Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 11


__ADS_3

“Halo” ucap Rama


“Sayang kamu di mana?” tanya Tasya dengan manja


“Aku di kantor” jawab Rama


“Ketemuan yuk” ucap Tasya


“Aku sibuk” jawab Rama


“Kalau sudah tidak sibuk hubungi aku yah” ucap Tasya


“Ok” jawab Rama


Di rumah aishe tengah sibuk video call dengan Amira,


“Kak, aku sudah memenuhi kebutuhan dia, membersihkan rumah, nyetrika dan siapkan segala kebutuhan nya hanya saja dia belum berubah kak” ucap Aishe.


“Aishe, kamu tahu kelemahan Rama, dia suka masakan mu, jadi kamu harus cari tahu masakan apa saja yang dia suka, kamu telfon ibu Sarah dan pakai pakaian yang seksi di rumah” jelas Amira


“Ohh iya, masakan yaa kak, aku akan telfon mama Sarah dulu, thank you kak, your are the best” ucap Aishe centil


Aishe sibuk menelfon dan meminta resep ke mama Sarah dan setelah itu Aishe ke toko peralatan rumah dan lain nya, untuk mengubah konsep rumah berwarna hitam putih menjadi berwarna warni dengan bunga, tirai berwarna lembut dan yang lainnya.


Sedangkan di tempat lain Rama sedang makan siang bersama Tasya di sebuah restoran


“Baby are you happy ? if you not, I wanna make you happy” tanya Tasya


“Biasa aja but thank you, so how’s your job ?” jawab Rama


“Kontrak terbaru batal, aku harap kau bisa membantuku beb” ucap Tasya

__ADS_1


“I am a business man, kontrak bukan karena bantuan tapi berapa keuntungan” jwab Rama


“Keuntungan nya banyak beb, but hmm masalah kerjaan aku stress, aku mau shoping “ jelas Tasya


“Its ok, setelah makan kita shoping” jwab Rama


Aishe di rumah telah memasak makan malam kesukaan Rama, sedangkan Rama tengah shoping dengan Tasya, jam sudah menunjukkan larut, Rama pulang dan takjub melihat suasana rumah berubah drastis, Rama tidak marah sama skali melihat setiap ruangan. Tapi rama tetap menggerutu “Wanita cengeng ini, seperti nya ada aku dan tidak ada aku dirumah ini, dia sangat menikmati nya, dia tidak pernah menunggu ku sepulang kerja, berbeda dengan Tasya, dia pasti akan bertanya terus, kapan pulang, di mana, sedang apa, pulang jam berapa hmmm”.


Rama kembali ke ruang makan untuk minum dan melihat di meja tertata makanan kesukaan dia, Rama ingin makan tapi karena menjaga gengsi, akhir nya Rama mengurungkan niat nya “Pintar juga si cengeng ini merayu, dia tahu semua makanan kesukaanku” gerutu Rama.


...****************...


Pagi kembali menjelang, Rama mencari sosok Aishe, seperti biasa sarapan telah di siapkan dan pakaian sudah di setrika, Rama sudah siap ke kantor dan sudah menjadi kebiasaan Rama untuk melihat wajah istri nya itu setiap pagi walau dengan beberpa kalimat ocehan dan gengsi, Rama sudah menjadi terbiasa “ di mana lagi si cengeng itu” gerutu Rama.


Rama berjalan ke setiap sudut ruangan tidak mendapati Aishe, akhir nya Rama berjalan ke taman belakang, Aishe nampak sedang yoga dengan mengenakan mini tentip yang hanya menutupi dada, dengan celana leging yang ketat, tubuh yang ramping dan belahan himalaya yang indah, Rama kembali melonggar kan leher baju dan dasi yang sudah terpasang rapi, Rama merasa tenggorokan nya panas melihat body Aishe, Akhirnya Rama segera meninggal kan rumah dan mengendarai mobil sport nya ke kantor.


“Tuan Rama, tuan Rama “


Rama yang sejak tadi melamun, akhirnya tersadar dengan sinta memanggil namanya beberapa kali.


“Maaf tuan, anda akan segera rapat, 10 menit lagi “ timpal Sinta kembali


“Sinta, tolong cancel semua rapat hari ini, saya sedang tidak enak badan” jelas Rama


“Baik tuan” jawab Sinta dengan wajah bingung karena melihat Rama saat itu sangat sehat, Akhirnya sinta pamit.


“Sial, wanita itu selalu melintas di pikiran ku, sial, aku sudah mulai terjeurumus oleh nya” gerutu Rama.


Kembali handphone Rama di penuhi dengan panggilan Tasya.


“Sayang aku menunggu mu di tempat biasa, aku menungu mu bersama Tio” ucap Tasya

__ADS_1


“Ok, I am coming “ balas Rama


Rama mematikan telfon nya, dan beberpa menit handphone Rama kembali berdering, ibu Sarah menelfon dan mengancam Rama untuk segera pulang, ibu Sarah tahu melalui beberapa mata - mata yang dia tempatkan di sekitar Aishe dan Rama, jika Aishe selalu di tinggal sendiri, “Rama, kalau mama tahu malam ini dan seterus nya kamu selalu membuat Aishe sendiri dirumah, mama akan hapus nama kamu dari daftar keluarga kita, cepat pulang “. Jelas ibu Sarah dengan ancaman


“Dasar wanita licik, cengeng , tukang ngadu” gerutu Rama


Di Club "Gimana Rama, he’s coming ?” tanya Tio ke Tasya


“Sure, ‘cause he’s love me”. Balas Tasya dengan bahagia


Rama telah tiba di parkiran CLUB, tidak seperti biasanya, Rama di landa kebingungan memilih, apakah akan masuk atau pulang mengikuti perintah mama nya, setelah beberapa menit, Rama memutus kan untuk pulang ke rumah, sepanjang perjalanan Rama membatin “Aku sudah menikahi nya, harus kah aku laksanakan tanggung jawab ku? Tapi aku tidak menyukai nya”, Rama menghembuskan berat nafas nya.


Tasya yang menunggu Rama sudah kesal, tidak biasanya Rama terlmbat dari yang Rama janjikan, Tasya beberapa kali menuangkan wine dalam gelas nya.


“Tasya, where’s he ?” tanya Tio kembali


“Forrgeted, lets dance “ balas Tasya yang sudah mulai mabuk.


Karena mereka sama - sama mabuk Tasya dan Tio asyik berdansa menikmati alunan musik yang DJ mainkan, hingga tak sadar mereka tidur bersama, Tasya yang mabuk menikmati suasana saat Tio memeluk nya, mencium pundak nya, leher dan setiap area sensitif Tasya, sampai pada akhir nya Tio dan Tasya terbuai, bersama melampiaskan hasrat nya.


Rama seperti biasa pulang dengan tidak mendapati Aishe, Rama mencari makanan yang tersedia di atas meja tapi tidak mendapati nya, Rama bergegas ke kamar tidak mendapati Aishe, “Di mana perempuan tukang mengadu itu, tumben tidak ada lagi makanan yang dia siapkan untuk ku, dia juga sangat suka aku mencarinya, membuatku hilang kesabaran" batin Rama.


Tiba – tiba pintu kamar mandi terbuka dan Aishe keluar dengan mengenakan jubah tidur yang sangat seksi, dengan rambut yang masih basah, untuk kedua kalinya Rama melihat tubuh seksi Aishe dalam utuh, yang lain nya saat Aishe tidur dan yoga.


Rama kembali melonggar kan kera baju dan dasi nya, Rama merasa panas di tenggorokan dan menelan berat slavina nya, “Kenapa jam segini kau mandi” ucap Rama tegas


“Kamu sendri kenapa pulang jam segini, bukan nya jam pulang mu masih lama ?” balas Aishe


“You say, kamu ??” Ucap Rama


“Terus ? Mas - Mas ? abang tukang Bakso ? gitu ? " balas Aishe dengan celotehan.

__ADS_1


__ADS_2