DURI DI DALAM PERNIKAHAN

DURI DI DALAM PERNIKAHAN
BAB 132 - Sesion 2 ( Akhirnya)


__ADS_3

Semua anggota keluarganya telah kembali pulang. Tinggalkan Jonathan yang kini sendirian menjaga Liana.


Liana baru saja selesai terapi gerak sensor motorik melatih urat-urat tubuhnya terutama tangan dan kaki agar kembali bisa berfungsi normal.


"Mas..."


"Iya, Lian..."


Liana dengan malu-malu meminta pertolongan Sang suami untuk membantunya membetulkan obat tempel sejenis koyo di tulang punggungnya.


Jonathan gerak cepat membantu Liana.


"Sudah lebih nyaman?" tanyanya dengan penuh perhatian.


Liana mengerjap.


Kini jemari tangan Sang suami sudah jauh lebih nyaman dirasanya.


"Terima kasih."


"Sama-sama."


Keduanya kembali dalam kecanggungan.


Jonathan begitu gugup hingga terlihat kikuk hendak berbuat apa. Ia tidak ingin terlihat mengabaikan Liana yang seharusnya istirahat. Tapi Ia juga ingin sekali mengajak istrinya itu bercengkrama. Seperti dahulu.


Mereka terbiasa bounding me time sebelum tidur. Sederhana sebenarnya. Hanya saling menceritakan kegiatan masing-masing seharian ini. Setelah melepaskan kepenatan dengan saling pijat tubuh masing-masing barulah keduanya pergi tidur. Itu rutinitas keharmonisan rumah tangga mereka yang tidak diketahui siapa pun.


"Mas..."


"Iya?"


Liana terlihat tidak enak hati. Tapi mau bagaimana lagi. Ia butuh Jonathan membantunya setelah kemarin sejak Ia siuman hanya Genta saja yang Liana perbolehkan menjaganya. Yang lain tidak Ia izinkan termasuk Jonathan.


Seperti ada kontak batin, Jonathan langsung mengambil gelas cawan untuk Liana minum.


"Aku menyusahkan mu ya, Mas?" tutur Liana dengan suara lirih.


Jonathan menggeleng cepat.


"Ini sudah jadi kewajibanku sebagai seorang suami, Liana!"


"Meskipun istrinya saat ini tidak mengenalinya?"


"Itu ujian dari Allah. Semoga Allah menjawab doa-doaku agar istriku pulih kembali seperti sedia kala!"


"Aamiin..."


Ada kehangatan yang tidak bisa Liana mengerti di dalam hatinya yang mulai terisi baterai cinta Sang suami.


Entahlah. Seperti perasaan nyaman satu sama lain walaupun ingatannya masih dalam recovery.


Hatinya juga ingin sekali mengingat masa-masa indah bersama suami tampannya.


Jonathan sengaja membawa album foto pernikahan mereka. Membukanya perlahan dan menunjukkan kebahagiaan mereka di masa lalu lewat album kenangan.


Liana menatap satu persatu gambar diri dengan seksama dan fokus. Betapa dirinya terlihat sangat bahagia di sana.



__ADS_1




Air matanya perlahan menetes. Betapa ia rindu sekali dirinya yang bahagia itu.


Liana menoleh pada Jonathan yang tampak khusu' memperhatikan wajahnya dalam diam.


"Mas..."


"Iya, Sayang!?" jawab Jonathan dengar suara lembut.


"Bo bolehkah aku minta pelukan darimu?"


Liana bergetar mengatakan itu. Hatinya merasa seperti perempuan murah tapi segera ia sangkal.


Dalam rumah tangga, tidak boleh merasa murah justru harus bangga dan merasa begitu berharga karena ingin manja pada pasangan tanpa harus jaga imeg karena pasanganlah yang tahu setiap inci lekuk tubuh kita! Begitu Liana meyakininya.


Jonathan dengan wajah merona saking terharu dan senangnya langsung menubruk tubuh istrinya sampai menangis sesegukan di bahu Liana.


Liana ikut menangis. Tangisan haru juga kebahagiaan.


Ada seorang pria yang mencintainya setulus hati.


Merawat Liana dari hari kehari demi untuk melihatnya sembuh kembali seperti sedia kala.


Bahkan pria tampan yang kini menangis dalam pelukannya itu telah memberinya seorang putri cantik yang luar biasa.


Liana merasakan hamil, melahirkan bahkan menyusui dan membesarkan buah hati bersama pria tampan ini. Begitu besar rasa syukurnya pada Allah Ta'ala hingga air matanya tumpah bleber semakin tak bisa dikendalikan lagi.


Malam kemarin Liana juga banyak menangis mendengar cerita Genta tentang rumah tangganya yang kandas dengan Irsyad.


Sejak lima tahun pernikahannya kala itu, Ia sudah memiliki firasat kalau Irsyad tak baik.


Liana telah faham.


Tapi kini semua kesedihan itu Allah bayar kontan.


Seorang pria blasteran tampan bahkan banyak uang ternyata kini adalah suaminya. Yang menjadikannya Ratu Dalam Rumah Tangga. Yang selalu menyertakan dirinya disetiap acara apalagi momentum berharga bagi suaminya. Dialah Jonathan Harvest. Suami yang saat ini sedang menangis memeluknya erat.


Walau saat ini memori ingatan jangka pendeknya masih dalam pemulihan, tetapi Liana bisa merasakan semua rasa yang bergejolak di hati Jonathan saat ini.


"Mas Jo, Sayang! Maafkan aku yang telah lupa pada semua kebaikanmu!" bisik Liana lirih.


"Aku minta maaf, Sayang! Aku minta maaf, belum bisa menjadi suami yang terbaik!"


"Tidak, tidak, Mas! Jangan katakan itu! Jangan bilang kalau kamu belum bisa jadi suami yang terbaik. Karena kamu adalah suami dunia akhiratku, Mas!"


Sontak kedua bola mata Jonathan membulat. Senyuman di bibirnya mengembang lebar.


"Sayang?"


"Mas...!"


"Kamu tidak akan minta cerai dariku dan pergi ke pelukan Jordan bukan?"


"A apa??? Maksud Mas...? Tentu saja tidak, Mas! Dimana lagi kudapatkan suami soleh seperti dirimu yang telah memberiku seorang putri cantik jelita? Dimana, coba? Dan Jordan memang sedang menggodaku. Tapi itu tidak sesungguhnya. Dan kalaupun itu benar, pilihanku tentu saja hanya kepadamu, Mas! Walau memori ingatanku belum kembali!"


"Sayang!!!"


Muacht muacht muacht

__ADS_1


Jonathan mengecup pipi kanan, pipi kiri dan juga kening istrinya dengan penuh kebahagiaan. Terakhir dikecupnya lembut bibir Liana yang basah dan selalu membuat Jonathan tergila-gila.


"Liana..., Aku cinta padamu! Aku cinta padamu! Sungguh-sungguh cinta dan ingin terus hidup bersamamu sampai akhir masa dan sampai akhirat juga pastinya. Aamiin!"


Liana lagi-lagi meneteskan air mata keharuan.


"Peluk aku lagi, Mas! Terima kasih telah merawatku meskipun tubuhku koma selama setahun, dan kamu bahkan sampai begitu setia merawatku hingga melepaskan semua karier pekerjaanmu!"


"Aku mencintaimu, Liana!"


Cup.


"Aku juga mencintaimu, Mas Jonathan!"


Perlahan Jonathan ******* bibir merah kekasih halalnya.


Kini jemarinya tidak lagi terlalu bergetar mengusap lembut wajah Liana, lalu turun hingga bahunya.


Senyuman keduanya mengembang.


"Sabar ya Mas? Aku masih belum bisa memberimu kenikmatan selayaknya suami istri. Bahkan sampai setahun lamanya."


"Aku ikhlas, Liana! Aku akan sabar menunggunya asalkan jangan berikan senyum tercantikmu pada pria lain termasuk pada Jordan!"


"Kamu cemburu, Mas?"


"Tentu saja! Anak itu selalu siaga ingin mencurimu dari aku!"


"Hahaha... Tidak, Mas! Istrimu ini bukanlah dewi khayangan. Bukan pula bidadari syurga yang begitu cantik jelita. Kamu terlalu berlebihan deh!"


"Ish, beneran! Lengah sedikit, diculiknya kamu dari aku!"


"Hehehe... Mas nih pintar membuatku melayang ke alam nirwana!"


Liana mencubit kecil pinggang Jonathan.


"Aih? Sudah bisa mencubit? Alhamdulillah! Terima kasih ya Allah!"


Liana tertawa melihat wajah suaminya yang berbinar indah. Manik mata coklatnya begitu bercahaya. Membuat Liana jatuh cinta lagi dan lagi pada Sang suami.


"Sssttt...! Tidur, Sayang! Istirahat! Nanti Dokter Fedro marah lho!"


"Kamu juga tidur, Mas! Ini sudah malam! Sudah, jangan pijat-pijat lembut terus kakiku! Tidurlah!"


"Aku terlalu exited, Sayang! Kukira aku akan kehilanganmu selamanya!"


Grep.


Jemari Liana menutup mulut Jonathan.


Kemudian wajahnya mendekat dan....


Sluuurp...


Jonathan terdiam dengan dada berdebar. Liana inisiatif lebih dahulu menc*um bibirnya.


Ya Allah ya Tuhanku! Terima kasih atas segala karunia-Mu padaku! Pada Liana. Pada keluarga kecil kami. Semoga senantiasa bahagia. Walaupun banyak duri dan onak yang mendera menerpa pernikahan kami berdua. Pintaku pada Allah Azza Wajjalla, tetap satukan cinta kami berdua. Selalu, untuk selamanya. Aamiin...


BERSAMBUNG


__ADS_1



Mohon dukungan untuk novel terbaru author ya kakak pembaca semuanya🙏🙏🙏semoga Allah senantiasa memberikan rezeki berlimpah untuk kita semua. Moga selalu sehat juga bahagia. Aamiin...


__ADS_2