskan


“kenapa ? kita sudah bersama selama tiga tahun adskan, apa lagi?” balas Alara


“Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu, tiga tahun ... iya benar aku memberimu kesempatan itu tapi jantungku tidak berdetak dengan menyebut namamu Alara” jelas Adskan


“kau bohong, kau hanya tidak berusaha” teriak Alara


“Alara, semua perhatian ku terhadap mu adalah usahaku untuk membuka hati untuk mu tapi aku merasa biasa saja” balas Adskan


“Adskan please, aku sangat mencintai mu, aku takbisa hidup tanpa mu” ucap Alara


“tapi ada sesuatu yang tidak bisa kita paksakan alara dan itu berada di luar kendali kita” balas Adskan


“Lantas, jantungmu berdetak untuk saiap, Queen ?” ucap Alara

__ADS_1


Mendengar nama Queen, Adskan terdiam.


“Apakah kau menyukai nya ?” tanya Alara kembali


“Adskan please jawab aku, bukan kah kau ingin menceraika nnya ?”


“Apa yang spesial dari dirinya di banding aku?? Apa ?” teriak Alara


“Entahlah, aku tidak tahu kapa aku mulaimenyukai nya tapi Alara, jantungku berdetak aneh hanya dengan menyebut nama nya, kami selalu dalam hubungan yang rumit, memulai percakapan dengan pertengkaran, tertawa dengan sikap konyol kami tapi semua itu membuat ku nyaman bahkan aku merindukan tiap pertengkaran kecil kami” jelas Adskan


“Sudah lah Alara, Adskan pun kau tahu sendiri dia suah status menjadi suami orang, walau tidak dengan Queen, kau tetap lah akan disalah kan dalam hal ini, kau harus ikhlas, masih banyak pria di luar sana yang menunggu mu” ucap Jabbar


“Jadi ini alasan kau tidak pernah menyentuh ku selama tiga tahun ini, karena kau menjaga diri mu untuk nya, bodoh nya aku yang selalu mempermalukan diri sendir” ucap Alara dalam isak tangis nya


“Maaf kan aku” ucap Adskan dan berlalu meninggalkan Alara


...****************...


Adskan kembali ke rumah milik nya dan mencerna segala perkataan yang dia lontarkan kepada Alara tanpa sadar, Adskan menyenderkan diri nya di sebuah sofa dan membayangkan semua tentang Queen. “Ya Tuhan mengapa aku baru menyadari bahwa aku menyukai nya, Queen aku akan membuat mu jatuh cinta kepada ku, aku tidak bisa mengakhiri pernikahan kita” ucap Adskan.


Keesokan hari nya, Adskan berusaha berubah menjadi lebih baik lagi dalam mendekat kan diri nya ke Queen,dengan memebrikan beberpa perhatian yang membuat Queen sedikit aneh dengan perubahan Adskan yang tiba – tiba berubah.


“Aku sedang berada di Asrama” jawab Queen


“Apakah malam ini kau sibuk ?” tanya Adskan


“Tidak, kenapa ?” balas Queen


“Aku ingin mengajak mu makan malam” ucap Adskan


“Tumben, ada perayaan apa?” tanya Queen


Untuk menutupi gugup nya, Adskan kembali dengan mode datar dan narsis “Kamu banyak tnya, mau makan gratis tidak, kebetulan bisnisku akhir – akhir ini ada peningkatan, aku hanya ingin bersedekah, aku menunggu mu di Restoran tidak jauh dari kampus, malam ini pukul 20.00, jangan terlambat” ucap Adskan dengan mematikan telfon nya.


Queen yang mendengar penjelasan Adskan hanya bisa tersenyum dan sedikit heran “ Entah dia kesurupan jin apa malam ini”.


“Cieee yang lagi senyum – senyum, telfon dari Ryo yah, cieee” ledek Tiara


“Nggak tuh,” Balas Queen


“Ah masa” timpal Tiara

__ADS_1


“Husss sana, selesaiin tugas nya” balas Queen dengan terkekeh.


Queen tengah bersiap – siap untuk makan malam bersama Adskan, di perjalan Queen memutus kan berjalan kaki santai menuju Restoran tersebut, malam pun belum larut, Queen pikir masih aman, di perjalan tiba – tiba Queen bertemu dengan beberpa lelaki yang menggoda nya.


“Hay Girl, Where are you go?” ( hai cantik, kamu mau kemana ) ucap salah satu pria tersebut dengan memperhatikan tubuh Queen dengan lekat.


“What are you doing, Get the **** out of here” ( apa yang kalian lakukan, pergi dari sini) balas Quenn


Tapi beberapa dari mereka sudah mendekati Queen dan memegang rambut Queen, Queen sangat ketakutan, tubuh nya bergetar hebat karena takut, air mata Queen tengah mengalit.


“Dont cry baby, I wanna make you happy” ( jangan menagis sayang, aku akan membuat mu bahagia ) ucap pria tersebut.


“Help...” teriak Queen


Dan akhir nya sebuah tendangan melayang ke pundak dan kepala pria tersebut, begitupun dengan yang lain nya, hanya satu orang yang membuat mereka babap belur hanya dengan satu tendangan membuat mereka lari terbirit – birit.


“Queen,,,” ucap Adskan dengan panik dengan mendekati Queen.


Queen yang mendengar suara tersebut, suara yang sangat di kenal nya,”Adskan”, Queen tiba – tiba melebur kan pelukan nya ke Adskan dengan erat.


“Adskan, aku takut, kamu dari mana saja “ ucap Queen dengan tangisa nnya.


Adskan mengusap kepala Queen dan menicum kening Queen.


“Maaf kan aku Queen, aku janji, hal ini tidak akan terulang lagi, ini salah ku tidak menjemput mu” jelas Adskan dengan membalas pelukan Queen.


Mereka akhir nya membatal kan acara makan malam mereka dan Adskan membawa Queen kembali ke rumah milik nya, sampai di rumah tersebut, Queen sangat kagum dengan interior rumah tersebut dengan elegan dan terkesan mewah.


Queen paham betul dengan selera Adskan yang hanya menyukai dua warna, hitam dan putih tapi itu tidak membuat kemewahan dan kenyamanan di setiap sudut rumah tersebut hilang.


“Queen, minumlah” ucap Adksan dengan menyodor kan sebuah gelas yang berisi jus jeruk kesukaan Queen


“Thanks” balas Queen


Mereka berdua duduk dengan canggung, diam dan menikmati minuman yang mereka sesekali teguk, mereka kadang saling melirik dan tersenyum, perasaan mereka murni tapi di penuhi dengan gengsi yang cukup tinggi untuk mengakui nya.


“Kamu suka nonton?” tanya Adskan


...****************...


🌷jangan lupa like, koment, dan saran nya yaa kakak kakak reader🌷

__ADS_1


__ADS_2