Di Jodohkan

Di Jodohkan
Bab 131


__ADS_3

Semoga terhibur reders πŸ˜—.


" Lo ingat Kan kata gue hari ini kita mulai rencananya. " ucap Diana.


" Iya iya gue harus lakuin apa nih." ucap Amel menghadap ke arah Diana.


" Sini ikut gue dulu. " Diana menarik tangan Amel menuju toilet yang ada di perusahaan.


Diana pun membicarakan rencananya.......


" Oke gue setuju. " ucap Amel.


Beberapa menit kemudian.


Diana masuk keruangan Presdir mendapat persetujuan dari Adit.


" Ada apa?. " tanya Adit Singkat.


" Begini pak saya mau izin pulang karena saya kurang enak badan, apakah saya di izinkan pulang." ucap Diana.


" Baiklah saya izin kan kamu. " ucap Adit.


" Dan ada satu lagi yang ingin saya sampaikan. " ucap Diana lagi.


" Katakan. " ucap Adit datar.

__ADS_1


" Siang ini ada pertemuan dengan klien, tapi mohon maaf saya tidak bisa ikut dengan bapak jadi Amel bisa menggantikan posisi saya hari ini bagaimana pak." ucap Diana.


" Kenapa harus Amel yang menggantikan, lebih baik saya bawa Alex dia asisten saya." balas Adit curiga.


" Karena kebetulan pemilik perusahaan itu adalah om Amel jadi apakah lebih baik dengan Amel saja pak. " Diana berusaha membujuk.


" Baiklah kalau begitu panggil kan Amel nya sekarang juga. " ucap Adit.


" Baik pak, saya permisi dulu. " ucap Diana sambil membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan Presdir.


Amel masuk karena sudah dpaat persetujuan dari Adit.


" Begini pak sebelumnya Diana sudah memberitahu saya kalau hari ini beliau minta menggantikan posisi nya sementara, kata Diana tadi kita akan bertemu klien, dan kita kerumah nya pak. " ucap Amel.


" Tuan Davidson pemilik perusahaan Davidson Group hari ini berada di rumah beliau tidak bisa keluar rumah harus menjaga anak nya yang sedang sakit anak nya beliau tidak bisa di tinggal sebentar justru itu meeting nya di rumah beliau, jadi anda yang di suruh ke rumah pemilik perusahaan itu tuan. " Amel berusaha mengarang.


" Beliau menginvestasikan dananya ke perusahaan ini sangat besar tuan, bukan kah ini peluang untuk perusahaan supaya terus meningkat. " ucap Amel lagi.


Aditya mangut mangut dengan penjelasan Amel.


" Baiklah saya menyetujuinya." ucap Adit.


" Kalau begitu saya keluar dulu pak. " ucap Amel membungkukkan badannya.


Di saat Amel keluar dari ruangan Presdir Diana sudah berdiri menunggu jawaban dari Amel.

__ADS_1


" Bagaimana? . " tanya Diana.


" Berhasil bos menyetujuinya. " jawab Amel tersenyum.


" Bagus, rencana selanjutnya. " ucap Diana tersenyum menyeringai.


" Gue pulang dulu. " ucap Diana.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sesampainya di rumah Diana minta siapkan kepada Asisten nya menyiapkan kamarnya untuk melancarkan rencananya.


" Masih sempat menyiapkan semuanya waktu sisa dua jam lagi." gumam Diana.



memerlukan waktu kurang lebih satu jam kamar itu pun sudah selesai dengan sesuai kehendaknya Diana.


Para Asisten pun berbisik bingung kenapa Majikannya menyiapkan kamar ini seperti kamar pengantin padahal ia belum menikah, rasanya ia ingin sekali bertanya namun ia urungkan takut di pecat.


Para Asisten kembali ke rumah belakang, tidak ada yang berkeliaran di rumah utama kecuali perintah Diana, ia tidak ingin para asisten nya menganggu privasinya.


Diana menyandarkan tubuhnya di tepat pintu kamarnya, ia pun membayangkan rencana nya berhasil, apabila berhasil ia akan menjadi Nyonya di perusahaan yang nomor satu di negeri ini.


Hayo apa yang terjadi? di rumah Diana bagaimana penasaran?

__ADS_1


__ADS_2