Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 37


__ADS_3

Queen meninggalkan ibu Sarah dengan berlari ke kamar nya begitu pun dengan Adskan, sedangkan Aishe menenangkan ibu Sarah “Ma, seperti nya mereka sama – sama sulit bisa menerima, mengingat umur Queen yang masih labil, dia akan merasa tidak adil, Adskan pun seperti itu, perbedaan usia mereka....” ucap Aishe yang terpotong


“Aishe kamu tahu kan perbedaan usia kamu dan Rama juga tidak lah jauh berbeda dengan mereka dan Mama yakin dengan keputusan Mama, Adskan adalah lelaki terbaik untuk Queen, Aishe percaya sama Mama ya” jelas Ibu Sarah


“Baik Ma, istrahat dulu ya” ucap Aishe


Ibu Sarah sedang beristiraht dan memikirkan cara untuk menyatukan Adskan dan Queen, sedang kan sepulang kerja Rama merasa rumah sangat sepi “Sayang di mana Queen ?” tanya Rama. Aishe menjelaskan semua kejadian saat ibu Sarah memberi tahukan amanah tuan Salim kepada Queen dan Adskan, Rama hanya merespon senyum “Sayang, kamu nggak khawatir dengan Queen ?” tanya Aishe


“Sebagai ayah aku khawatir tapi aku yakin pilihan Mama selalu tepat, seperti Mama memilih kamu untuk ku” ucap Rama dengan mencolek ujung hidung Aishe


“Ihh udah tua masih genit, kalau Adskan nyakiti Queen gimana ?” tanya Aishe


“Kan genit nya sama kamu” ucap Rama dengan memeluk Aishe “Sayang Queen sangat manja, mungkin suatu saat dia akan menangis karena cinta, menurut ku itu bagus aku masih bisa terima, itu berarti hati nya berfungsi dengan baik, yang tidak bisa aku terima adalah jika Adskan menelantarkan Aishe, meninggalkan nya tanpa izin, dia akan liat seorang Rama Armagan yang sesungguh nya, walau harus mengorban kan nyawaku, tenang lah” ucap Rama dengan menegcup kening Aishe.


"Apakah kamu menunggu putri kita di telantar kan baru bertindak ?" tanya Aishe


"Hummm sayang bukan seperti itu, ayah mana di dunia ini rela anak nya di sakiti, apa lagi itu anak seorang Rama, aku hanya ingin Queen tahu dalam hidup ini tidak semua keinginan nya bisa tercapai dan masalah dalam hidup nya akan di mulai di uji dari perasaan nya, dia sudah mulai beranjak dewasa sayang, aku takut suatu saat nanti aku tidak bisa menemani nya setiap saat dan dia tidak bisa menemukan solusi untuk diri nya sendiri, jika dia menangis aku menerima nya sebagai pembeljran hidup untuk Queen, tapi jika Adskan meninggalkan nya begitu saja tanpa mengembalikan nya baik - baik kepada kita, aku akan menghajar nya sampai menyatu dengan tanah, bukan hanya dia tapi seluruh keluarga ulker akan aku lebur kan hidup - hidup" jelas Rama.


...****************...


Sore hari, semua cemas karena ibu Sarah seharian tidak menampak kan diri di rumah tersebut, ibu Sarah menutup pintu kamar dan mogok makan, Rama, Aishe berusaha untuk membujuk, begitu pun Adskan dan Aishe bergantian untuk membujuk ibu Sarah namun tidak menuai hasil, semua orang di sibuk kan dengan menunggu ibu Sarah keluar dari kamar nya.


“Aduh ayah Raja lakukan sesuatu, bagaimana dengan Nenek, sudah seharian dia tidak keluar kamar “ ucap Queen khawatir

__ADS_1


Tok..


Tok...


“Nenek, ayo buka pintu nya, ini Adskan, please Nek “ ucap Adskan


“Mama, buka pintu nya Ma, “ ucap Aishe


“Nenek, jangan gini yaa please, buka pintu nya yaa nek” ucap Aishe


“Tunggu, Ayah ke ruang CCTV, semoga Mama tidak mematikan CCTV melalui remot kontrol di kamar itu” ucap Rama


“Ram, bagaimana Mama bisa tahu remot kontrol itu” tanya Aishe


Di kamar tersebut, semua persediaan makanan, obat ibu Sarah lengkap di sebuah lemari es yang tersembunyi dalam lemari pakaian ibu Sarah, saat Rama, Aishe, Queen dan Adskan tengah sibuk membujuk ibu Sarah, dia sedang membetul kan bros yang selalu dia kenakan pada selendang baju nya, tiba – tiba saja terjatuh ke lantai dan ibu Sarah sibuk mencari nya.


Semua nya berlari ke ruangan kontrol CCTV di rumah tersebut dan melihat ibu Sarah sedang berbungkuk di lantai “Ayah Raja itu Nenek kenapaa?” tanya Queen panik, “Nenek” teriak Adskan dan berlari di susul oleh Queen, tiba – tiba Rama menarik lengan Aishe dan tersenyum, Aishe paham maksud Rama dengan menambah kepanikan Queen dan Adskan, Aishe pura – pura menangis membuat drama keluarga lebih heboh, “Mama buka pintu nya Ma,” tangis Aishe dengan raungan, Queen dan Adskan melihat nya semakin pucat dan akhir nya mereka kompak “Nenek, kami mau nikah, “ ucap mereka berdua, “Nek please buka pintu nya "Terriak Queen dengan menggendor – gendor pintu tersebut.


Ibu Sarah yang mendengar kedua ucapan cucu tersayang nya itu tersenyum bahagia, dia akhir nya mengolesi sesuatu di bibir nya agar terlihat sangat pucat, berbaring di lantai dan menekan tombol untuk membuka pintu kamar tersebut yang hanya bisa di buka dengan remot kontrol si tuan kamar.


“Nenek” teriak Queen dan Adskan mendekati ibu Sarah dan memapah nya ke kasur empuk nya


“Nenek maafin Queen ya” ucap Queen denagn tangis yang sesegukan

__ADS_1


“Nenek, please...” ucap Adskan lembut dengan menggenggam tangan ibu Sarah


“A-p—a benar apa yang Nenek dengar ?” ucap ibu Sarah pura – pura lemas


“Iya Nek,” ucap Queen dengan tangis nya


“Mama, Mama tenang saja ya, Aishe akan mengurus segala nya” ucap Aishe dengan mendekati ibu Sarah dengan memberi syarat sebuah kedipan, begitupun dengan Rama.


“Baiklah, Mama mau semua nya berjalan minggu depan” ucap Ibu Sarah


“Baik Ma”. balas Aishe


Adskan sedang berada di kamar nya dengan memikir kan apa yang akan di lakukan nya setelah menikah, Queen bukan tipe nya dan hanya di anggap sebagai seorang adik, Adskan tidak bisa menghindari janji yang di buat, menginat ibu Sarah yang merawat nya saat kecil sampai dewasa karena orang tua Adskan sangat sibuk, mereka selalu menitip kan Adskan ke ibu Sarah.


Aishe tengah sibuk menyiapkan segala nya, termasuk kedatangan keluarga dari Turki termasuk kedua orang tua Adskan yang sangat bahagia mendengar nya, sedangkan Queen hari – hari nya di sekolah tidak ceria seperti biasa nya, begitupun saat bertemu dengan Bian yang status nya telah berubah menjadi kekasih, Queen selalu menghindari Bian.


“Queen, kamu kenap?” pesan teks Bian


“Queen bisa bertemu di kantin?”


“Queen please, kasi aku penjelasan, apa aku punya salah sama kamu ?”


Queen yang membaca semua pesan dari Bian, hati nya terasa sakit dan teriris, bagaimana bisa meninggal kan lelaki yang sangat di sukai nya, di usia Queen harus nya sedang menikmati indahnya cinta di usia remaja, merasa detak jantung berdegup kencang, berbunga dan kasmaran tapi saat ini Queen sudah memikir kan keputusan besar di hidup nya yaitu menikah dengan lelaki yang tidak di sukai nya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2