Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 159


__ADS_3

Salam hangat ❀️.


" apa boleh kami menginap beberapa hari di sini. saya ingin melihat lihat di daerah sini " ucap Naisya.


" Tentu saja boleh, Tapi...... " Ucap Ibu.


" Tapi apa Bu... " Tanya Naisya.


" Takutnya Tuan, Nyonya tidak bisa tidur di tempat seperti ini di sini banyak nyamuk apalagi kesihan Tuan kecil yang kenyamukan. Tidur di rumah ini jauh dari kata nyaman jauh berbeda di tempat Tuan, Nyonya. " ucap Ibu.


" Ibu jangan berkata seperti itu, kami bisa tidur di sini kalau Alfan saya kasih lation anti nyamuk Bu jadi tidak bakalan di gigit Nyamuk. " Ucap Naisya.


" Syukurlah kalau Nyonya bisa tinggal di tempat seperti ini. " Ucap ibu.


Sebelum berangkat ke rumah Rani Naisya sudah membawa beberapa baju ia untuk suaminya apalagi perlengkapan Alfan, Ia menginap sekaligus melihat lihat dan ada maksud tertentu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Pagi yang sangat sejuk apalagi di sekelilingnya hanya persawahan, jarak dari rumah tetangga berjarak 10 meter yang tidak begitu dekat.


" Ran, bisa ajak saya keliling daerah sini saya mau melihat lihat. " ucap Naisya.

__ADS_1


" Bisa sekarang?. " Tanya Rani.


" Iya tunggu apalagi, Mas Adit sama Alex biar menjaga Alfan. " ucap Naisya.


Mereka berdua terus bejalan menelusuri yang ada juga kebun.


" Di sini enak ya jauh dari kota tenang dan aman di sini. " ucap Naisya.


" Iya di sini tidak seramai di kota. " balas Rani.


Beberapa preman menghampirinya.


" Eh ada Neng di sini, mau nemenin Abang kebun ya neng. " ucap preman dengan tatapan bejat.


" Jangan dekat-dekat atau saya teriak. " Ancam Naisya.


" Silahkan Neng gelis teriak coba lihat sepi hanya ada kami di sini. " ucap beberapa preman.


Rani bergidik ngeri, melihat preman yang tersenyum sinis yang memberikan kode kepada teman nya yang ingin berniat sesuatu.


" Awas kalian macam macam sama kami. " ucap Naisya sambil berjalan mundur.

__ADS_1


" jangan takut sama Abang, Abang hanya pengen menikahi kamu itu saja tidak lebih. " ucap Paman lalu mencengkeram erat lengan Naisya, Lengan Rani juga di cengkram dengan paman satunya.


" Lepaskan beraninya menyentuh mereka berdua. " Teriak Adit penuh amarah.


" Anda siapa jangan sok jadi pahlawan. " ucap Paman yang berjalan menuju Adit dan Alex.


" Aaaaa ......... berhenti. " Teriak Naisya histeris.


" Cukup..... " Ucap Rani.


Akhirnya jadilah pergerumulan Alex yang terus memukuli begitu juga Adit yang memberikan hantaman keras beberapa menit para preman jatuh tersungkur.


ia merasa kalah para preman pun melarikan diri, Wajah Alex yang lebam dan di sudut bibirnya berdarah akibat tamparan, Adit yang juga lebam di wajahnya tapi tidak sebanyak Alex.


" Ayo mas kita balik kerumah Rani, kita obati luka kamu. " ucap Naisya.


Rani yang merasa tidak tega melihat wajah Alex yang terluka yang melindungi dirinya dari paman bejat. ia bisa melihat Alex yang begitu melindungi dirinya.


Sesampainya di rumah Rani, semua Yang ada di rumah terkejut.


" Ada apa ini Kenapa jadi seperti ini. " Tanya ibu panik.

__ADS_1


" Tadi kami di ganggu preman, untung saja mas Adit sama Alex datang menolong kami " ucap Naisya.


" Kamu bawa Nyonya kemana pasti ketempat jauh kan di situ banyak preman Rani, seharusnya di dekat sini sini saja jadi seperti ini kan. " ucap Ibu marah.


__ADS_2