
*****
Hari ini adalah hari minggu, jam sudah menunjukkan pukul 06.01 WIB. Laura sudah duduk tegak di kasurnya sebari pokus bergelut dengan ponselnya, entah apa yang sedang di lakukannya hingga sepokus itu. Di sisi lain Leon yang merupakan suaminya itu masih terlelap dalam tidurnya setelah mereka tadi melakukan sholat subuh, mereka memutuskan untuk melanjutkan kembali. Memang hari ini adalah kesempatan bagi siapa saja yang ingin bersantai.
Unsername:
Oke nanti sore ya baby
Queen:
Wkwk, oke awas jangan sampe lupa
Unsername:
Iya iya, buat lo apa yang nggak.
Begitulah kira kira percakapan mereka berdua. Saya juga gak tau mereka ngomongin apa:)... Oke kembali ke
Leon menggeliat dan memeluk pinggang sang istri yang duduk tegak di sampingnya. Laura yang awalnya pokus malah bergerak geli saat tangan Leon malah menelusup masuk ke dalam bajunya dan mengusap perut datarnya. Ada apa dengan suaminya ini, kenapa jadi manja seperti ini. Tangan Leon yang berada di dalam baju Laura mengelus perutnya itu kini beralih bergerak ke atas dadanya. Namun sebelum tangan Laura mencapai puncak dada Laura, Laura buru buru mencegah tangan Leon untuk meraba area sensitifnya.
Laura menyimpan ponselnya asal lalu beralih melihat Leon, "Nakal yah, tangannya main raba raba aja. Gak sopan."
"Kenapa? Gak boleh hm" ucap Leon dengan suara seraknya, wajahnya iya telusupkan ke perut Laura.
"Geli sayang" balas Laura.
"Tapi suka kan?" goda Leon mampu membuat Laura
mencelos. Pipinya memerah menahan malu.
Laura membuang muka, menahan senyum yang terukir di bibirnya sesekali ia menggunakan tangannya untuk menutupi bibirnya.
"Yehh senyum senyum gitu, gak usah gengsian kalo sama sama suka.
"Apa sih, ngawur ngomongnya" elak Laura.
"Tidur lagi ayo" perintah Leon yang semakin manja. Ia mnyembunyikan seluruh tubuhnya di balik selimut, ia membuka selimutnya sebelah mungkin agar Laura ikut masuk kedalam.
Bukannya masuk Laura malah membalikan badannya membelakangi Leon.
Laura beranjak dari tempat tidur, "Gak ah, ini udah pagi Leon waktunya bangun jangan males males gini. Meskipun ini hari minggu kan kita masih punya kegiatan gak cuma tidur kan?" bukannya di dengarkan, Leon malah menye menye menirukan Laura berbicara. Bawel emang.
"Nyenyenye. Gak boleh, kamu gak boleh kemana mana untuk sekarang sampai jam 9 kita tidur" perintah Leon tegas. Leon mengaitkan tangannya ke perut Laura dan menariknya ke belakang sehingga Laura langsung ikut bersama Laura ke dalam selimut.
°°°°°°°°°°°
TINGG!!
Unsername:
__ADS_1
Buruan babiy jadi gak?
Queen:
Sabar lah, Leon gak mau lepas.
Unsername:
Kebiasaan banget tu orang. Najis
Queen:
Dia temen lo kalo lo lupa
Unsername:
Wkwk iya, buruan udah mau sore
Queen:
Sabar
Via chat off
"Aku ijin keluar ya?" pinta Laura kepada Leon.
Leon menautkan alisnya, tumben tumbenan Laura ijin keluar biasanya Laura akan berdiam saja di rumah, "kemana?"
"Aku ik---"
"Gak bolehh, ini khusus cewe cewe doang. Laki laki gak boleh ikut, emang kamu mau di katain banci" ucap Laura dengan wajah imutnya.
"Ishh!! Yaudah hati hati, kalo ada apa-apa jangan lupa telepon aku" pinta Leon.
"Ya oke. Aku berangkat sekarang"
"Sekarang banget?" tanya Leon , dari mimik wajahnya seperti tidak ingin di tinggal sang istri.
"Iya sayang, bentar doang kok gak lama. Dahh yah. Muach" Laura mencium pipi Leon sebelum akhirnya ia pergi dari hadapan Leon.
"GAK MAU DI ANTERIN AJA?" teriak Leon menawarkan.
"GAK, ADEL JEMPUT AKU DI DEPAN" balas Laura dengan teriakan juga.
°°°°°°°°°
"Udah jam tujuh malem tapi belum pulang" gumam Leon yang masih setia duduk di sofa sebari menonton acara kesayangannya.
"Leon sayang, Laura belum pulang?" tanya Dewina selaku orang tua Laura.
__ADS_1
"Belum Bun, Leon juga khawatir banget ini" mimik wajah Leon tidak bisa berbohong kalau sebenarnya ia tengah panik dengan keadaan istrinya.
"Tumben tumbenan anak itu. Apa kita cari aja Leon?" Reza angkat bicara mengusulkan sesuatu.
"Tapi katanya jam setengah delapan juga pulang. Bentar lagi mungkin Yah" balas Leon.
"Yaudah kalo gitu Ayah sama Bunda ke kamar duluan ya, ngantuk soalnya" ijin mereka, Leon mengangguk setuju.
"Aish ni anak" ucap Leon geram. Ia beralih mengambil ponselnya yang berada di atas meja untuk menghubungi Laura, online namun tidak di angkat. Leon pun mencoba menchat Leon siapa tau dengan chat bisa dia balas.
Leon :
Sayang lagi di mana? Jam segini belum pulang, aku khawatir buruan pulang udah malem juga
/read
Leon terperangah melihat centang dua yang langsung berwarna biru, syukurlah Laura membacanya. Beberapa menit menunggu jawaban ternyata nihil, Laura sama sekali tidak membalas pesan dari Leon. Merasa lebih khawatir, Leon beranjak mengetikkan sesuatu lagi
Leon :
Sayang, bales dong kamu lagi di mana sama siapa jangan bikin aku khawatir, ini udah malem cepet pulang.
/read
Leon :
Jangan cuma di baca doang bales, udah tau suami khawatir
/read
Leon :
Lo gak mikirin gue hah? Gue khawatir di sini an*j, lo malah enak enakan di sana, seenggaknya kasih tau lah lo di mana.
My wife♥︎:
Apaan sih ganggu aja, kalo udah ngantuk yaudah tidur aja gak usah pake nungguin gue segala, udah bapak bapak kaga usah kek bocah jijik.
Membaca pesan dari Laura itu membuat Leon tak habis pikir, bisa bisanya? Kenapa dengan Laura, kenapa bisa segalak ini, dan tumben tumbenan Laura, marah seperti ini kepada Leon.
Merasa tak terima di perlakukan seperti ini, Leon membantingkan ponsel satu satunyau keatas sofa yang berada di sampingnya, beruntung ia tidak membantingkan keras ponsel itu ke arah lantai kalau iya, mungkin ponsel itu sudah hancur lebur menjadi seratus kepong bagian
Perasaan campur aduk, itulah yang sekarang berada di dalam pikiran Leon takut jika Laura istrinya itu kenapa-napa. Meskipun begitu, ia tetap mencoba duduk santai di atas sofa, meskipun memang hati dan pikiran tidak bisa berbohong.
Setengah jam lamanya Leon mencoba membuat hatinya menjadi lebih tenang dengan memejamkan matanya, namun ia harus rela menggerakkan tubuhnya akibat suara ringtone telepon terdengar di telinganya.
Ia segera mengecek nama si penelepon dan ternyata itu Laura, hati Leon berdetak kencang hampir tak bisa menerima telepon itu.
"La? Kamu minta jemputkan? Yaudah bentar aku otw kamu di mana sekarang" tanya Leon tanpa henti.
__ADS_1
//"Lo kesini sekarang atau nyawa istri lo melayang sekarang.