DURI DI DALAM PERNIKAHAN

DURI DI DALAM PERNIKAHAN
BAB 131 - Sesion 2 ( Rahasia Itu...)


__ADS_3

Jonathan melirik Liana yang sedang tersenyum mendengar celotehan Aprilia.


Dua wanita yang paling Jonathan cinta. Tiga wanita bersama Mamanya yang begitu disayang.


Jordan tiba-tiba masuk ditengah keint*man Ibu dan Anak itu. Membuat Jonathan jadi tidak tenang hatinya.


Jonathan berdebar ketika melihat sang istri juga merespon Jordan lebih santai ketimbang ketika bersama dengannya tadi berdua saja.


Liana! Jangan tersenyum semanis itu pada Jordan, Lian! Jangan! Senyummu terindahmu hanyalah untukku seorang saja. Tidak untuk orang lain meskipun ia adalah saudara kandungku.


Jordan terlihat semakin gencar melakukan manuvernya.


Seperti yang sudah ditebak, Liana ternyata mengingat Jordan dan masa-masa SD mereka beberapa dua puluh enam tahun yang lalu.


Liana tertawa kecil mendengar cerita Jordan, sementara Aprillia ikut terpukau karena Daddy-nya pandai merangkai kata. Ketiganya tertawa bersama dengan diikuti senyuman Mama Tiur dan juga Citra.


Ada rasa nyeri yang begitu nyeletit dihati Jonathan.


Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau sakit hati, Jonathan! Padahal tahun lalu justru kaulah yang mengeluarkan wacana ingin menceraikan Liana demi untuk melihat Jordan bahagia! Stupid man!!! Pria gobl*ok!!!


Jonathan tanpa sadar memukul-mukul dadanya yang bergemuruh kencang.


Mereka telah bahagia. Kenapa kau terluka, Jonathan? Itu khan kemauanmu? Sekarang, makan ucapanmu! Telan ludahmu! Jangan protes apalagi pada Tuhan Yang Maha Pengatur!


Jonathan tak kuat lama-lama mendengar Jordan berbicara dan derai tawa Aprilia serta melihat senyuman manis Liana.


Ia diam-diam melipir keluar kamar inap istrinya.


Ya Allah ya Tuhanku! Inikah karma yang harus kuterima karena ucapanku sendiri yang terkesan ingin melepaskan Liana?


Jonathan duduk di bangku panjang ruang tunggu rumah sakit dengan hati resah serta fikiran gelisah.


Mamanya sudah menceritakan semua ucapannya setahun lalu pada Jordan. Dan wajar saja jika sekarang Jordan seperti menagih janji ucapannya. Bahkan dengan berani dan terang-terangan mengatakan siap untuk mengambil alih perasaan Liana untuk dirinya.

__ADS_1


Dulu Jordan kalah karena Liana lebih memilih Jonathan yang dianggap lebih mengenal kepribadian serta kehidupannya kala itu meskipun kenyataannya pertemanan Jordan jauh lebih lama dengan Liana dibandingkan Jonathan.


Sekarang Jordan seperti berada di atas angin karena keadaan Liana yang sama sekali tidak mengingat Jonathan dan kisah cinta mereka dimasa lalu.


Hati Jonathan kembali perih. Rasanya seperti tertusuk duri. Nyeri sekali.


Dia hanya bisa menghela nafasnya dengan tatapan mata kosong ke depan.


Bagaimana kalau sampai kejadian, Liana minta cerai dan... Jordan menikahinya?


Setetes air turun dari kelopak matanya. Jonathan segera menyusut, takut terlihat oleh orang kalau dirinya sedang dalam ketakutan yang amat besar.


Liana! Liana Wulandari... Liana please ingat Aku, Sayang! Ingatlah Aku, betapa Aku mencintaimu!


Jonathan merasa dirinya sangat rapuh hingga menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan menangis dalam diam.


Sementara itu di dalam kamar inap Liana, Jordan seperti sengaja mendekat dan merapat sampai Liana menanyakan posisi dirinya yang adalah adik ipar.


"Sungguh jodoh tak bisa kita tebak ya? Ternyata teman SD ku kini jadi adik ipar ku. Hehehe... Andaikan bisa dibuat judul novel, apakah akan banyak pembaca yang mau baca kisahnya ya? Hehehe..."


"Wah! Citra bisa tahu banyak! Keren...!" kata Liana begitu terpukau.


"Citra ini author Noveltoon sejak setahun lalu. Penanya sudah gold lho karena pencapaian menulis novelnya. Citra malah sudah dapat gaji dari menulis novel di Noveltoon!" tambah Jordan membuat Citra tersenyum dengan anggukan kepala.


"Kerennya!" gumam Liana makin terpesona.


"Ayo Kak! Kalau Kakak sudah sembuh total, kita nulis novel saja di Noveltoon. Tak ada aplikasi sebaik Noveltoon dalam memanjangkan para penulisnya yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga yang butuh uang jajan tambahan. Hehehe... Kayak aku ini!"


Jordan mengusap keringat Liana yang ada dikeningnya. Tapi segera ditepis halus oleh wanita yang seumuran dengannya itu. Walau tanpa kata-kata.


Liana adalah perempuan yang sudah faham kalau dirinya tidak boleh tebar pesona dan mudah untuk dipegang lelaki lain selain suaminya.


"Kamu tahu Liana?"

__ADS_1


"Apa?"


"Seharusnya yang jadi suamimu itu adalah Aku!" bisik Jordan membuat Liana menatap wajah adik iparnya dengan bingung.


Jordan sebenarnya tidak tega melihat wajah cantik Liana menjadi seperti sekarang ini.


Ia sengaja melakukan hal-hal yang mungkin dianggap keji oleh orang luar yang melihat kejanggalan ini.


Semua Jordan lakukan dengan seizin dan kerjasama bersama Aprilia dan juga Airlangga.


Tanpa melibatkan Jonathan serta beberapa anggota keluarga lainnya. Hingga terlihat dirinya agak kurang waras karena seperti memaksakan kehendak. Padahal itu tidak benar.


Jordan telah move on dari kisah cintanya pada Liana. Ia telah melepaskan hati serta perasaannya untuk kebahagiaan semua termasuk kebahagiaan dirinya sendiri.


Aprillia-lah yang banyak membuka mata hati serta fikirannya yang terlalu tertutup karena bullyan dimasa kecil dulu.


Ada banyak pelajaran hidup yang tanpa disadari telah Aprillia contohkan pada Jordan lewat cerita-ceritanya di malam hari menjelang tidur.


Ternyata dirinya mengidap psikosomatis karena situasi yang terus menerus menderanya sedari kecil dan merusak kesehatan fisik serta mentalnya yang memicu Jordan selalu ingin menyakiti diri sendiri sampai hampir mau bunuh diri.


Jangan abaikan korban pembullyan dengan berkata, waktu akan segera mengobatinya.


Tidak. Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jordan sendiri telah mengalaminya. Meskipun usia dewasa bahkan menjelang paruh baya. Tetap saja Ia masih trauma jika mengingat masa-masa kecilnya yang terombang-ambing pindah satu negara ke negara lain. Dengan mental yang labil dan keadaan kedua orang tua penuh ujian kehidupan, Jordan kecil yang bertubuh besar dengan kemampuan berbahasa yang lemah selalu dibully di masa sekolah hingga remaja.


Keluarga tidak ada yang tahu. Karena Jordan tidak pernah menceritakan hal demikian. Dia hanya memendam seorang diri. Bahkan Kakak laki-lakinya pun tidak tahu kecuali curhatan kecilnya soal berat badan yang mengganggu hingga akhirnya Jonathan lah yang menggembleng Jordan olahraga serta diet sehat hingga tubuhnya menjadi seperti sekarang ini.


Kini, Ia harus menjadi orang jahat bagi kakaknya. Semua untuk memulihkan kondisi memori ingatan Liana serta cintanya yang sudah pasti hanya untuk Jonathan kakaknya tersayang.


Jordan hanya ingin Sang Kakak juga menjadi pribadi yang lebih terbuka untuk urusan apapun pada istri serta keluarga yang begitu disayanginya.


Jonathan terlalu tertutup soal hati dan perasaannya.


Jordan ingin membuat kedua pasangan suami istri itu lebih harmonis dan lebih mencintai satu sama lain. Itu saja. Dan itu adalah keinginan terbesar Aprillia.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2