DURI DI DALAM PERNIKAHAN

DURI DI DALAM PERNIKAHAN
BAB 119 - Sesion 2 (APRILLIA)


__ADS_3

Mentari pagi menyibakkan tirai semburatnya yang memerah. Udara segar pegunungan membuat seorang wanita cantik merapatkan jaket Hoodie-nya yang berwarna abu-abu.


Seorang pria tampan berjalan disampingnya dengan tangan merangkul erat bahu wanita itu.


Mereka adalah sepasang suami istri yang saling mencintai. Liana Wulandari dan Jonathan Harvest.


Setelah memiliki seorang putri cantik yang diberi nama Aprillia Jovanca Harvest, kehidupan rumah tangga keduanya semakin harmonis.


Seperti saat ini, keduanya sedang melakukan perjalanan wisata keliling kota Jawa Tengah tentunya dengan formasi keluarga lengkap.


Genta menyetir mobil sendiri dengan pasukannya yaitu Citra, Mama Tiur, Airlangga dan seorang ART yang turut mereka bawa serta.


Sementara di mobil Liana, Jonathan yang mengendarai dengan penumpang VVIP yaitu Liana, Aprilia, Jordan dan seorang suster yang telah mengurus Aprillia sampai usianya kini 4 tahun.


Suster perawat bernama Melanie yang juga memiliki indera keenam sehingga sangat membantu sekali tumbuh kembangnya Aprilia sampai saat ini.


Sebenarnya Liana sudah meminta Teh Neyna dan Jumanta untuk tinggal bersama. Tapi ternyata tidak bisa.


Teh Neyna walaupun seorang penyandang disabilitas, ternyata memiliki kekasih yang akan menikahinya beberapa bulan lagi ketika Aprilia lahir.


Jumanta sendiri bahkan sudah membuka klinik pengobatan alternatif di Banten dan memiliki beberapa pasien yang sangat mengandalkan kemampuannya.


Otomatis Liana hanya bisa mendapatkan bantuan secara nyata dari Airlangga saja yang memang tinggal dengan keluarga besar Jonathan.


Tapi Teh Neyna dan Jumanta berjanji akan selalu memantau serta menjaga Aprilia lewat mata batinnya.


Ada satu hal yang begitu Liana syukuri. Ternyata, putrinya memiliki kedekatan khusus dengan adik kandung suaminya.


Aprillia sangat dekat dengan Jordan.


Bahkan Jonathan sebagai Ayah kandungnya seringkali sedih dan iri melihat kedekatan keduanya.


Hubungan keponakan dan Om yang sangat jarang terjadi. Benar-benar memiliki chamistry yang begitu dekat. Walaupun Jordan tidak tinggal bersama mereka, tetapi jika pulang ke rumah keluarga, Aprilia pasti selalu ingin tidur dan bermain bersama om tercintanya itu.


Padahal ada Genta dan juga Airlangga, Om yang adalah adik-adi Liana.


Tetapi hubungan persaudaraan mereka terlihat wajar saja. Tidak terlalu berlebihan. Layaknya Paman dan ponakan.

__ADS_1


Namun dengan Jordan, Aprilia seperti selalu ingin mencari perhatian agar pria yang seusia Mamanya itu selalu fokus mengistimewakan dirinya.



Seperti hari ini.


Aprilia menangis ketika Ibunya ternyata memilih hotel yang berbeda dengan hotel pilihan Om-nya.


"Ibuuu... kenapa om Didi menginap di hotel Ariston sementara kita justru menginap di Swaharsa? Ayo pindah, Ayah! Please..." protesnya setelah mengetahui kalau Jordan tidak menginap di hotel yang sama dengannya.


Tentu saja Jonathan menatap putri kecilnya dengan tatapan kesal.


"Sayang...! Om Didi ada pertemuan di hotel itu sampai malam. Jadi Ia memilih untuk menginap di sana sampai lusa. Om Didi harus kerja!" ucap Liana memberikan pengertian pada Aprilia.


"Tapi Ayah koq tidak bekerja? Kenapa Om Didi bekerja sendiri?"


"Tidak Sayang! Ayah sudah bekerja selama bertahun-tahun tanpa liburan. Om Didi juga bekerja bersama Om Genta, Om Airlangga. Mereka masih ada pekerjaan untuk beberapa hari kedepan. Sayang, jangan buat Ayah jadi sedih dong! Oke? Kita masih akan keliling kota Jogja sambil menunggu kerjaan para Om selesai."


"Jadi kita ke Prambanan tanpa om Didi, Bu?"


"Nanti Om Didi menyusul!"


Liat menepuk keningnya.


Pusing kepala melihat kelakuan putri semata wayangnya yang lumayan keras adatnya.


Entah pelet apa yang bisa membuat bocah berumur empat tahun itu menjadi begitu lengket dengan Jordan.


Liana, Jonathan dan semua anggota keluarga tiada yang tahu kenapa Aprillia menjadi seperti itu.


Sepertinya rahasia Illahi itu hanya Tuhan yang tahu dan Aprillia sendiri. Entahlah.


Aprilia menangis cukup lama hanya untuk menunggu kedatangan Jordan dari hotel tempatnya menginap.


Mama Tiur, Citra bahkan suster pengasuhnya sudah turun tangan semua untuk menghibur tuan putri Beby Aprillia. Tapi gadis kecil itu tetap menangis keras membuat suasana hotel menjadi gaduh.


Jonathan akhirnya menelpon adiknya demi membuat sang buah hati kembali ceria dengan wajah cantik serta celotehan manjanya.

__ADS_1


"Jordan! Kau dimana? Beby Aprillia menangis sedari tadi menunggu kedatangamu! Ck. Kau ini pakai pemikat apa sampai gadis kecilku jadi seperti ini padamu?"


...[What??? Are you crazy, Gege? Aku tidak ada pikat memikat! Kalaupun ada, sudah pasti kupakai untuk memikat gadis cantik agar hidupku tidak terus sendiri seperti ini! Cih! Punya Kakak bukannya bantu adiknya dapat jodoh malah dituduh yang bukan-bukan. Lagipula Aku juga tidak tahu kenapa Aprillia jadi begitu sayang Aku. Kalau iri, bilang Boss!]...


"Tentu saja aku iri! Kau bahkan lebih dekat pada putriku ketimbang Aku!"


...[Mungkin Beby lebih sayang padaku karena dia tahu, kamu lebih bucin pada Liana ketimbang padanya. Hahaha...! Oke, sebentar Aku meluncur kesitu!]...


Klik.


"Sudah, Sayang! Ayah sudah telepon Om Didi! Sebentar lagi dia akan datang dan kita ke Prambanan bareng Om Didi!" kata Jonathan membuat putrinya langsung memeluk dan bersorak kegirangan.


"Horeee! Yeaaay, kita ke candi Prambanan bareng Om Didi!"



Begitulah hubungan kedekatan Aprilia dan Jordan.


Terkadang membuat Liana dan Jonathan pusing memikirkan kedepannya.


Jordan sendiri terkadang sengaja menjauh demi untuk membuat Aprillia tidak terlalu lengket dengannya.


Ada perasaan bersalah juga perasaan tidak enak hati ketika raut wajah Kakak serta Kakak ipar menatapnya dengan tatapan ambigu mengarah curiga padahal tiada apapun yang diperbuatnya.


"Om, Om Didi! Kita naik kuda yuk?"


"Ayo!!!"


"Om Didi, beli es krim yuk?"


"Boleh! Kuy, Beby!"


"Ibuuu!!! Om Didi mana?"


"Om Didi ke toilet dulu, Sayang! Nanti juga kembali ke sini!"


Begitu dekatnya sampai Jordan ke toilet umum pun Aprillia selalu harus menunggunya di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


Hhh... Liana sampai menghela nafas memikirkan tingkah laku putri satu-satunya itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2