DURI DI DALAM PERNIKAHAN

DURI DI DALAM PERNIKAHAN
BAB 27 - SEHARIAN BERSAMA BOSS GEGE


__ADS_3

Film yang kutonton ceritanya begitu mengharu biru. Benar-benar seperti kisah percintaanku difilmkan di layar besar.


Kisah cintaku dengan Irsyad, semua keharmonisan dan keromantisannya yang terbentang nyata, tiba-tiba musnah semua setelah datangnya sang pelakor.


Di puncak ******* cerita film, aku bahkan sampi ikut terhanyut dan menangis.


Boss Gege bahkan sampai memberikan sapu tangannya untukku menyusut air mata.


"Duh, filmnya sedih!" gumamku usai film berakhir.


Boss Gege tersenyum tanpa berkata apapun. Ia hanya berbisik, "Pergilah ke toilet dan rapikan riasanmu, Liana! Pukul dua siang ini kita akan pergi ke perusahaan lain untuk kembali meneken kontrak kerja!"


"Iyakah?"


Aku terkejut. Kukira hari ini akan selesai setelah menonton film di bioskop dan pulang ke rumah besarnya. Ternyata... Masih ada satu part lagi.


"Sudah kubilang semalam kalau kau adalah dewi keberuntunganku, Liana! Hari ini kita ada dua perjanjian kontrak kerja. Dan satu lagi adalah dengan Boss PT Maha Raja di daerah Sentul. Hehehe..."


Aku tersipu. Mekar cuping hidungku dijuluki dewi keberuntungan oleh Boss Gege.


Kami kembali melanjutkan perjalanan. keluar mall dan langsung menuju basement parkiran.


Tujuan kali ini adalah perusahaan waralaba terbesar di pulau Jawa. Begitu cerita singkat Boss Gege. Pabriknya akan jadi pemasok supliyer seafood ke resto-resto milik PT Maha Raja yang tersebar di wilayah pusat Ibukota dan sekitarnya.


"Selamat pagi, Pak Wira Atmaja!"


"Pagi, Gege! Apa kabar? Lama tak bertemu!"


Aku tersenyum sembari turut serta menyambut uluran tangan Boss CEO PT Maha Raja. Kami berjabatan dan semoat terkejut karena Pak Wiriatmaja menggelitik jemariku sebelum melepaskan tangannya.


Aih? Kenapa Boss ini?


"Gege! Kau sangat pintar dalam mengatur stategi! Hehehe... Tahu sekali seleraku!"


"Maksud Pak Wira apa ya?"


"Hm... Aku tahu maksud terselubungmu, Gege! Hehehe... Thanks a lot untuk hadiah cantiknya!"


Boss Gege menarikku sedikit menjauh.


"Oh, maaf, Pak! Kenalkan ini Liana, partner saya. Dan bukan untuk hadiah cantik dari kerja sama perusahaan kita!" katanya dengan tegas membuatku tersanjung sekali.


"Oh... Aduh, aku salah kira! Maaf, Gege! Maaf, aku lupa. Kamu tidak suka memberiku pelicin seperti pengusaha-pengusaha lainnya! Hehehe...! Iam sorry, Gege!"


"Hehehe...! Pelicin Saya adalah doa semoga keuntungan dari kerjasama kita ini lancar jaya dan memberi banyak keberkahan dalam hidup kita!"

__ADS_1


"Amiin. Hahaha..., kau semakin religi saja. Bahkan lebih religi dibandingkan aku yang keturunan kiyai besar di Pasuruan!"


"Hehehe... Maaf, Pak Wira! Saya hanya berusaha berjalan di rel yang Allah tunjukkan!"


"Bravo! Salut aku! Oke, mari silakan enjoy it! Kita bicara serius soal kontrak kerja!"


Aku benar-benar terpukau dengan kinerja Boss Gege. Pengusaha muda, tampan dan lurus hidupnya. Tidak suka hal aneh apalagi belok kanan belok kiri. Benar-benar pria idaman semua wanita.


Tetapi mengapa Ia terlihat hidup sendiri? Mengapa bukan istri atau pasangannya yang dibawa? Mengapa Ia lebih memilih mengajak aku ketimbang pasangannya?


Mataku sesekali melirik wajah tampannya yang makin menarik ketika bibirnya menyunggingkan senyuman.


Dia tampan. Sangat tampan. Apalagi kalau sedang tersenyum. Tetapi mengapa hidupnya nampak misterius dan tidak terlihat bahagia.


Kesepakatan kerjasama pun selesai.


Boss Gege menghela nafas lega di balik setir mobilnya sebelum menyalakan mesin dan mulai melaju perlahan.


"Alhamdulillah. Kontrak kerja sama kita berjalan lancar!" ucapnya senang.


"Alhamdulillah!" timpalku turut senang.


"Akhirnya kita bisa pulang dan istirahat di rumah! Hm... Terima kasih, Liana, atas kerjasamamu hari ini. Aku akan transfer ke rekening tabunganmu via mobile banking."


"Baju ini? Harganya sangat mahal, Saya rasa... Cukup untuk gaji saya hari ini Boss!"


"Terima kasih, Boss!"


Aku senang, bisa membantu usaha Boss Gege. Semalam Ia bilang nyaris bangkrut karena ditinggal karyawan serta beberapa perusahaan produsen yang pernah bekerja sama. Semoga kini perlahan tapi pasti, usahanya akan bangkit dan jaya lagi.


"Boss! Boleh saya tanya?"


"Iya? Tanya apa, Liana?"


"Istri Boss tidak marah kalau Boss mengajak perempuan lain selain sekretaris pribadi Boss gitu? Nanti bagaimana kalau istri Boss salah faham?"


"Uhuk... Pfff... Hahaha! Aku belum menikah, Liana!"


Hah?!? Boss masih lajang?


"Maaf... Boss! Saya kira Boss sudah berkeluarga. Terus, itu yang boss pernah bilang keluarga dilarang tinggal di pabrik, itu maksudnya?"


"Itu Mami dan adikku. Mereka stay di Jakarta. Sengaja juga kularang tinggal di pabrik. Mereka tidak boleh tahu keadaan perusahaan. Aku tidak ingin mereka kepikiran mengenai keuangan pabrik yang morat-marit!"


"Boss!"

__ADS_1


"Ya, Liana?"


"Boss sedang berjuang membangun kembali pabrik, tetapi malah pemborosan membelikan Saya baju mahal sampai mau transfer uang ke rekening tabungan Saya. Itu membuat Saya jadi sedih, Boss!"


"Eh? Kenapa begitu? Khan itu sesuai dengan kinerjamu. Aku tidak foya-foya sembarangan juga. Mulai besok, kamu akan jadi karyawanku khan!?"


"Iya. Tapi... Untuk tabungan, sebaiknya nanti saja akhir bulan. Soalnya Saya juga belum bekerja di pabrik. Rasanya koq seperti makan gaji buta!"


"Hahaha...! Kamu benar-benar unbreakable, Liana! Ada ya perempuan yang justru menolak dibayar gaji dimuka! Hehehe... Aku bangga sekali memiliki karyawan se-loyal kamu!"


"Hehehe... Saya aja belum tahu apa kinerja saya dalam bekerja itu baik atau tidak. Tapi sudah dilabeli karyawan loyal. Saya jadi malu, Boss!"


"Jangan sungkan, Liana! Kita khan berteman. Kamu mau khan jadi temanku?"


Aku tersipu malu.


Tuhan Memang Maha Baik.


Disaat aku merasa jadi orang yang hancur sehancur-hancurnya karena ditalak cerai suami yang selingkuh dan menikah lagi, belum lagi keluarganya justru malah mendukung perselingkuhannya bahkan lebih memilih selingkuhan suamiku ketimbang aku karena sudah berbadan dua.


Tuhan mengirimkanku pria-pria terbaik yang justru mau berteman denganku, wanita gendut yang tak punya apa-apa ini.


Jordan Ardian, Boss Jonathan Harvest.


Bahkan ketampanan Bang Irsyad langsung jomplang jika dibandingkan ketampanan Jordan dan Boss Gege Jonathan.


"Kenapa jadi melamun, Liana? Sebentar lagi kita sampai!"


"I_iya, Boss!"


Aku tersentak dari lamunan.


Mobil Boss Gege memasuki gerbang pabrik.


Suasana masih sepi karena ini hari minggu dan pabrik libur. Hanya beberapa sekuriti berpakaian bebas yang menjaga pintu gerbang pabrik bergantian.


"Kamu boleh istirahat sekarang!"


"Baik, Boss! Saya permisi ke kamar!"


Aku lega. Pekerjaanku hari ini telah selesai. Dan waktunya kini istirahat.


Badanku terasa lengket karena pergi keluar sejak pagi hari. Hanya sesekali ke toilet dan berwudhu untuk sholat Dzuhur di musholla mall setelah nonton bioskop tadi.


Aku memilih langsung mandi baru sholat Ashar karena baru pukul empat lebih beberapa menit.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2