
Maaf karena saya update kelamaan, HP saya rusak dan terpaksa memakai laptop ayah saya, waktu saya sangat terbatas sekarang, mohon di mengerti ya para reader tercinta. semoga kalian sehat selalu,makasih jika kalian masih setia mendukung saya. Maaf karena kurang paham menggunakan laptop typonya masih bertebaran dimana-mana.
...~Flasback~...
Kirana yang pada saat itu merasa kesal pergi ke kediaman Abraham menemui Laksmi. Laksmi sedang duduk di ruang tamu, dirinya merasa bebas karena Daniel dan Riski tidak ada di rumah. Laksmi bahkan sedang menelepon seseorang dan orang itu bukanlah Kirana, gelagatnya sangat mencurigakan.
Kirana yang sudah tiba segera menghampiri Laksmi yang sedang menelepon, melihat Kirana datang Laksmi secepatnya mengakhiri sambungan teleponnya.
“Kenapa kamu ke sini?”tanya Laksmi. Kirana langsung duduk di sofa.
“Tante kenapa nggak bilang padaku kalau Azka mempekerjakan seorang wanita sebagai sekretarisnya? Apa Tente tidak curiga jika Azka menyukai wanita itu?”
“Kamu tidak perlu khawatir Kirana.”
“Bagaimana aku nggak khawatir Tan, dia adalah wanita pertama yang menduduki kursi sekretaris, Tante tahu sendiri ‘kan kalau selama ini tidak ada wanita yang berani mendekati Azka. Kenapa dia bisa?”ucap Kirana.
Laksmi tersenyum simpul. “Sekretaris itu sudah mempunyai anak,jadi kamu bisa tenang dan nikmati saja peranmu itu.”
“What? Dia benar-benar sudah punya anak? Bagus kalau begitu, Azka pasti tidak menyukai wanita bekas orang. Kapan Tante menyelidiki tentang wanita itu?”tanya Kirana penasaran.
“Dua hari setelah dia dipekerjakan,”ucap Laksmi.
Laksmi mengingat kembali saat bawahannya memberitahukan dia tentang Amel. Laksmi hanya mendengar bahwa wanita itu mempunyai anak saja dia tidak mendengar semua informasi tentang Amel. Saat itu bawahannya ingin melanjutkan perkataannya namun Laksmi sudah menyudahi perkataan dari orang suruhannya itu, sehingga informasi yang lebih penting tidak diketahui oleh Laksmi.
“Entah bagaimana sampai Azka tidak mengetahui bahwa wanita itu sudah mempunyai anak. Wanita licik itu lihat saja nanti,kamu tidak dapat bersaing dengan artis seperti diriku.” Kirana tersenyum mengejek.
“Kamu ke sini hanya menanyakan soal ini?”tanya Laksmi seakan tahu maksud dari kedatangan Kirana.
“Iya Tan. Aku merasa legah karena dia sudah mempunyai anak. Aku pamit dulu,ya?”Kirana pamit untuk pulang.
Setelah Laksmi mengangguk, Kirana langsung buru-buru pergi berjalan menjauhi Laksmi. Kirana berpapasan dengan Daniel di depan pintu.
“Loh, Kirana. Sudah mau pulang?”tanya Daniel.
“Iya Om. Kirana pamit dulu, ya?”
Tidak salah aku memilih dia sebagai calon istri buat Azka, selain cantik dia juga sopan.
“Iya. Hati-hati!”
__ADS_1
Kirana sangat senang dengan informasi yang didapatkan dari Laksmi, dia yang awalnya kesal pulang dengan hati yang berbunga-bunga. Daniel menghampiri Laksmi yang sedang duduk di sofa memainkan ponsel di tangannya.
Laksmi melirik Daniel. “Papa Sudah pulang?”tanya Laksmi basa-basi.
“Kamu ada-ada saja. Kalau aku sudah ada di sini, itu tandanya aku sudah pulang. Kenapa ditanya lagi? Kirana kenapa ke sini?”
“Biasalah Pah urusan anak muda. Dia datang berbincang sama Mama mengenai Azka. Ternyata Azka masih saja menolaknya,bikin Mama pusing saja. Padahalkan semua Mama lakukan buat kebahagiaan dia juga. Tega-teganya dia tidak menghargai maksud baik Mama.” Laksmi pura-pura sedih di depan Daniel.
“Mama tidak perlu khawatir, Papa akan menyuruhnya datang ke sini.”
“Bagaimana jika Azka menolak Pah? Papa ‘kan tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Azka.”
“Pokoknya Mama tenang saja. Semua serahkan pada Papa.”
Itu yang aku mau darimu, Mas.
Daniel segera menghubungi Azka namun Azka tidak menjawab telepon darinya, kini Daniel menelepon Arya. Arya mengangkat telepon dari Daniel.
”Halo Om, ada apa?”tanya Arya.
“Tolong sampaikan pada Azka, kalau saya ingin bertemu dengannya.”
Setelah sambungan telepon di tutup,Laksmi tampak senang rencana kali ini sangat berpeluang untuk berhasil. Daniel pamit pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Sedangkan Arya menemui Azka karena ada hal mendesak yang harus ia sampaikan pada Azka sekalian menyampaikan pesan dari Daniel.
Sesampainya di ruangan Azka ternyata Azka tidak berada di ruangannya. Arya lalu pergi ke ruangan Amel dan benar saja, Azka berada di sana.
Sudah kuduga, Azka pasti berada di ruangannya Amel, batin Arya.
"Permisi Tuan. Ada suatu hal yang ingin saya sampaikan kepada Tuan."
"Apa itu? Katakanlah!"
"Tapi Tuan ...." Arya tidak melanjutkan ucapannya, karena hal yang ingin dia sampaikan itu bersifat rahasia dan sangat penting dan orang lain tidak boleh mendengarnya.
"Baiklah, tunggu sebentar!"ucap Azka.
"Kamu mau bicara apa?"tanya Azka pada Amel.
"Nanti saja Pak. Sebaiknya Bapak selesaikan urusan Bapak saja dulu,”ucap Amel.
__ADS_1
Azka berdehem kecil menanggapi Amel dan segera keluar dari ruangan Amel. Arya mengikuti Azka dari belakang hingga masuk ke dalam ruangan milik Azka. Setelah Azka mempersilahkannya berbicara, dia mulai menjelaskan maksudnya menemui Azka namun sempat terjadi perdebatan panjang antar keduanya. Di akhir perdebatan itu barulah Arya memberitahukan pesan dari Daniel.
"Baiklah! Oh iya, Tuan besar ingin menemuimu di kediamannya."
"Aku sudah dapat menduganya, pasti pertemuan kali ini membahas tentang pertunanganku bersama Kirana. Rupanya mereka tidak ada habis-habisnya untuk mengatur hidupku,"ucap Azka.
Azka pun pergi meninggalkan perusahaannya untuk pulang ke rumah utama menemui sang ayah. Sudah lama Azka tidak pulang ke sana, kali ini dia benar-benar akan memperjelas bahwa dia tidak akan pernah bertunangan dan bahkan menikah dengan Kirana
Setelah sampai ke kediaman sang ayah, Azka langsung masuk begitu saja menemui Daniel dan Laksmi yang sudah duduk manis menunggu kedatangannya di ruang tamu.
Cih dia masih saja dikendalikan oleh seekor rubah betina.
Azka kemudian duduk santai di depan keduanya. “Ada apa Anda memanggil saya ke sini?”tanya Azka acuh tak acuh.
“Tidak bisakah kamu berbicara santai padaku? Sudah lama sekali kamu bahkan tidak pernah menginjakan kaki di ini.” Daniel tidak habis fikir kalau Azka tidak pernah berubah,masih sama seperti dulu.
“Jangan bertele-tele seperti itu. Katakan tujuan Anda menyuruh saya kemari.”
“Tertunya kamu sudah dapat menebaknya Azka. Ulang tahun perusahaan kita akan diadakan sebentar lagi, jadi Ayah mohon padamu perkenalkan Kirana sebagai calon istrimu di sana nanti. Kamu tidak berhak untuk menolaknya lagi.” Daniel menegaskan apa yang sudah ia tetapkan.
“Jika saya menolaknya, apa yang akan Anda lakukan pada saya?” Azka seakan menantang Daniel.
Dia memang tidak pernah berubah, aku ingin melihat apa yang akan Daniel katakan selanjutnya.
“Kamu tidak dapat menolaknya, Ayah sudah mengatur semua untukmu. Ini semua demi kebaikan dan kebahagianmu juga.”
Cih, jika bukan karena kamu ibuku tidak akan meninggal. Inikah yang kamu bilang demi kebaikan dan juga kebahagiaanku? Aku tidak seperti dirimu yang bahkan dikendalikan oleh wanita ular di sampingmu itu,batin Azka.
“Kita lihat saja, siapa yang akan berhasil. Saya akan membuktikan pada Anda bahwa ada wanita yang lebih baik dari Kirana. Saya juga akan menikah dengan wanita pilihan saya, untuk itu Anda tidak usah mencampuri urusan pribadi saya lagi,”tegas Azka.
“Dan saya tegaskan sekali lagi bahwa sampai mati pun saya tetap tidak mau menikah dengan Kirana.”
“Kamu tidak dekat dengannya kenapa kamu bisa tahu dengan sifatnya?”
“Tidak perlu dekat untuk mengetahui sifat asli seseorang. Karena saya dapat melihat dengan jelas siapa yang baik dan yang buruk di mata saya. Jika sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi, maka saya pamit pulang,”ucap Azka.
Azka langsung berdiri dari tempat duduknya,tanpa ditahan oleh siapa pun dia bergegas pergi keluar dari kediaman Abraham. Tampak Laksmi begitu frustasi, Daniel cukup santai dia ingin sekali melihat putra sulungnya melawannya. Sifat Azka menurun dari sifatnya yang keras kepala,jika sudah bertekad maka tidak akan goyah dengan keadaan apapun.
Aku mau lihat seperti apa wanita pilihanmu itu,batin Daniel.
__ADS_1
Bersambung❣