
Jodoh, rezeki dan umur, hanya Tuhanlah yang tahu.
Seperti apa kita dua tahun kedepan, masa depan hanya Tuhan yang pegang.
Tapi Aprillia kecil justru seperti sudah punya catatan kehidupan yang harus ia perhatikan agar semua itu tidak terjadi.
Bocah perempuan ajaib berumur empat tahun itu memang tidak pernah sesumbar pada apa yang terlihat di mata batinnya.
Ia lebih memilih diam dan mencoba mencari jalan agar penglihatannya itu bisa disikapi sebelum terjadi. Apalagi jika diyakini kalau penglihatan mata batinnya itu tidak baik sama sekali.
Seperti penglihatan lima bulan yang lalu dan telah menjadi mimpi yang ketiga kalinya di dalam hidupnya.
Aprillia putri Liana melihat sesuatu yang teramat buruk tentang Jordan, Om yang biasa ia panggil dengan sebutan 'Om Didi'.
Setiap kali mimpi itu datang, Aprillia selalu tidak bisa tenang.
Dia menangis keras sampai berjam-jam karena mimpi itu datang lagi bahkan untuk yang ketiga kalinya dalam kurun waktu lima bulan ini.
Aprillia memang begitu dekat dengan Jordan.
Tapi sejak ia mengalami mimpi buruk yang menyangkut Jordan, gadis kecil itu selalu ingin berada tidak jauh dari adik kandung Ayahnya.
Aprillia seperti ingin mengubah takdir hidup Jordan yang seperti sudah digariskan dan diberitahukan lewat mimpi.
Ibunya sudah seringkali memberinya pelajaran hidup dan juga kekuatan dengan mengajarinya ibadah seperti sholat dan mengaji.
Liana selalu menanamkan ilmu agama yang jauh lebih kuat lagi sebagai penangkal nasib buruk kepada Aprilia.
Liana juga menyewa guru mengaji privat yang datang mengajar setelah hari Senin sampai Jumat untuk sang putri sejak usia Aprilia tiga tahun setengah.
Sejujurnya Liana tidak ingin putrinya bersinggungan dengan hal-hal ghaib yang membuatnya menjadi sasaran empuk para makhluk halus.
Makanya Liana sengaja tidak mengasah kemampuan Aprilia hingga menjadi lebih peka lagi sebagai seorang anak indigo.
Liana lebih suka membelokkan arah jalan fikiran Aprillia ke arah ilmu agama.
__ADS_1
Sehingga kesannya seperti berusaha mengabaikan Aprillia ketika bersinggungan dengan ucapan yang terkadang spontanitas keluar dari bibir mungil putrinya.
Sehingga akhirnya Aprillia lebih memilih diam dan tak menceritakan apapun penglihatannya pada Sang Ibunda.
Liana memiliki alasan tersendiri. Ia tak ingin mental serta pertumbuhan jiwa raga sang putri menjadi terganggu karena kemampuan spiritualnya yang lebih ditonjolkan jika Liana sering-sering merespon keanehan yang Aprilia rasakan.
Pernah diusia dua tahun, Aprillia dipaksa Liana secara halus untuk mengabaikan makhluk halus bernama pocong yang hampir seminggu meneror rumah mereka dengan berkeliling setelah kaca.
Saat itu Aprilia belum terlalu faham dengan kemampuannya dan hanya bisa mengikuti kemana pocong itu berhenti.
"Ibu, Ibu! Itu apa?" tanya Aprilia dengan polosnya.
Liana yang berusaha untuk tidak melihat ke arah makhluk dengan wajah hitam dan mata merah menyala itu berusaha menenangkan putrinya.
"Jangan dilihat, Sayang! Jangan dilihat! Abaikan saja!"
"Ibu! Dia menatap kita terus!"
"Beby Sayang! Please..., jangan diperhatikan! Tengok wajah Ibu saja!"
Liana menepuk keningnya. Jantungnya berdegup kencang. Ia hanya bisa mencoba menutupi kedua mata Aprillia sambil mendawamkan ayat kursi terus menerus dan mencoba kontak batin dengan makhluk gaib agar pergi dari rumah besar mereka.
Apa maumu? Jangan ganggu kami! Pergilah!
...Nyai! Tolong Aku! Tolong, Nyai!...
Tidak. Tidak akan karena kamu telah mengganggu kehidupanku terlebih lagi mengganggu putriku!
...Tolong bilang pada orangtuaku. Tali pocong ku dicuri orang yang tidak berperasaan. Hik hik hik... Tolong Nyai Ratu!...
Kau masih gadis ketika masih hidup?
...Ya Nyai. Tali pocongku dicuri untuk dibuat sirik kepada Allah SWT....
Memangnya apa khasiat tali pocongmu?
__ADS_1
...Katanya tali pocongku bisa membuat mereka kebal dari segala pembantaian. Aku meninggal dunia tepat dimalam Selasa legi. Tali pocongku berenergi besar dan memiliki banyak khasiat termasuk rezeki yang berlimpah serta ilmu kebal dan ilmu gaib supranatural lainnya....
Astaghfirullahal'adziiim...
...Maka dari itu, tolong Aku Nyai....
Liana yang saat itu hanya diam tak berani memberikan jawaban, ternyata Beby Aprilia justru lebih cepat bergerak.
Rohnya seperti biasa, tiba-tiba menghilang beberapa jam dari raga.
Dan dalam waktu empat jam, baru kembali dengan tanda tubuh yang biru-biru seperti lebam. Wallahu a'lam, Liana sendiri tidak mengetahui apa-apa karena semua penglihatannya tentang Aprillia seperti ditutup.
Tetapi ternyata dua hari kemudian terdengar kasus viral di media sosial dan media elektronik kalau ada makam seorang gadis perawan berumur enam belas tahun yang makam kuburannya di bongkar orang tak dikenal dan beberapa lembar tali pocongnya hilang dicuri orang tak bertanggung jawab itu.
Keluarga sang gadis langsung membongkar makam dan merapikan kembali dengan doa-doa untuk ketenangan putri mereka di alam barzakh.
Dua hari kemudian, orang yang melakukan tindakan gila itu berhasil ditangkap bahkan menyerahkan diri dengan mengakui kejahatannya karena ketakutan terus-terusan diteror makhluk halus setiap malamnya.
Entah, apa yang telah terjadi. Tapi Liana meyakini kalau itu adalah kerjaan putrinya Aprillia. Namun sang putri tidak pernah sekalipun mengaku pada Sang Ibu.
..............
Liana tiba-tiba terbangun di pukul dua malam.
Ia teringat pada Sang putri yang sedang menginap di rumah Jordan dibilangan kota Tangerang, pinggiran Ibukota.
Untuk menenangkan hatinya yang resah, Liana pergi ke musholla rumah dan pergi berwudhu.
Ternyata, bukan hanya dia yang terbangun malam itu.
Airlangga juga.
Bahkan Airlangga telah sejam yang lalu mengaji tanpa suara setelah sholat tahajud dua raka'at.
Liana tidak mengganggu Airlangga. Ia tetap melakukan sholat di barisan paling belakang dengan doa dan harapan sang putri selalu dalam lindungan Allah Ta'ala.
__ADS_1
BERSAMBUNG