Father Of My Children

Father Of My Children
FOMC 54


__ADS_3

"Kenapa Anda mencari saya? Apa wanita saya lebih cantik dengan wanita pilihan Anda?"tanya Azka datar.


"Kenapa kamu selalu sensitif sama Ayah? Ayah akui wanita yang berada di sampingmu itu memang cantik. Tapi, Kirana jauh lebih baik dari wanita itu, Kirana seorang model terkenal. Masa depanmu bersamanya sudah pasti cerah."


"Belum tentu! Apa Anda ingin bahwa saya menikahi wanita itu dan dia hanya fokus dengan kecantikannya dan tidak mengurus keperluan saya sehari-hari? Itu yang Anda maksud dengan hidup cerah? Amel wanita sederhana yang saya sukai dan bahkan mungkin saya sudah mencintainya. Jadi Anda tidak perlu banyak bicara lagi. Keputusan saya sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat oleh Anda lagi,"tegas Azka.


Ternyata wanita pilihannya bernama Amel. Baiklah, aku tidak akan mengujinya lagi. Dia memang keras kepala sepertiku. Maafkan Ayah! Ayah selalu membuatmu kecewa. Apapun yang terjadi ayah akan menuruti perkataanmu.


"Sebenarnya Ayah memanggilmu ke sini hanya menanyakan, apa betul wanita yang naik ke panggung tadi akan menjadi calon istrimu. Ayah lihat dari ekspresi wajahmu, tampak jelas bahwa kamu sangat mempedulikan wanita itu."


"Itu urusan saya, Anda tidak berhak mengurus kisah asmara saya."


"Ayah harap pilihanmu itu memang yang terbaik untukmu. Ayah merestui kalian. Jadi, segera beri kabar jika kamu sudah ingin menikah. Ayah akan mempersiapkan semuanya." Daniel menepuk pundak Azka dan berjalan pergi menjauhi Azka.


Pria tua ini akhirnya mengalah juga. Jika tidak ada wanita rubah itu di sampingnya mana mungkin masalah ini menjadi semakin rumit.


Azka segera kembali menemui Amel, namun dia tidak menyangka Amel tidak menghiraukan peringatan darinya. Amel kini tengah mabuk dan bahkan mengoceh tidak jelas.


"Amel! Kenapa kamu minum alkohol? Bukankah sebelum pergi saya sudah mengatakan bahwa kamu harus minum jus saja?"ucap Azka. Amel menoleh padanya.


"Hei, Bongkahan Es!"ucap Amel dengan tatapan yang sayu.


Sudah malam tidak mungkin aku membawa dia pulang dengan keadaan mabuk seperti ini. batin Azka.


"Ayo ikut saya!" Azka memegang pergelangan tangan Amel.


"Bongkahan Es. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi."


"Tidak usah mengoceh. Kita pergi dulu dari sini!"


Azka segera menuntun Amel menuju ruangan rahasia kantor. Ruangan itu adalah ruangan pribadi milik Azka yang sudah bagaikan rumah baginya.


Sepanjang perjalanan Amel masih terus mengoceh bahkan Amel memarahi Azka, dia mengatakan semua isi hatinya pada Azka. Azka senang atas pengakuan Amel, namun dia juga tidak menyangka bahwa Amel mengalami masa-masa yang sulit pada waktu itu. Amel tiba-tiba menangis dalam mabuknya membuat Azka semakin merasa bersalah.


Kini mereka sudah berada di dalam kamar.


"Hiks ... kumohon ... menjauhlah dariku!"


"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu lagi!"

__ADS_1


"Kumo--"


Cup!


Azka yang sudah tidak tahan lagi langsung segera menyambar bibir Amel dengan rakus. Bibir ini yang selalu membuatnya candu. Azka melum** rongga mulut bibir Amel, menyapu bersih gigi putih milik Amel membuat sang pemilik kehabisan nafas.


Amel memukul-mukul dada bidang Azka dengan tenaga yang masih tersisa. Azka tidak menghiraukan pukulan yang diberikan Amel untuknya. Dia terus menikmati bibir tipis milik Amel. Setelah puas barulah pagutannya dilepas.


Tubuh Azka terasa panas, wangi bunga lavender dari tubuh Amel membuatnya candu dan ingin terus melanjutkan aktivitas penuh peluh.


Azka terus menciumi Amel tanpa henti, tangannya bermain-main menelusuri setiap inci tubuh Amel tanpa terlewat sedikit pun. Benda pusaka miliknya sudah siap untuk menyerang, namun sebelum mengeluarkannya permainan yang Azka lakukan sudah terhenti.


Amel mendorong tubuh Azka dengan sekuat tenaga yang dia punya hingga pagutan keduanya terlepas.


"Aku ingin muntah!"ucap Amel.


Perutnya bergejolak dengan hebat membuatnya tidak nyaman dengan posisinya saat ini. Rambut berantakan, baju berantakan bahkan lipstiknya sudah keluar dari jalur bibir miliknya. Azka sedikit panik melihat wajah Amel yang sudah tidak dapat menahan gejolak dalam perutnya.


"Ayo, saya antar ke kamar man--"


Hoek! Hoek! Hoek!


Baru juga Azka ingin menuntun Amel ke kamar mandi,namun semuanya sudah terlambat. Perkataan Azka terpotong, Amel sudah muntah duluan pada bajunya bahkan baju yang sekarang dipakai Amel juga kenah muntahannya sendiri.


"Astaga! Amel!"teriak Azka.


Azka tidak merasa jijik, dia hanya merasa kesal, malam yang diharapkannya terjadi malah digagalkan oleh Amel sendiri.


Awas saja nanti! Jika aku sudah berhasil mendapatkan hatimu, jangan pernah berfikir untuk kabur dariku. Aku akan menyiksamu tanpa ampun. Batin Azka.


Perut Amel memang sudah kosong dari rumah dan diacara ulang tahun hanya memakan kue saja, ditambah dengan meminum alkohol membuatnya muntah. Setelah memuntahkan isi perutnya, Amel kini tertidur pulas dengan baju kotornya. Azka berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dari muntahan Amel.


Baju Azka dalam kamar tidak ada karena Azka tidak membawa bajunya ke situ, dia hanya menggunakan celana pendek saja. Azka segera membangunkan Amel namun Amel tidak juga bangun seperti beruang yang sedang berhibernasi.


Azka terpaksa membuka gaun kotor yang menempel pada tubuh mulus Amel, menyisakan dalaman atas dan dalaman segitiga di bawahnya saja.


Dengan hasrat yang kembali memburu, Azka berulang kali menelan salivanya dengan kasar. Pemandangan yang terlentang di depan matanya nampak begitu indah dan menggoda, membuat mata elangnya tidak berkedip sedikit pun.


Sangat mempesona! Sadar Azka dia sedang mabuk dan tak sadarkan diri, kamu tidak boleh menyentuh dia tanpa izin darinya. Batin Azka,mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


Azka buru-buru membersihkan tubuh Amel dengan handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat. Dia dengan tenang mengeluskan handuk pada tubuh Amel yang kenah muntah. Setelah selesai barulah dia naik ke ranjang dan tidur di samping Amel.


Azka memeluk Amel sampai matahari mulai menyongsong diufuk timur pertanda pagi hari telah tiba, membuat sang pemilik tubuh mulus yang sudah terbangun dari tidur erotissnya menjadi kaget.


Azka yang sudah bangun, hanya ingin berlama-lama bersama Amel dan masih menikmati tangan kekarnya melilit perut Amel. Jadi kesannya Amel yang terbangun duluan.


Saat Amel kaget Azka membuka matanya perlahan dan menggodanya. Amel tampak binggung, Azka terus mengerjai Amel menggunakan kata-kata yang ambigu membuat Amel semakin penasaran. Seakan-akan kejadian tiga tahun lalu sudah terjadi, namun nyatanya kejadian yang akan terjadi itu digagalkan oleh Amel.


Di tempat lain.


Kirana yang masih kesal dan bahkan semalam membuat tidurnya tidak nyenyak. Segera mengirim pesan singkat pada Yuni.


[Apa loe tahu tempat tinggal Amel?]


Membaca pesan dari Kirana, Yuni langsung menelepon Kirana. Setelah teleponnya tersambung barulah dia menjawab pertanyaan Kirana.


"Aku tahu di mana dia tinggal, Kak. Semalam aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidikinya."


"Bagus! Gue punya tugas penting buat loe. Tapi, loe harus hati-hati jangan sampai loe ketangkep basah."


"Apa itu, Kak?"


"Loe ke rumah Amel dan culik anaknya, bawah dia ke gudang kosong yang terletak di hutan bambu bagian selatan. Gue akan menemui loe di sana nanti."


"Oke, Kak."


Kirana segera menutup sambungan teleponnya. Yuni ke meja makan untuk sarapan pagi. Mengerjakan sebuah misi harus perut juga terisi, fikirnya saat itu.


Kini Yuni sudah berada di depan gang memantau keadaan di sana.


Menurut informasi yang kudapatkan, Amel memiliki empat orang anak, aku harus berhasil menculik salah satunya.


Baru juga Yuni ingin bergerak, matanya segera menangkap mobil mewah yang menepi di sisi jalan depan gang. Seseorang yang mengendarai mobil itu keluar dari mobilnya.


Itu 'kan, Asisten pribadi kak Azka. sedang apa dia di sini? Apa dia mengetahui rencana kami? aku harus tetap hati-hati.


Yuni terus memperhatikan Arya yang belum juga bergerak dari tempatnya berdiri. Arya mengotak-atik ponselnya dan menelepon seseorang. Yuni tidak mendengar sedikit pun apa yang Arya ucapkan. Setelah selesai menelepon Arya sedikit bermain ponselnya dan kemudian masuk ke dalam gang.


Bersambung❣

__ADS_1


__ADS_2