
Semuanya kini tengah menyantap makan malam bersama di meja makan. Masakan yang di masak Sonya benar-benar enak bahkan Ayu sudah menghabiskan dua piring. Ayu juga bersendawa cukup keras.
Amel dan Sonya sudah tak heran lagi dengan kelakuan Ayu, mereka sudah terbiasa dengan sendawa besar miliknya. Berbeda dengan Arya, dia tak menyangka Ayu seperti itu, namun bukan berarti Arya tak suka, malah dia menambah poin suka pada Ayu karena Ayu orang yang berterus terang tidak memaksakan diri untuk terlihat imut seperti kebanyakan cewek di luar.
Selesai makan malam barulah mereka kembali ke kamar, yang tersisa hanyalah Azka dan Arya yang sedang duduk di ruang tamu. Ketiga wanita dewasa itu menemani para bocah kecil bermain sebentar, setelah itu barulah Amel bersiap menidurkan mereka.
Amel sedang menceritakan dongeng sebelum tidur untuk anak-anaknya. Sonya pamit pada Amel sekalian mengajak Ayu untuk tidur berdua di kamarnya.
Arya yang duduk di sofa segera menghubunggi orang kepercayaannya beserta para bodygard utama untuk berjaga-jaga di rumahnya.
Sonya dan Ayu yang ingin melangkah pergi ke kamar melewati Azka dan Arya di ruang tamu.
"Eh, kalian tidak tidur?"tanya Sonya. Ayu juga ingin mendengar jawaban dari mereka.
"Kami akan pulang ke Apartemenku,"jawab Azka.
Arya segera memutuskan sambungan teleponnya. Pergerakan Arya tidak terlepas dari penglihatan Ayu.
'Siapa yang meneleponnya malam-malam begini? Ayu, Ayu, terserah dialah mau teleponan sama siapa. Pasti aku sudah ketularan sama nih anak, makanya sampai aku juga merasa kalau diriku pantas bersama si Om. Mana mungkin Om juga menyukaiku yang lain ini. Haha,'batin Ayu tertawa. Dia segera menghapus apa yang di fikirkannya saat ini.
"Lah, siapa yang akan berjaga di sini?"tanya Sonya lagi.
"Kau tidak usah khawatir tentang itu,"jelas Arya.
"Oke, Kak. Aku dan kak Ayu ke kamar dulu, ya!"pamit Sonya.
"Iya."
"Ayo, Kak!" Sonya menarik tangan Ayu menuju kamar tidurnya.
Setelah selesai dengan urusan mereka, Azka dan Arya pergi dari rumah menuju Apartemen. Azka sengaja tidak memberitahu Amel secara langsung, dia takut tidak akan sanggup meninggalkan Amel.
Arya terus melajukan mobilnya menelusuri area perkotaan, baik malam dan siang area kota H selalu ramai akan kendaraan. Di dalam mobil Azka mengotak-atik benda pipih miliknya, dia sedang mengetik sesuatu di sana.
[ Aku sudah pulang. Maaf tidak pamit dahulu. Kita akan ketemu dua minggu lagi. Jaga kesehatanmu. Kamu baik-baiklah di rumah Arya. ] pesan terkirim, to Kelinci Kecil🐰.
Setelah mengirim pesan pada Amel, Azka segera menyimpan kembali ponselnya di saku. Amel yang sudah selesai membacakan cerita mengambil ponselnya yang berbunyi pertanda ada pesan masuk.
Sebelum membuka pesan itu, Amel merapikan selimut untuk menutupi tubuh anak-anaknya yang sudah tertidur. Lalu dia berjalan duduk di sofa dan membuka pesan di sana.
Amel membaca pesan masuk dari Bongkahan Es, membuatnya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Dia pasti sangat tidak rela meninggalkan kami di sini,"lirih Amel tersenyum. Amel kemudian membalas pesan itu.
[ Iya tidak apa-apa, SAYANG. Aku siap menunggu kedatanganmu di sini dua minggu lagi. Kamu tenang saja, aku akan menjaga kesehatanku juga anak-anak kita di sini. Kamu juga baik-baiklah di sana. Ingat! Jangan terlalu merindukanku😀. ] balas Amel. Amel sengaja membalas pesan itu menggunakan kata-kata mesra.
Azka merongoh saku celananya, mengambil ponselnya di sana. Dia yakin itu pesan balasan dari Amel. Dan benar saja apa yang dia fikirkan setelah melihat layar ponsel terterah nama Kelinci Kecil di sana. Azka segera membaca pesan itu, dia bahkan cengar-cengir sendiri di samping Arya yang sedang mengemudi.
"Dia sangat imut,"lirih Azka pelan.
Keheningan di dalam mobil membuat Arya mendengar dengan jelas apa yang baru saja Azka ucapkan.
'Sudah bisa di tebak itu pasti pesan dari Amel,'batin Arya.
Azka memilih tidak membalas pesan Amel lagi. Sedang Amel berjalan dan menghampiri keempat buat hatinya. Dia kemudian naik di ranjang dan berbaring bersama mereka di sana.
'Tidak lama lagi, kita akan menjadi keluarga yang utuh, Mama, Papa dan kalian berempat. Terima kasih kalian sudah hadir dalam kehidupan Mama. Mama sayang ... banget sama kalian,'batin Amel terharu.
Amel bahkan meneteskan air mata bahagia. Lalu memenjamkan matanya dan perlahan-lahan memasuki alam mimpi.
Di kamar Sonya.
Kedua orang dewasa itu belum tidur sedang berbincang-bincang tentang pernikahan Amel nanti, mereka memutusakan untuk memakai baju couple. Tiba-tiba ponsel milik Sonya berbunyi pertanda pesan masuk dari seseorang.
"Pesan dari siapa tuh? Mencurigakan banget,"ucap Ayu.
"Hehe, pesan tak penting Kak. Tadi kita sudah sampai mana?"tanya Sonya pura-pura mengalihkan pembicaraan.
"Ah payah, sekarang kamu mau main rahasia-rahasiaan, ya. Kak Ayu ngambek nih,"ucap Ayu mengerucutkan bibirnya.
"Ya jangan dong Kak! Ini pesan dari kak Darren,"ungkap Sonya jujur. Dia tak mau menyembunyikan apapun dari Ayu.
"Darren? Maksudmu pak Dokter itu?"tanya Ayu antusias.
"Iya, Kak."
"Kalian jadian?"tebak Ayu menatap lekat Sonya.
"Bisa dibilang seperti itu, Kak,"ungkap Sonya.
"What!!! Gimana ceritanya coba?"pekik Ayu. Dia tidak menyangka hubungan Sonya dan Darren sudah sampai ke tahap ini.
"Ssttt! Diam, Kak,"pinta Sonya.
__ADS_1
"Kakak jadi penasaran nih,"terang Ayu.
...~Flashback~...
Selesai makan bersama di Apartemen, Darren langsung pamit pada Azka untuk pulang ke rumahnya. Dia juga masih banyak pekerjaan di rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit Darren mengirimi pesan singkat pada Sonya.
[ Maaf tidak sempat pamit Anya. Kakak sedang banyak pekerjaan jadi, pulang duluan. ] send to Dek Anya❤.
Sonya yang pada saat itu berada di kamar langsung membalas pesan dari Darren.
[ Iya Kak. Tidak apa-apa. ] balas Sonya pada pesan yang bernama Kak Darren.
Pesan singkat dari Sonya membuat hatinya berbunga-bunga. Dia tak sabar tuk mengungkapkan isi hatinya, sudah direstui oleh Arya membuat dia tidak akan menyerah mendekati Sonya. Walau hati Sonya mungkin sekarang masih milik orang lain, tapi dia tetap akan berusaha.
Darren segera menyelesaikan pekerjaannya, hingga sampai malam tiba dia masih berada di rumah sakit. Ada pesan baru yang masuk sudah dari 8 jam yang lalu. Pesan itu dari Sonya.
[ Kak. Aku ingin menanyakan ini, tapi aku tak enak hati. ] bunyi pesan itu.
[ Apa yang hendak Anya tanyakan? Kakak akan berusaha menjawabnya. ] Darren segera membalasnya. Tidak begitu lama Sonya membalas pesan darinya.
[ Itu, Kak. Apa kakak juga melihat itu? ] tanya Sonya. Darren mengeryit penasaran.
[ Melihat apa? Jangan memberi teka-teki dong! ] balas Darren.
[ Itu, melihat kak Azka dan kak Amel di balkon. Maaf Kak, sonya menanyakan hal yang tak sopan pada Kakak. Lagian waktu di meja makan Kakak tampak aneh gitu. ] terang Sonya pada pesannya.
[ Apa kamu juga melihatnya? ] balas Darren.
[ Ya, sempat tapi sedikit saja. Kak ayu sudah sempat menarikku ke kamar. ] balas Sonya jujur.
[ Sama. Kakak juga hanya melihat sedikit. ] Darren juga ikut mengakui.
[ Salah mereka kenapa bermesraan di luar. ] balas Darren lagi.
[ 😅 ] Sonya hanya membalas pesannya dengan emoji saja.
Rasa penasaran Sonya sudah terbalaskan, dia yang sempat memerhatikan Darren waktu di meja makan membuatnya penasaran dengan tingkah Darren saat melihat Amel dan juga Azka. Setelah mendapat jawaban dari Darren, Sonya merasa tak sendiri melihat kejadian itu. Dia yakin jika Darren melihatnya kakaknya juga pasti melihatnya.
Bersambung❣
__ADS_1