
Beberapa menit yang lalu.
Arya mengendarai mobilnya sudah cukup jauh dari gang tempat ia menurunkan Ayu. Arya merasa perasaannya tidak enak, apalagi dia sudah bertekad untuk ikut bersama Ayu, dari pada harus kembali ke rumah seorang diri.
Arya kemudian memutar balik mobilnya dan kembali menuju gang, mobilnya ia parkir di tempat yang tidak terlihat oleh orang dari depan gang.
Dia pun menunggu Ayu di tempat aman, matanya fokus menatap gang. Setelah menunggu sedikit lama, dilihatnya Ayu keluar dari sana mengendarai motornya, dia pun menyalahkan mesin mobil dan mengikuti Ayu secara diam-diam.
"Sebenarnya dia ingin menemui siapa?" lirih Arya. Matanya tetap masih tertuju pada wanita yang berada di atas motor.
Ayu bersenandung ria bahkan cengar-cengir sendiri. Saat mengendarai motor butut miliknya, ia merasa kembali pada dirinya yang dulu dan itu sedikit membuat hatinya legah dan senang.
"Lumayanlah, buat hiburan. Waktu di mobil sangatlah canggung, mana Om diam-diam mencuri-curi pandang padaku lagi, bikin tak nyaman saja. Masa aku yang tomboy ini dibuatnya sport jantung olehnya. Huh!" sungutnya.
Kini Ayu dapat merasakan apa yang di rasakan oleh pemeran wanita dalam flim yang ia tonton. Jantung yang berdegup begitu kencang saat dekat dengan orang yang kita cintai, persis seperti dirinya saat itu.
'Apa mungkin itulah cinta? Apa aku sudah benar-benar mencintaimu, Om? Om, apa jika aku mencintaimu, kau juga akan membalas cintaku? Atau malah tak terima karena aku jauh dari tipe idealmu?' Ayu membuang nafasnya dengan kasar.
'Sudahlah Ayu, cukup kau yang memiliki perasaan ini sendiri, dari pada nanti dia akan menjauhimu lagi. Ya, ya setidaknya Om masih mau berbicara denganku, aku juga tidak berniat membuatnya menjauhiku lagi.'
Kali ini Ayu benar-benar sudah yakin dengan perasaannya. Dia tidak bisa mengelak lagi, hatinya sudah berhasil di curi oleh Arya, pria pertama yang singgah di hatinya.
'Dekat denganmu saja aku sudah bahagia, Om.'
Ayu tersenyum. "Lalala ... lalala ... Lalala ... syalalala ... hmmm ... hmmm ..."
Sepanjang perjalanan Ayu masih terus bersenandung dan tentu saja semua itu tak luput dari pandangan Arya. Saking asiknya bersenandung ria, Ayu hampir saja di tabrak oleh pengendara motor lain dari depan.
Ckitt ...
Bunyi ban yang bergesekkan dengan Aspal membuat pengendara mobil yang ada di belakang, menjadi kaget bukan kepalang.
Hampir saja motor Ayu di serempet oleh motor milik seorang bapak yang ada di depannya, untung saja keduanya mengerem kendaraan mereka secara bersamaan dan tidak terjadi kecelakaan.
__ADS_1
"Eh maaf, Pak. Saya tidak sengaja,"ucap Ayu tersenyum, tak nampak kepanikan di wajahnya.
Bapak tersebut hanya menatap heran pada Ayu, yang bapak itu fikirkan saat ini adalah harusnya ia yang lebih dulu meminta maaf pada Ayu, karena dia yang tidak berhati-hati. Lantas kenapa wanita muda itu yang lebih dulu meminta maaf padanya?
"Iya, Neng. Bapak juga minta maaf, ya."
"Iya, Pak. Tidak apa-apa. Lain kali hati-hati."
"Iya."
Melihat Ayu hampir di tabrak membuat Arya juga hampir berteriak kencang. Kaget itulah yang Arya rasakan. Jantungnya juga hampir keluar dari tempat persembunyiannya, dia tidak mau kejadian yang sama terjadi lagi pada orang yang ia sayang.
"Hei, apa kau gila? Di jalan raya malah bersenandung ria? Apa kau sesenang itukah saat ingin bertemu dengan orang itu?" gerutu Arya dalam mobilnya, dia benar-benar tidak habis fikir dengan Ayu yang masih sempat-sempatnya tersenyum.
Ayu menjalankan motornya lagi, dan lagi-lagi masih terdengar senandung dari mulutnya. Arya mengikuti Ayu terus menerus bahkan Ayu tidak menyadari keberadaannya.
Motor Ayu terus membela jalan perkotaan, sesekali Ayu memasuki jalan yang tidak bisa di masuki oleh mobil dan itu membuat Arya frustasi sehingga harus mencari jalan lain yang terhubung pada jalan yang Ayu lewati, sebelum ia kehilangan jejak Ayu nanti.
Arya sudah tiba di depan jalan utama. "Dia di mana, sih?"tanya Arya frustasi, matanya berkeliling mencari keberadaan Ayu.
Arya terus mengikuti Ayu dari belakang. Kini motor Ayu memasuki kompleks perumahan yang jalan gangnya cukup besar, sehingga mobil Arya bisa masuk ke dalam.
Motor Ayu terus melaju dan masuk ke sebuah danau yang lumayan besar, lalu motornya ia parkir di tempat yang sudah tersedia di tempat itu.
"Rupanya ini tempat wisata, pantes saja gangnya bisa di masuki oleh mobil,"lirih Arya pelan. Matanya terus menatap sosok wanita yang baru saja turun dari motor matic.
"Eh, dia mau ke mana?"tanya Arya ketika melihat Ayu berjalan menjauh dari motor.
Bayu mengirim pesan pada Ayu, sebelum singgah menemui ibunya, ada sesuatu hal yang ingin Bayu sampaikan pada Ayu jadi ia langsung menyuruh Ayu ke danau tempat biasa mereka istirahat, menghapus penat dengan melihat keindahan danau itu.
Ayu yang sudah memakirkan motornya pun berjalan ke arah kanan, ia menuju pohon besar yang berada beberapa meter dari danau. Terlihat seorang pria sudah duduk di bangku panjang yang berada di bawah pohon rindang tersebut, Ayu pun menghampiri pria itu.
"Hey, ada apa kau memanggilku ke sini?"tanya Ayu tiba-tiba pada pria yang sedang membelakanginya.
__ADS_1
"Akhirnya super hero datang juga,"ucap Bayu sambil tersenyum, terpancar binar di matanya.
Arya sudah memakirkan mobilnya di tempat parkir khusus mobil, lalu ia mengikuti Ayu, ia memantau pergerakan Ayu dan dari kejahuan melihat Ayu yang sedang berbicara dengan seorang pria yang ia kenal.
Arya benar-benar kesal, pasalnya ia mengira Ayu ingin bertemu dengan teman wanitanya, namun tak di sangka rasa ketakutan dan kekhawatirannya kini terbukti, bahwa Ayu menemui pria itu lagi.
Arya secepatnya pergi ke tempat jualan yang ada di tempat wisata, ia kemudian membeli kacamata bening dan membeli masker, lalu memakainya. Ia pun membuat rambutnya terlihat berantakan agar Ayu tidak mengenalinya.
Setelah merasa penyamarannya telah siap, barulah ia pura-pura mendekati tempat di mana Ayu berada. Dia sengaja mengambil tempat duduk di salah satu bangku yang berada dekat dengan keberadaan Ayu dan juga pria itu, agar dapat mendengar dengan jelas apa yang akan mereka berdua bicarakan.
Arya duduk tenang sambil memandang danau yang ada di depannya. Sesekali ia melihat ke arah Ayu yang sudah beranjak duduk di samping lelaki itu.
'Kenapa duduknya harus berdekatan, sih!'
Raut wajah Arya tiba-tiba berubah, rasa cemburunya kini kian meningkat, rasanya ia ingin sekali menarik Ayu dari sana. Tapi dia juga penasaran apa yang akan Ayu dan pria itu bicarakan.
'Tahan Arya. Kau pasti bisa?'
Ayu menatap Bayu yang belum juga menjawab pertanyaannya. " Kamu belum jawab pertanyaanku loh!"
"Emang apaan?"tanya Bayu, ia pura-pura tak ingat dengan ucapannya.
"Kenapa kau memanggilku ke sini? Kenapa tidak langsung ke rumahmu? Di sana juga bisa 'kan?"tanya Ayu membeberkan beberapa pertanyaan pada Bayu.
Bayu membalas tatapan mata Ayu yang berada di sampingnya. "Gue binggung harus mulai dari mana,"ucap Bayu tersenyum.
'Sial! Wajah Ayu tak kelihatan dari sini, pria itu tersenyum, sudah pasti ada maksud terselubung dari ucapannya.'
Walau pun Arya cemburu setengah mati tetap saja dia juga harus bisa menahan diri, jangan sampai ia membuat malu di depan wanita yang ia cintai.
'Aku harus bisa bersabar dan jika benar pria itu mengungkapkan isi hatinya pada Ayu, aku juga ingin mendengar jawaban untuk pria itu, agar kedepannya aku tak terlalu berharap lagi.'
Arya sudah bertekad bahwa ia akan menunggu lebih lama lagi untuk melihat apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya.
__ADS_1
Bersambung❣