
...~Flashback~...
Laksmi adalah seorang wanita dari keluarga sederhana. Betapa beruntungnya ketika dirinya mendapatkan teman dan sahabat baik seperti Diana dan Monica. Mereka yang terlahir dari keluarga kaya tidak pernah sombong dan memandangnya hanya karena harta. Diana dan Monica sangat tulus berteman dengan Laksmi, keduanya menganggap Laksmi sebagai saudara kandungnya sendiri.
Namun setelah dewasa, timbulah berbagai macam kecemburuan dari hati Laksmi. Dia berfikir kenapa dirinya begitu sial dan tidak ada satu pun pria yang mau mendekatinya. Kecemburuannya terhadap Diana yang begitu beruntung memiliki Daniel, membuat mata Laksmi gelap. Dia sangat iri pada Diana yang mendapatkan lelaki yang sangat mencintainya.
Berbagai cara telah Laksmi lakukan agar Daniel juga mau meliriknya, tapi tetap saja Daniel sangat setia pada Diana. Perasaan obsesi Laksmi terhadap Daniel membuatnya ingin memiliki Daniel seutuhnya.
Tiap kali ia menyusun rencana jahat, tetap saja Daniel tidak berhasil masuk ke dalam perangkapnya dan Diana juga sangat mempercayai ketulusan cinta Daniel dan semua itu membuat Laksmi semakin membenci Diana.
Akalnya tidak sampai disitu saja bahkan sampai Daniel dan Diana sudah memiliki seorang putra pun Laksmi masih terus mengincar Daniel.
Hingga pada saat Azka berumur beberapa tahun, dirinya berhasil menjebak Daniel di dalam kamar Hotel. Laksmi sengaja membuat Daniel mabuk agar dapat meluncurkan rencana jahatnya.
Rencananya Laksmi berhasil ia bahkan berhasil mendapatkan beberapa foto saat dirinya dan Daniel tidur sekamar. Kenyataannya Laksmi tidak melakukan apapun terhadap Daniel kecuali hanya menyuruh orang tuk melucuti pakaian Daniel. Niatnya hanya mengambil foto tidak senonoh mereka saja.
Pada saat itu ketika Daniel terbangun, ia mendengar isak tanggis Laksmi yang sedang memungunginya. Laksmi mulai melancarkan aktingnya.
Hiks ... hiks ... hiks ...
"A--Apa yang sebenarnya terjadi?" gugup Daniel. Laksmi tidak menjawab dan malah semakin mengeraskan tangisannya.
Daniel buru-buru mengenakan pakaiannya yang sudah berserakan di lantai. Kemudian berusaha mengingat kembali tentang kejadian semalam. Namun dirinya tidak dapat mengingat apa-apa.
"Lupakan apa yang sudah terjadi antara aku dan dirimu!" ucap Daniel dingin. Walau dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tetap saja ia harus memperingatkan Laksmi. Setelah itu Daniel pun beranjak pergi dari kamar itu.
'Sial!! Bahkan jika benar-benar kami melakukan hubungan intim, tetap saja dia tidak akan pernah menjadi milikku. Diana kau seharusnya mati saja.'
Daniel benar-benar frustasi, fikiran buruk terus berkecamuk dalam benaknya.
'Bagaimana jika Diana tahu aku melakukan itu dengan sahabatnya sen ... diri ... aaarrrggghhhh.'
Daniel *******-***** rambutnya, hingga membuat beberapa helai rambut rontok dan nyangkut ditangannya. Dia bahkan beberapa kali memijit-mijit pelipisnya yang tak sakit sama sekali.
'Sial!!! Pokoknya Diana tidak boleh tahu, bahwa aku telah ....'
Daniel was-was merasa cemas, dia takut kalau Diana tahu apa yang telah ia lakukan bersama sahabatnya sendiri. Sedang Laksmi yang masih berada di dalam kamar buru-buru menghapus jejak air mata buayanya.
"Tidak apa-apa jika kau masih menolakku Daniel. Lihat saja nanti, kau tidak akan bisa lari dariku," lirih Laksmi menyeringai.
Sejak kejadian itu, Daniel sebisa mungkin menghindari Laksmi. Perlakuan Daniel membuat Laksmi tidak senang. Hingga membuat Laksmi mau tidak mau harus mengancam Daniel dengan foto-foto mereka.
Daniel takut jika Diana melihat foto-foto itu, ia juga tidak mau foto mereka tersebar, jadi dirinya harus beberapa kali menemui Laksmi walau hanya sekedar menemani Laksmi makan dan berbelanja.
__ADS_1
Sebelum hari kecelakaan itu tiba. Laksmi sengaja membayar seorang supir yang bekerja di kediaman Abraham tuk mencelakai sang majikan.
Awalnya pak supir itu menolak, namun Laksmi mengancam keselamatan keluarga dari pak supir. Sehingga pak supir tidak ada pilihan lain selain mengikuti apa yang dikatakan oleh Laksmi.
Siang hari sebelum kecelakaan itu terjadi, pak supir di tugaskas tuk mengantar keluarga Azka ke taman bermain. Namun setelah pulang dari sana hari sudah beranjak sore.
Pak supir yang telah melaksanakan apa yang Laksmi katakan, lalu dirinya terpaksa izin pulang terlebih dahulu karena keluarganya sedang sakit. Semua itu atas perintah dari Laksmi sehingga dirinya terpaksa membohongi majikannya.
Mau tidak mau Daniel harus mengizinkan supirnya itu tuk pulang dahulu. Diana juga turut merasa cemas pada kesehatan keluarga dari pak supir. Tapi yang lebih merasa cemas ialah pak supir itu sendiri, karena ini menyangkut keluarga dan majikannya. Dia berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Sebelum pak supir pergi dari taman bermain, dirinya memberi kabar pada Laksmi bahwa misinya telah selesai di kerjakan dan memohon agar keluarganya segera dilepaskan.
Mendengar kabar baik itu Laksmi merasa sangat senang. Dirinya akan melancarkan rencana selanjutnya untuk menciptakan percikan agar bisa terjadi kecelakaan.
Hujan tak kunjung berhenti, bunyi guntur dan sembaran petir terus menerjang bumi. Azka kecil sedang berada di pangkuan ibunda tercinta, dirinya masih berada dalam zona nyaman. Di dalam mobil keluarga kecil itu tampak bercanda ria seperti yang mereka sering lakukan.
Di tempat lain khususnya di rumah sederhana milik Laksmi, wanita itu sudah terlihat segar bugar karena baru saja selesai mandi.
Setelah berpakaian lengkap, Laksmi pun menelepon Daniel tuk melancarkan rencana jahatnya lagi.
"Lihat saja nanti. Jika aku tidak bisa memilikimu, maka antara aku dan Diana tidak akan pernah mendapatkan dirimu. Hahaha."
Dengan persiapan yang sudah cukup mantap. Dirinya mulai mengutak-atik ponselnya dan segera menelepon Daniel.
"Ya. Ada apa kamu meneleponku?" ketus Daniel. Laksmi merasa tidak senang dengan nada bicara Daniel.
"Tidak ada. Aku hanya ingin mendengar suaramu saja," terang Laksmi manja.
"Jangan meneleponku lagi!" ucapan Daniel terdengar berbisik di telinganya.
"Santai saja sayang. Diana tidak akan tahu jika kamu sudah pernah meniduriku," ucap Laksmi menggoda disertai tawa jahatnya.
Bohong, Laksmi sudah terlebih dahulu mengirim foto-foto mereka ke Diana, namun Laksmi tidak habis fikir bahwa Diana masih saja mempercayai Daniel.
"Diam kamu!" hardik Daniel pelan.
"Siapa Mas? Kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya seseorang yang tak lain tak bukan ialah Diana.
"Bukan siapa-siapa sayang!" kilah Daniel.
"Cih." Laksmi mendecih tak suka dia sudah benar-benar muak dengan semua cinta yang hanya diberikan pada Diana.
"Coba siniin ponselmu. Siapa sih yang meneleponmu. Aku jadi penasaran."
__ADS_1
'Bagus Diana, ambillah ponsel milik Daniel biar kamu tahu bahwa aku yang tengah menghubunggi suamimu.'
"Jangan!" Larang Daniel.
"Siniin!" pinta Diana tidak mau kalah.
Walaupun sahabat baiknya sudah mengirim foto kemesraan bersama suaminya, tapi tetap saja Diana mempercayai suaminya. Walau sebenarnya hatinya sakit dan bahkan sudah beberapa kali Daniel membohongginya.
Diana telah melihat semuanya, dia tidak sengaja melihat Daniel makan malam bersama Laksmi namun dirinya tidak pernah menanyai soal itu pada Daniel. Itu semua demi keselamatan rumah tangganya apalagi anak mereka juga masih kecil.
"Kalau aku bilang jangan ya jangan!" hardik Daniel.
Laksmi mendengar sedikit keributan yang terjadi antara Daniel dan Diana, membuat dirinya senang setidaknya Diana peduli dengan orang yang sedang menelepon suaminya.
"Baiklah."
'Kok dia tidak berebut lagi. Aakh ... sial!'
Laksmi merasa kesal sendiri mendengar Diana menyerah begitu saja. Namun beberapa detik kemudian ia mendengar nada yang tak biasa.
Brak ...
'Apakah Diana telah merebut ponsel Daniel?'
Hiks ... hiks ... hiks ...
'Suara tangisan? Hahaha bagus, rencanaku berhasil. Daniel pasti tidak fokus menyetir.'
Laksmi segera memutuskan sambungan teleponnya. Lalu beranjak dan makan malam dengan tenang.
Keesokan harinya, Laksmi menonton berita di saluran televisi. Berita terkini yang ditayangkan ialah berita tentang kecelakaan maut antara mobil dan motor.
Penyebab kecelakaan itu terjadi karena rem dari pengendara mobil blong. Orang yang meninggal ada tiga orang, dua perempuan dan satu laki-laki. Tidak ada bukti apapun bahkan ponsel milik para pengendara pun rusak total.
'Setidaknya wanita itu telah mati. Ini kesempatan yang bagus tuk merebut Daniel seutuhnya.'
"Untung saja tidak ada bukti yang mengarah padaku. Tuhan benar-benar berpihak kepadaku. Hahahaha." Laksmi tertawa senang.
Pak supir yang ketakutan mendengar kabar kecelakaan itu pun meminta laksmi menyelamatnya dirinya dan kekuarganya agar tidak terbukti terlibat dalam insiden kecelakaan itu. Lakmsi menyetujui permintaan sang supir juga demi keselamatannya agar kedoknya tidak terbongkar.
...****************...
Bersambung❣
__ADS_1