
Salam hangat ❤️.
Luna langsung terbangun dari tidurnya, ia bertemu mama nya tapi itu hanyalah di mimpi nya.
"Astaga, itu hanyalah di mimpi aku bisa bertemu mama tapi di kenyataan tidak bisa lagi. " Ucap Luna dengan tatapan kosong.
Naisya kerumah Luna, ia ingin menemui Luna tidak mungkin ia tidak menjenguk wanita yang tinggal seorang diri itu sesampainya di rumah Luna, Naisya menyimpan kunci cadangan rumah Luna ia masuk langsung mendatangi ke kamar Luna.
Ia melihat Luna yang duduk tersandar di sandaran tempat tidur, dengan tatapan kosong.
" Astaga Luna, kenapa kamu jadi seperti ini tolong jangan berlarut larut dalam kesedihan nanti mama kamu tidak tenang di sana. Mana Luna yang semangat menjalani hari yang ceria." Ucap Naisya langsung menghampiri Luna duduk di samping Luna.
Tetapi Luna berdiam saja mungkin saja ia tidak mendengar suara sehingga Luna tidak menyahuti ucapan Naisya.
" Luna, Tante kesini menemani kamu," ucap Naisya lagi sambil mengusap lembut rambut Luna.
Luna menoleh kearah Naisya, dengan tatapan sendu ia pun menunduk kan kepalanya.
" Luna jangan bersedih, masih ada Tante dan yang lainya menyayangi kamu, Tante udah anggap kamu anak Tante sendiri. Tante akan menjadi mama yang persis seperti mama kamu. " ucap Naisya.
Luna langsung memeluk erat tubuh Naisya, Naisya membalas pelukan Luna ia juga menyayangi Luna seperti anak nya sendiri walaupun tidak ada ikatan darah tapi dia begitu menyayangi nya seperti darah dagingnya sendiri.
Luna merasa bahagia masih ada yang menyayangi nya, kehilangan seorang mama membuatnya begitu terluka, tetapi ada sosok Naisya yang menjadi mama pengganti baginya walaupun tidak sama persis dengan mama Clara yang pasti ada bedanya,
" Luna, sebaiknya kamu ikut Mama aja ya tinggal bersama di sana gimana?. " tanya Naisya.
" Aku ingin di sini saja Tan, " ucap Luna.
" Di sini kamu sendirian Luna, Mama Naisya tidak ingin kamu kenapa kenapa jadi sebaiknya ikut aja ya, jangan sungkan-sungkan anggap lah kami keluarga. " ucap Naisya lagi.
__ADS_1
" Baiklah, tapi Luna dalam seminggu 2 kali menempati rumah ini. " ucap Luna.
" Iya sayang, tidak apa apa asal kamu mau ikut sama mama Naisya. " ucap Naisya Sambil mengulas senyuman.
" Kamu mandi dulu, sekaligus siap siap bawa barang barang kamu yang di perlukan. " ucap Naisya.
Luna menuju ke kamar mandi, Naisya keluar dari kamar menuju ruang tamu sambil menunggu Luna siap.
1 Jam kemudian.
" Ayo Tan, Luna sudah siap. " Ucap Luna sambil membawa satu koper yang berukuran sedang.
" Baiklah, kamu mau ikut sama mama, pasti Dira Sangat senang. " ucap Naisya mengusap pipi Luna.
Luna dan Naisya membuka pintu rumahnya, ia terkejut melihat kedatangan keluarga David, Davika, Kenzo, Bella.
" Ada apa kalian kesini, " Ucap Luna ketus sambil memalingkan wajahnya ke arah lain ia merasa tidak Sudi melihat orang yang di hadapannya.
" Lebih baik aku sendirian, dari pada aku ikut sama kamu aku sudah terbiasa selama aku hidup tanpa seorang papa. " ucap Luna.
" Ayo Tan, kita langsung saja. " ucap Luna.
" Mau kemana Luna, " ucap David.
" Bukan urusan kamu, aku mau kemana jangan sok sok peduli lebih baik kamu pulang. " ucap Luna.
" Naisya, Luna anak ku dia mau kemana. " Tanya David.
" Dia mau ikut aku, biar aku sama mas Adit yang menjaganya dia aman bersama kami. " ucap Naisya.
__ADS_1
" Kamu bukan siapa siapa nya kenapa malah kamu yang mengajak Luna, kamu dengan nya tidak ada ikatan darah yang pantas itu aku dan suamiku, David adalah ayahnya Luna jadi lebih berhak. " ucap Davika.
" Memang tidak ada ikatan darah di antara aku dan Luna, tapi aku sangat menyayangi nya seperti anak ku sendiri, Davika oh Davika kenapa kamu sangat peduli dengannya bukan kah kamu sewaktu Luna masih bayi kamu sangat membencinya tapi kini malah memperdulikannya. " ucap Naisya tersenyum sinis.
Luna yang mendengar Ucapan Naisya bahwa Davika sangat membenci dirinya, ia semakin marah ia pun berjalan mendatangi Davika langsung melayangkan tamparan di wajah Davika.
Plakkk.....
Semuanya terkejut, melihat Luna yang langsung memberikan tamparan ke wajah Davika, Tetapi Kenzo biasa biasa saja lagian dia tidak ingin membela mama nya memang kesalahan mama nya orang yang salah tetap salah jadi ia tidak ingin membela kan.
" Bagus, Ternyata Anda baik selama ini hanya Akting ternyata anda selama ini begitu membenci ku mulai aku lagi bayi benarkan. " ucap Luna.
" Apa apaan Luna kenapa kamu menampar wajahnya kamu sudah tidak sopan dengan mama Davika. " Ucap David.
" Aku tidak peduli, memang itu yang pantas dia dapatkan sudah merebut suami orang malah membenci bayi yang tidak berdosa bahkan rela mengambil ayah dari sang bayi Bukan kah itu lebih tidak sopan bahkan sangat memalukan. " ucap Luna.
" Bahkan sampai saat ini menampakkan wajahnya, seolah-olah tidak ada rasa malu, heran masih ada orang Kya gini. " ucap Luna lagi.
" Anda itu orang macam apa hah, yang tidak memiliki rasa malu? Anak kecil saja tahu malu apalagi anda yang sudah berumur kepala 5 sangat mustahil kalau tidak mempunyai rasa malu. " ucap Luna lagi.
" Maafkan, Mama Davika Luna memang mama waktu kamu bayi sangat membenci kamu, tapi sekarang mama Davika menyayangi kamu nak. " Ucap Davika menangis.
" Tan Naisya lebih baik kita berangkat sekarang, aku ingin cepat cepat pergi dari hadapan mereka. " ucap Luna berjalan menuju ke mobil.
" Sudahlah Dav jangan memaksakan diri, Luna sudah begitu benci sama kamu, ini Karena ulah kamu sendiri yang meninggalkan nya sewaktu kecil maka kamu sekarang jangan kecewa atas sikap Luna sekarang, ingat kan kesalahan kamu yang kamu perbuat. " Ucap Naisya.
__ADS_1
Maaf ya semuanya Aku baru update, ada masalah jadi aku nggak bisa update 🙏🙏 Tapi aku up nya lebih banyak kok, mohon Like Vote dan komen yaa supaya aku makin semangat.
mohon maaf sekali lagi, Salam hangat ❤️.