Di Jodohkan

Di Jodohkan
EPISODE 12


__ADS_3

Rama menyeringai dan mendekati Aishe sedangkan Aishe yang mendapat perlakuan itu merasa takut dengan tatapan sinis Rama, “Sorry, jangan marah “ ucap Aishe dengan gugup


“terlambat” balas Rama yang sudah dekat yang membisikan ke telinga Aishe.


Handuk yang di pegang Asihe untuk mengeringkan tetesan air di lengan nya sudah terjatuh, Rama sudah tidak berpikir stabil, Rama di penuhi dengan gairah, wangi tubuh Aishe sangat menggoda, Rama kembali mengingat momen malam pertama nya dengan ******* seksi Aishe istri nya itu.


“Panggil aku suamiku” bisik Rama dengan seksi


Nafas Aishe sudah tidak beraturan mendapat perlakuan Rama yang lembut, tangan Rama sudah mulai mengelus rambut, pundak dan perut aishe, “Panggil aku suamiku” ucap Rama kembali.


Aishe hanya mampu memejam kan mata, memalingkan wajahnya,sedangkan tangan Rama sudah mulai nakal menjelajahi tubuhnya, dengan gugup tanpa sadar kata itu keluar dari mulut seksi Aishe “suamiku”, mendengar Aishe mengucap kata suamiku, Rama layaknya harimau yang menemukan mangsa, lansung mengecup leher jenjang Aishe, memberi tanda kepemilikan dan kembali ke bibir ranum Aishe, menciumnya sangat dalam, berubah menjadi gigit gigita kecil yang menggairah kan, Aishe tidak bisa berontak lagi, Aishe sudah mulai terbuai, mengikuti permainan Rama.


Rama sangat bahagia, melihat Aishe tidak meronta – ronta lagi, Rama menggendong Aishe ala bride style untuk di baringkan ke kingbad nya, dan perlahan menurunkan tali penyangga baju di pundak Aishe, wajah Aishe sudah memerah karena malu, Aishe hanya bisa memejam kan mata menerima perlakuan lembut Rama.


Rama sangat lihai membuat Aishe menikmati setiap perlakuan nya, kali ini Rama tidak melewatkan untuk mengecup setiap bagian tubuh Aishe tanpa melewatkan sedikit pun, Rama sudah lama menahan hasrat karena gengsi kepada Aishe, akhir nya penyatuan yang sempurna, kembali hanya ada suara ******* dalam ruangan mereka, Rama mendominasi Aishe, Aishe yang sejak awal nya merasa kesakitan ketika sesuatu di bawah sana berusaha kembali menerobos terdengar suara pekikan dan rintihan saat malam pertamanya, malam ini berubah menjadi ******* yang sempurna, entah sudah pukul berapa, Aishe dan Rama melakukan pelepasan beberapa kali, hingga akhirnya mereka kelelahan dan tertidur.


Pagi menjelang, Aishe sudah bangun lebih awal untuk melaksanakan ibadah walau badan Aishe terasa sakit semua akibat perlakuan Rama yang sangat buas, tapi Aishe bahgaia karena telah menjalan kan kewajibannya menjadi seorang istri, Aishe menatap lekat wajah Rama dengan tersenyum saat Rama masih tertidur pulas “Suamiku, aku mencintaimu, semoga kita bisa bersama – sama selama nya, semoga Allah membukakan pintu hati mu untuk menerimaku” tanpa terasa air mata Aishe menetes.


Aishe ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Rama, sedangkan Rama terbangun dengan meraih handphone nya dengan mengecek jam, tidak biasanya Rama bangun terlambat dan tidak olahraga terlebih dahulu, Rama dengan sigap mandi dan membersihkan tubuh nya, melihat semua kebutuhan Rama sudah Aishe penuhi, lahir dan batin, Rama kembali membatin “Aku akui tubuhnya sudah mulai membuat ku candu dan tak bisa menahan nya walau aku sangat membencinya, dia juga sangat berusaha untuk menjadi istriku, semuanya selalu disiapkan dengan sempurna, apakah aku....hmm sudahlah".


Rama menuju meja makan yang sudah tersedia sarapan, tapi sudut pandang nya tidak menemukan wanita yang mulai merasuki pikiran Rama, “Dimana dia “, batin Rama, dengan sigap Rama berjalan mencari nya ke dapur dan melihat Aishe sedang berada di atas meja untuk mengambil snack di lemari atas dapur, tanpa sadar Aishe terpeleset dan Rama dengan sekali melangkah menangkap tubuh mungil Aishe dan menggendong nya.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan, mau bunuh diri ?” ucap Rama dengan ketus


Aishe yang di gendong ala bride style kembali dengan senyum –senyum bahagia, dengan centilnya, Aishe melingkar kan tangannya di leher Rama, "Suamiku, terimah kasih sudah menolongku, kalau tak ada kamu, mungkin tulangku sudah patah “. ucap Aishe dengan sangat manis


“Iyaa, jangan peluk – peluk, nanti jas ku kusut” balas Rama dengan cuek ( dalam hati Rama merasa di taburi bintang kerlap kerlip, hanya saja menahan dengan level dewa hihihi )


Rama lalu menurun kan Aishe dari gendongan nya, “Emangnya mau ngambil apa sih ?” tanya Rama


“Itu, coco crunch,” jawab Aiishe dengan manyun


“Makanya, biasakan minum susu dan vitamin supaya kaki nya panjangan dikit” balas Rama


“Rama ,, iihhhhh menyebal kan “ timpal Aishe dengan wajah imut


“Eehh suamiku, sayang, udah mau ngantor yah, sini tangannya aku cium dulu, pipi mana pipi nya “ jawab Aishe dengan celoteh dengan centil nya


“Udah lepas, kesurupan yah, sudah sudah...aku pergi” balas Rama dengan segera menjauh dengan sikap istrinya yang kekanak – kanakan,


“Bye bye sayang, assalamualaiku,” teriak Aishe dengan centil nya


Sedangkan Rama yang mendengar nya, memberi nya senyum yang amat tipis dan berjalan ke mobil sportnya dalam keadaan hati yang bahagia.

__ADS_1


Aishee meraih handphone nya dan menelfon kakaknya Amira, dan menceritakan segala perlakuan Rama kepada nya.


“Thanks ya kak, semua tips yang kakak kasi tahu berhasil, dia udah mulai perhatian sama aku” ucap Aishe dengan gembira


“Pastinya, jadi kamu jangan menyerah, kamu pasti bisa dapat kan hatinya,” balas Amira


"Siap kakak ku sayang mmuuuuahhh" ucap Aishe


Setelah berdiskusi dengan Amira, Aishe kembali mengerjakan tugas rumah, bersih – bersih dan memasak untuk Rama.


...****************...


Di kantor tuan Salim mencari Rama, yang tidak biasanya dia datang terlmbat, “Di mana Rama, tidak biasanya dia terlambat, hmmm inilah nikmat nya punya istri,” batin tuan Salim “Sinta suruh Rama ke ruang rapat segera, jika dia sudah datang” ucap tuan Salim kembali pada sekretaris Rama.


“Baik tuan, saya juga sedang menunggu nya sedari tadi untuk ikut rapat” balas Sinta


Di ruang rapat, semua sedang mendiskusikan masalah perusahaan sedang kan Rama hanyut dalam pikiran nya sendiri. Memegang pulpen menari – nari dalam jemarinya dengan batin dan pikiran tertuju pada Aishe “Kalau aku pulang, apakah dia masih dalam keadaann seksi ? dia masaka apa lagi hari ini ya”, tuan Salim sedari tadi memanggil nama Rama untuk meminta pendapat, tapi Rama masih diam tidak merespon, akhirnya tuan Salim memukul meja rapat “Rama, pay attention, makanya papa selalu ngomong, ambil cuti untuk bulan madu” ucap tuan Salim membuat suasana rapat menjadi riuh dengan tawa.


Sedangkan Rama untuk pertama kalinya diam dengan wajah memerah karena menyembunyikan rasa malunya.


🌷🌷🌷

__ADS_1


halo kakak kakak, jangan lupa like dan komen nya yah sebagai masukan, makasih..


stay tune..🌷🌷🌷


__ADS_2