Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 104


__ADS_3

Selamat membaca.


Naisya di bawa keruangan bersalin, Keluarga Adit dan Keluarga Naisya menunggu di luar hanya satu orang saja yang boleh menunggu di ruang bersalin.


4 jam kemudian.


Pembukaan nya sudah lengkap yaitu pembukaan 10.


Dokter beserta perawat lainnya sudah berada di ruangan bersalin.


Semua peralatan sudah lengkap dari gunting dan lainya.


" Ikuti semua instruksi saya tarik nafas dan kemudian dorong sekuat tenaga ya " ucap dokter.


Naisya menarik nafas panjang kemudian melakukan apa yang sudah di perintahkan Dokter.


" massss!!!! " desis Naisya kesakitan di saat mengedjan.


Adit mulai khawatir serasa badan nya terkoyak-koyak melihat istrinya yang mendesis kesakitan memperjuangkan anak mereka.


" Sayang kamu pasti kuat demi anak kita sayang, aku yakin kamu bisa sayang " ucap Adit Sambil menggenggam erat tangan Istrinya lalu mencium kening Naisya.

__ADS_1


Naisya melakukannya lagi sampai nafas nya terengah-engah, Serasa tidak berdaya lagi.


" Sayang aku sangat mencintaimu berjuanglah demi anak kita sayang " ucap Adit Sambil menciumi wajah istrinya.


Naisya yang tenaganya terkuras habis memperjuangkan anak nya lahir ke dunia, mendengar kata cinta tenanga nya bertambah dengan sendirinya.


Adit terus menyemangati Istrinya, itu tanpa ia sadari air matanya jatuh begitu saja melihat perjuangannya istrinya begitu kesakitan saat melahirkan anaknya.


" Sekali lagi Bu " ucap dokter.


Naisya menarik nafas dalam-dalam lalu mengedjan lagi.


" Sekali lagi kepalanya sudah terlihat ayo Bu pasti bisa " ucap dokter.


Naisya menangis mendengar suara tangis pertama anak nya begitu pun Adit ia memeluk istrinya dan serta menghujani ciuman di seluruh wajah istrinya, Ia tidak berhenti mengucapkan syukur karena istri dan anaknya sudah di ber keselamatan.


Sungguh Pikiran Adit sangat di uji saat melihat orang yang paling di cintainya berjuang melahirkan buah hatinya, belum pernah ia merasakan rasa sesak di hatinya, Serasa jantung sudah lepas dari tempatnya keringat nya membasahi seluruh tubuh nya seperti berlari jauhan kilometer.


setelah di bersihkan dokter pun meletakkan bayinya di dada Naisya, ia kembali meneteskan air mata bahagia nya malaikat kecil yang hadir dalam di kehidupan nya menyempurnakan keluarganya.


Ia memandang suaminya yang sedang menciumi bayi mungil mereka.

__ADS_1


" Sayang putra kita begitu tampan " Ucap Naisya haru Sambil memegang tangan mungil anaknya.


" Terimakasih sayang, Daddy nya tampan tentu saja anak nya tampan iya kan mommy " ucap Adit menirukan suara anak kecil lalu mencium lembut kening istrinya.


" Suamiku sekarang kamu sudah menjadi Daddy " Ucap Naisya tersenyum bahagia.


" Iya sayang kamu juga sekarang jadi mommy " ucap Adit yang tak kalah bahagianya.


" Selamat ya, Tuan dan Nona anak nya laki laki begitu tampan sama seperti ayahnya " ucap dokter tersenyum.


" Terimakasih " Ucap Naisya tersenyum.


Ruangan bersalin terbuka dokter mempersilahkan keluarga Naisya dan Adit masuk semuanya pun masuk.


" Wah tampan banget cucu Oma " ucap Nyonya Wulan menyentuh pipi cucu nya dengan jari telunjuknya.


" Namanya siapa nama bayi tampan ini " Tanya Nyonya Dewi.


" Namanya Alfan Marvelyan Pratama " Ucap Adit.


" Wah nama yang bagus " Ucap semuanya serentak.

__ADS_1


" Apa kamu menyetujui nya sayang " tanya Adit.


Naisya menganggukan kepalanya lalu tersenyum sambil mengelus kepala anaknya dengan lembut.


__ADS_2