Di Jodohkan

Di Jodohkan
Dj


__ADS_3

"Gapapa Ma-Pa, sekarang Leon udah gede jangan main rahasia rahasiaan lgi, lagian Leon udah bisa jaga diri dan udah punya istri juga" Leon merangkul Laura yang berada di sampingnya. Laura hanya tersenyum hangat.


Leon dan juga Laura selepas pulang sekolah tadi memutuskan untuk pergi ke rumah orang tua Leon untuk menanyakan tentang masalah dirinya.


"Sayang, maafin mama" cicit Linda, matanya hampir sepenuhnya memerah karena menangis, berbohong pun sulit rasanya. Sepertinya Leon memang harus tahu tentang ini semua sekarang.


"Minta maaf? Buat apa Ma, lagian mama juga gak ada salah, justru Leon berterima kasih banget sama Mama Papa karena mau ngerawat Leon dari bayi sama segede ini" Leon tersenyum simpul, memberikan senyuman hangat yang terbit di bibirnya.


"Le, kenapa kamu bicara sepeti itu. Kamu ini adalah anak Papa sama Mama" Angga angkat bicara menyakinkan Leon.


"Maaf Pa, tapi Leon juga perlu tau ini semua, kalau terus terusan dalam kebohongan begini, hidup Leon gak akan tenang. Papa mau aku menajalankan kehidupan berumah tangga dalam keadaan tidak tenang dan gak ada kepokusan sama sekali? Nanti gimana nasib Laura sama anak anak aku kelak, kalo aku terus-terusan terbayang sama hal ini" kekeh Leon, supaya kedua orang tuanya mau menjawab jujur pertanyaan nya. Dirinya juga berhak tahu dari mana dirinya di temukan dan karena apa dirinya di bawa oleh Angga dan Linda. Lalu di mana kedua orang tuanya sekarang berada.


Angga menggeleng lemah, harus apa dia sekarang? Dia juga masih punya hati, Leon pasti sakit hati mendengar ini semua, terlebih lagi Leon sudah mereka bohongi semenjak bayi, "Iya Leon, kamu memang benar bukan anak kandung Papa sama Mama. Waktu itu ketika Mama sama Papa lagi duduk berdua di taman ada seorang wanita paruh baya nitipin bayi ke kita dengan alasan hanya ingin membeli susu untuk kamu terlebih dahulu. Setelah satu jam, wanita itu tak kunjung kembali gak tau kemana dia pergi. Karena gak tega ninggalin bayi itu sendirian akhirnya Mama sama Papa adopsi kamu dengan alasan memang kami ingin sekali mempunyai anak" ucapan Angga terjeda sekejap, dadanya sesak tenggorokkannya terasa terceket. Tidak sanggup menceritakan lebih detail lagi tentang asal mula dirinya di adopsi.


Meskipun dalam hati Leon terasa seperti di cabik cabik, namun dirinya tetap terus tersenyum. Ia harus ingat, ada Laura di sampingnya, dia gak boleh terlihat cengeng. Jelek.

__ADS_1


"Setelah dua tahun lamanya merawat kamu akhirnya Mama kamu mengandung Alvin, Gak ada rasa sedikitpun untuk kami membuang kamu Leon, kami berdua udah sayang sama kamu layaknya anak kandung sendiri. Jadi kita putuskan untuk merawat kamu sepenuhnya hingga kamu bisa seperti ini" Angga menitikkan air mata setetes. Sakit rasanya.


Di sini lain Linda yang mendengar kenyataan pahit itu hanya bisa menangis tanpa henti, ia takut jika Leon akan pergi sejauh jauhnya dari kehidupan mereka setelah ini.


"Tapi kenapa cuma Alvin yang di kasih tau kenapa Leon enggak? Kenapa Leon baru boleh tau sekarang Pa?" Leon menunduk menatap lantai, tak berani menatap mata Angga sedikit pun. Kedua tangan Laura bekerja mengelus punggung tegas milik Leon yang, ia yakin Leon kuat.


"Bukannya kami ngasih tau Alvin, Le. Tapi Alvin gak sengaja denger saat Mama sama Papa ngomongin sesuatu tentang kamu. Maafin kami sudah membuat Alvin benci sama kamu" Angga menghela nafas gusar kecewa pada dirinya sendiri, Angga memejamkan matanya sejanak untuk menyeka dadanya yang terasa sesak.


"Lalu. Kenapa kalian gak ngasih tau aku dari dulu? Mungkin aku gak akan sesakit sekarang ini pah.


"Ya, aku tau. Tapi kalian sadar? Hanya karena anak pungut seorang ayah rela mengusir anak kandungnya sendiri. Anak pungut gak sepantasnya mendapatkan kasih sayang layaknya anak kandung" ucap Leon membaca kembali isi kertas yang tadi pagi ia baca.


Angga dan Linda terkejut, menatap tak percaya ke arah Leon, "Apa kamu bilang anak pungut? Le, kamu itu----"


"Anak kandung Papa. Ya kan? Anak kandung Papa" serobot Leon. Bibirnya mengulas senyum yang tak dapat artikan saat mengucapkan kalimat tersebut. Mungkin karena sudah terlalu sakit sampai tak bisa di bentuk dengan kata kata lagi.

__ADS_1


"Leon?" mata Angga berbinar binar, takut akan kehilangan Leon.


"Pah, please stop here. Aku mohon cari Alvin, sayangi dia seperti kalian menyayangi aku, dia anak kandung kalian gak sepantaskan kalian bersikap seperti ini sama Alvin. Ini semua gak adil bagi dia, dia anak kandung kalian tapi dia merasa dia bukan siapa siapa bagi kalian. Stop. Cari Alvin, ulangi lagi semuanya dari awal sebelum terlambat" perintah Leon, "Mah, Pah. Bukannya aku gak tau berterima kasih, tapi maafin aku mungkin sekarang akan lepas dari kalian. Aku akan pergi dari kehidupan kalian" lanjut Leon. Hidungnya memerah, matanya berkaca kaca, ingin sekali rasanya menangis menghilangkan beban di hati dan pikirannya kalau saja dia tidak ingat kalau dirinya adalah kepala rumah tangga sekarang, mungkin sudah ia lakukan menangis tanpa beban di hadapan kedua orang tuanya...Orang tua angkat.


"Le, kamu... "


^^^"Maaf Ma, tapi Leon bukan harus lakuin ini. Leon gak mau Alvin jadi benci sama aku gara gara ini, stop Ma Pa. Sayangi Alvin mulai sekarang, akhir akhir ini Laura sama Leon sering dapet banyak teror dan salah satunya itu dari Alvin, kemungkinan Alvin benci sama kita termasuk Laura gara gara masalah ini" tutur Leon tegas.^^^


"Leon akan tetap sering main kesini tapi gak tentu waktunya gak tentu harinya, bisa aja sebulan sekali atau setahun sekali. Leon siap kalau kalian butuh Leon kapan aja" Leo90-- tersenyum kecut sebelum akhirnya dirinya dan juga Rara berdiri dari tempat duduk


Linda menggeleng, "Rumah ini rumah kamu Le, pintu rumah ini akan selalu terbuka kapanpun kamu kesini"


"Ini tempat beranjak dewasa, rumah ini adalah saksi Leon tumbuh besar dari awalnya yang hanya seorang bayi tanpa daya dan akhirnya tumbuhlah seorang Leon Arganta yang sudah mandiri dan tumbuh dewasa dengan didikan yang luar biasa dari pasangan suami istri Linda dan Angga. Leon sekarang sudah tumbuh besar bahkan sekarang udah punya Laura, istri Leon.


. Mungkin sebentar lagi Leon akan menjadi ayah Pah Ma" Leon tersenyum menatap perut datar Laura.

__ADS_1


__ADS_2