Di Jodohkan

Di Jodohkan
DJ 62


__ADS_3

//"Lo kesini sekarang atau nyawa istri lo melayang sekarang juga telat satu detik aja udah gue gorok leher istri lo" ancam orang itu di seberang sana. Leon terdiam, itu bukan Laura lantas Laura-nya di mana? Apa mungkin sekarang lagi tidak baik baik saja.


"Lo siapa si hah? Kemana Laura, dimana istri gue, lo an*ing" bentak Leon murka, jika sudah bersangkutan dengan Laura, pasti Leon akan kehabisan kesabaran lagi.


//"Gak usah banyak bacot, gue bawa istri lo ke sekolah SMA Harapan Bangsa, kalo lo gak kesini sekarang. Istri lo mati" ancam orang itu lagi dan...


TUTT TUTT!!


Belum sempat Leon menjawab, orang itu sudah terlebih dahulu mematikan sambungan teleponnya, hal itu membuat Leon geram. Namun tak ingin banyak membuang waktu Leon pun segera memakai jaket hoodie hitammnya ke dalam tubuhnya, lalu segera bejalan keluar. Sengaja tidak memberi tahu Dewina dan Reza, supaya tidak khawatir lebih baik kasih tahu nanti jika Laura memang sudah berada di tangannya toh kasian juga pasti mereka cape.


"ARGHH AN*ING" teriak Leon frustasi.


Leon mengendarai motor ninjanya dengan kesetanan tak peduli lagi dengan pengendara lainnya, yang ia pikirkan saat ini hanyalah Laura, takut jika istrinya kenapa-napa.


"Sial an*ing" bentak Leon murka saat dirinya hampir bertabrakan dengan mobil di depannya, dia sadar ini juga salahnya yang mengendarai motor tanpa rem jadi karena tidak ingin mrmbung waktu Leon langsung menancapkan gasnya lagi.


Sesampainya di gerbang sekolah Leon tidak melihat apa apa, hanya ada kegelapan yang tercetak di area sekolah.

__ADS_1


Leon melepaskan helm fullpack nya begitu memberhentikan motornya, ia mulai membuka gerbang dan memasuki area sekolahan. Hawa dingin menyeruap di permukaan kulitnya, meskipun menggunakan hoodie yang tebal tetapi ia bisa merasakan bahwa hawa malam ini sangatlah dingin.


"LAURA" teriak Leon menggema di seluruh area sekolah.


Setelah Leon berteriak, Leon terpokus kepada satu ruangan sekolah yang menyala berada di lantai tiga. Leon pun segera berlari untuk memasuki ruangan itu, namun sebelum menginjakkan kakinya di atas tangga, tiba tiba tubuh Leon di tahan oleh dua orang pria yang bertopeng, tidak tahu itu siapa.


Leon memberontak namun tak juga lepas, hal itu membuat Leon murka dan menyikut perut kedua pria itu sehingga terpental ke tanah. Setelah serasa cukup membuat kedua pria itu lemah, Leon kembali berlari menelusuri tangga untuk mencapai kelas yang lampunya menyala.


"LA, LO DISINI KAN? TUNGGU GUE, GUE GAK AKAN BIARIN LO KENAPA-NAPA" teriak Leon lagi setelah sampai di kelas itu, namun ia tak kunjung juga mendapati Laura di sana, "Shitt! Lo di mana an*ing" umpatnya.


"Tolongg" teriakan Laura dari bawah membuat Leon terbelalak kaget, terlihat di tengah tengah lapangan Laura yang sedang duduk di bangku dengan tangan dan kaki yang di ikat membuatnya susah untuk melakukan apapun terlebih lagi Laura di jaga oleh kedua orang yang bertopeng.


"Lepasin? Gak semudah itu, gue belum liat istri lo ini mati di tangan gue" ucap salah satu orang bertopeng itu.


"Lo kalo punya dendam sama gue jangan libatin istri gue, sini lawan gue aja lo pecundang" hardik Leon mati matian.


"Kalo ada Laura kenapa harus Leon. Kalo ada yang lemah kenapa harus yang ganas? Lo maju selangkah gue patahin leher istri lo itu.

__ADS_1


"Lo jangan apa apain dia" cegah Leon.


"Jangan ngimpi."


"Lo udah bikin kesabaran gue habis bangsat.


BUGH!


satu tendangan di kaki melayang di salah satu orang yang bertopeng itu, ia meringis kesakitan bagaimana tidak, Leon Arganta kalau sudah marah tidak bisa di bendung lagi.


BUGH BUGH BUGH!!


Lagi dan lagi pukulan di perut, pipi, rahang maupun dada telah orang bertopeng itu rasakan. Dia terhuyung ke bawah dengan lemas, sesekali ia berbatuk akibat pukulan yang terasa di perutnya begitu linu.


Leon benar benar tidak memberikan ampun kepada pria bergopeng itu, bahkan sekarang ini dia sudah mengambil ancang ancang untuk menginjak-injak perut lawannya bak trampolin.


*****

__ADS_1


Guys♡


__ADS_2