
Tiur membuka pintu rumah. Matanya terbelalak.
"Liana? Jonathan?"
Tak percaya melihat tubuh menantu dan putra sulungnya berdiri tegak di depan pintu rumah mewah mereka.
"Mamaaa!"
Liana langsung merangkul Tiur. Tangisan kembali tak dapat dihindarkan.
Keduanya menangis bahagia.
Citra yang mendengar suara berisik dari ruang tamu penasaran dan ingin tahu apa yang sedang terjadi.
"Kak Liana?!"
Istrinya Genta itupun itu masuk ke dalam pelukan.
Tangis dan tawa bercampur jadi satu. Jonathan tertawa sembari mengusap butiran bening yang juga menetes saking terharunya.
"Alhamdulillah, Alhamdulillah ya Allah!"
Semua bahagia. Keluarga besar Tiur Blezynski sangat bahagia.
Aprillia yang dikabari kalau Ibunya telah sembuh total dan sudah pulang ke rumah pun segera meluncur setelah bubar jam pelajaran.
"Ayo Daddy, cepat cepat!"
"Sebentar, Beby! Daddy beli buket bunga dulu untuk Ibumu!"
"Tidak usah, tidak perlu! Biar Ayah yang akan membelikan Ibu bunga!"
"Izinkan Daddy membuat Ayahmu cemburu sekali lagi, Aprillia!"
"Ck. Daddy, ingat Miss Alina pacarnya Daddy!"
"Tentu! Miss Alina akan jadi istri Daddy enam bulan lagi! Hehehe... Nanti bulan depan Daddy baru akan memperkenalkannya pada keluarga kita, right?"
"Daddy nakal! Ish! Hehehe... tapi Beby suka!"
"Dasar ya, anak Daddy ini!"
Jordan menjawil dagu mungil Aprillia.
Mereka pulang ke rumah dengan buket bunga mawar merah besar berbentuk hati.
Jordan terpukau melihat wajah cantik Liana lagi.
Jonathan kembali dalam mode on siaga. Membuat Liana tertawa gembira melihat kecemburuan sang suami yang terlihat begitu nyata.
__ADS_1
"Buat siapa buket bunga itu?" tanya Jonathan dengan ketus.
"Buat Liana dong pastinya! Ibu dari putriku, Beby Aprillia!"
Jonathan segera meraih dua tangan Liana dan Aprillia.
"Ini adalah dua bidadari surgaku! Jangan pernah berfikir untuk merebutnya dariku, Jordan!"
"Iya kah? Bukankah keduanya sudah Gege berikan padaku? Lupa? Apa sekarang yang amnesia itu Gege Jonathan?" ledek Jordan membuat Jonathan merah padam wajahnya.
Liana memangku tubuh Sang putri lalu berjalan mendekati Jonathan.
"Tentu saja, Kami berdua ini adalah bidadari surganya Ayah Jonathan! Iya kan Beby?"
"Iya dong! Daddy Jordan sudah punya Miss Alina. Misi Beby sudah selesai, Ibu! Akhir bulan ini Daddy dan Miss Alina akan bertunangan kemudian menikah lima bulan lagi."
Aprillia mengecup pipi Ibunya. Kemudian berbisik...
"Ibu, Aprillia kangen Ibu!"
Keduanya saling berpelukan dengan tangisan kebahagiaan.
"Ibu juga rindu Aprilia Sayang! Maafkan Ibu ya Nak?"
"Maafin Beby juga ya Bu?"
Jonathan merangkul bahu anak dan istrinya.
Mereka bertiga berpelukan. Hingga menimbulkan kecemburuan Jordan.
Jordan menelpon seseorang. Wajahnya kini terlihat bersemu merah. Ada aura kebahagiaan tersirat di raut wajah Jordan.
Keluarga besar Mama Tiur semakin lengkap dengan kedatangan Genta juga Airlangga.
Mereka kumpul keluarga mendadak sampai akhirnya Jonathan memutuskan untuk memesan makanan via online.
Ting tong
"Nah tuh?! Pesanan makanan kita datang!" seru Citra. Ia hendak beranjak pergi tapi segera ditahan Tiur.
"Citra, sudah duduk. Biar Ola yang bukakan pintu! Lihat kakimu sudah mulai bengkak-bengkak! Sepertinya hari lahiran semakin dekat!"
Citra tersenyum malu-malu tapi senang. Tiur memperlakukannya seperti anak sendiri. Bahkan mereka dilarang pindah sampai benar-benar sudah siap untuk mengurus semua rumah tangganya sendiri.
Ola asisten rumah tangga yang juga sudah seperti anggota keluarga itu langsung berlari keluar membukakan pintu.
Semua terkejut, ternyata bukan kurir yang mengantarkan makanan. Melainkan seorang gadis cantik berhijab yang berdiri malu-malu memasuki rumah besar kediaman keluarga Harvest.
"Assalamualaikum..."
__ADS_1
"Waalaikum salam!" kompak semua menjawab.
"Miss Alina!" seru Aprilia yang langsung menyambut kedatangan guru sekolah TK nya.
Jordan juga tampak malu-malu menghampiri Alina.
Wajahnya terlihat sekali, kalau sedang jatuh cinta.
Semua tersenyum gemas melihat pasangan tampan cantik yang malu-malu kucing itu.
Liana tersenyum lega, juga bahagia.
Akhirnya matanya bisa melihat binaran kebahagiaan di dua bola mata Jordan.
Alina dan Jordan memiliki raut wajah yang begitu mirip. Seperti kembar.
Dan konon katanya, kalau wajah mereka mirip kemungkinan besar mereka berjodoh.
Liana melihat sisi ketulusan Jordan yang mencintai Alina begitu pula sebaliknya.
Alina malu-malu menunggu Jordan memperkenalkannya kepada keluarga besar. Dan menatap wajah Jordan dengan tatapan penuh arti.
Tidak seperti ketika Jordan memulai kisah cintanya bersama Habibah, kali ini Jordan terlihat jauh jauh lebih bahagia. Tanpa harus mengubah jati dirinya mengikuti pasangan agar pasangannya senang.
Jonathan tersenyum lega. Digenggam eratnya jemari Liana. Bahkan semakin erat hingga tak ada keinginan untuk berpisah walau untuk sebentar saja.
"Mama..., kenalkan... Ini Alina. Kami sedang penjajakan untuk ke jenjang hubungan yang lebih serius lagi. Akhir bulan ini, tolong lamarkan Alina untuk Jordan ya Ma?" tutur Jordan malu-malu.
Tidak seperti ketika bersama Habibah, Jordan seolah ragu bahkan tanpa pengenalan seperti saat ini.
Liana semakin yakin, Alina adalah jodoh Jordan.
Liana menoleh pada sang putri. Aprillia langsung mengangguk. Seperti bisa membaca jalan fikiran Ibunya. Lalu mereka tersenyum bahagia.
Alhamdulillah...
Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan bagi keluarga besar Harvest.
Cinta bisa datang dan pergi.
Tapi cinta sejati tidak akan pernah pergi walau apapun yang terjadi.
Duri di dalam pernikahan akan tetap ada dan selalu ada.
Sampai kapanpun, permasalahan akan datang silih berganti.
Kekuatan cinta pasangan suami istri akan terus diuji sampai pada titik dimana cinta berubah menjadi kasih sayang. Saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain. Saling menerima kekurangan tak hanya kelebihan pasangan.
Tidak selamanya juga pelakor atau pebinor jadi momok yang menakutkan dalam pernikahan bagi pasangan suami istri.
Bahkan kemungkinan rasa bosan yang mendera pasangan yang hidup bersama dalam jangka waktu yang lama bisa saja muncul menjadi duri dalam rumah tangga.
__ADS_1
Pengertian dan perhatian akan selalu dibutuhkan dalam hubungan pernikahan untuk waktu yang lama, abadi hingga akhir masa. Hingga rambut memutih dan tetap setia berjanji akan menua bersama. Selamanya.
...TAMAT...