
Selamat membaca 😗.
Matahari sudah menampakkan sinarnya, yang memberikan kehangatan di pagi hari.
Naisya sudah siap siap, sedangkan suaminya masih tertidur pulas di kasur.
" Mas, ayo bangun aku sudah siap nih yang lain bentar lagi akan datang. " ucap Naisya sambil menggoyangkan tubuh suaminya.
Adit mengerjapkan matanya, lalu ia menuju ke kamar mandi. sedangkan Naisya memandikan alfan.
Beberapa menit kemudian.
Alfan yang sudah di mandikan, di pakaikan jubah mandi, tentu saja menggemaskan siapa yang melihatnya
Anaknya yang terus memandangi wajah Naisya, kini ia merasa lebih bersyukur atas apa yang di berikan Tuhan kepadanya. anak adalah harta yang paling berharga.
Di saat Naisya memberikan bedak untuk anaknya, tiba tiba Adit berbaring di samping anaknya hanya melilitkan handuk di pinggangnya yang mulai menciumi wajah anaknya.
" Mas pasang baju dulu, jangan gangguin dia mas apa tidak lihat. " ucap Naisya kesal di saat ia memberikan wangi wangian ke anak nya malah suaminya yang terus menganggu.
" Lihat sayang, Daddy kena marah lagi kan mommy kamu marah marah terus sama Daddy kesihan kan Daddy. " Adit beradu kepada buah hatinya.
__ADS_1
" Pasang dulu baju, lihat sudah jam berapa ini sebentar lagi kita akan berangkat kan. " ucap Naisya menunjuk jam dinding.
" iya sayang, bawel banget istriku ini. " ucap Adit beranjak dari tempat tidur menuju lemari.
Tidak berselang lama sepasang suami istri beserta anaknya menuruni anak tangga, Alex yang sedang duduk menunggu di sofa sedangkan Rani hanya berdiri.
" Ran, kenapa berdiri duduk saja di situ tidak apa apa. " ucap Naisya seraya duduk di sofa.
Sedangkan Alex yang terus memandangi wajah Rani, entah apa yang bergelut dalam pikirannya sorot mata yang menandakan sorot yang tidak biasanya.
"Bi Inem, Rani tolong ambilkan koper kami di kamar. " pinta Naisya.
Dengan cepat Bi Inem dan Rani mengambil beberapa koper yang sudah di siapkan nya tadi malam.
" Ehemmmm..... " Dehem Adit yang melihat Alex terus memandangi.
" Ehemmmm...... " Deheman yang kedua kalinya.
Dengan Cepat Alex menoleh ke arah Adit yang senyum senyum.
" Ya Elah mandangin terus, ingat Lex hati hati kepincut. " Celetuk Naisya.
" Oh saya tidak memandangi nya, saya melihat furniture rumah yang sangat bagus baru pertama kali saya melihatnya. " elak Alex.
__ADS_1
" Furniture, apa si Rani Alasan saja kamu Lex." ejek Naisya.
" Ayo kita berangkat. " Ucap Adit.
mereka berempat masuk kedalam mobil, Rani yang duduk bersebelahan dengan kursi kemudi, yang tentu saja Alex menyetirnya ia merasa tidak nyaman, Tapi apalah daya mau tidak mau terpaksa dia duduk di samping laki laki yang merasa ia segani.
Alex langsung menancapkan pedal gas mobil menuju bandara, mobil terus bergulir Alex yang memasang wajah datar seperti biasanya Sedangkan Rani hanya duduk diam yang terus menatap ke arah jalan.
Sepasang suami istri itu saling pandang melihat dua orang yang di depannya ini tidak bicara sepatah kata.
" Eh Lex, Jangan datar gitu mukanya mau di sama in sama aspal jalanan?. " ucap Naisya.
" Memang seperti ini saya Nona, datar tapi tidak sama datar seperti jalanan. " balas Alex.
" Ran, jangan diam Mulu bicara seperti kita kemarin jangan seperti ini senyap. " ucap Naisya.
Naisya ingin sekali menyatukan Rani dan Alex, Apakah Alex mau dengan Rani? tapi tatapannya apakah ada arti dari sorot matanya yang tidak beralih kepada Rani?.
Mau tau tunggu kelanjutannya 🥰.
Author.
Mohon Like dan komen.
__ADS_1