Father Of My Children

Father Of My Children
FOMC 83


__ADS_3

Sonya masih ingin membahas hal lain lagi bersama Darren.


[ Apa sekarang Kak Darren sibuk? ] Tanya Sonya.


Sonya terlebih dahulu menanyakan waktu Darren terlebih dahulu. Jika Darren sibuk maka dia tidak akan menganggu Darren.


[ Sudah selesai, ini juga mau beres-beres untuk pulang ke rumah. Ada apa? Apa ada hal penting yang ingin Anya sampaikan pada,Kakak? ] Tanya Darren penasaran. Perutnya yang sudah keroncongan di tahan demi sang pujaan hati.


[ Aku bete nih, Kak. ] Ungkap Sonya.


[ Bete kenapa? ] Tanya Darren.


[ Aku udah pulang ke rumahnya Kak Arya. ] Terang Sonya.


[ Kenapa kau pulang kesana? ] Tanya Darren. Dia yakin pasti ada alasan lain hingga mereka menyuruh Sonya pulang lebih dulu.


[ Kata kak Arya ini demi kebaikanku. Aku sempat memberontak tak mau pulang namun kak Azka bilang dia akan mengurus sesuatu hal yang sangat penting, jadi aku pun mengalah dan pulang ke sini. ] Jelas Sonya.


[ Kan kamu sudah memahami maksud kakakmu, kenapa kau malah bete? ]


[ Karena aku tak mau jauh dari para bocah kecil itu, Kak. Rasanya berat ... banget. ]


[ Kak Darren yakin kau akan bertemu mereka lagi dalam waktu dekat. Dan kita sebentar lagi akan mendengar kabar bahagia. Jadi kau harus bisa bersabar😊. ]


[ Iya Kak. Semoga aja begitu. Terima kasih Kak Darren. ]


[Ya. Sama-sama. Sa]


[ Sa apa kak? ]


[ Salah pencet ]


[ Oh. Yaudah. ]


[ Iya. ]


Selesai membaca pesan yang Darren terakhir dia melempar ponselnya ke kasur, lalu melompat dan tidur terlentang. Sonya benar-benar kesepian di rumah.


Sonya terbangun pukul 05:02 subuh. Dia kemudian ke kamar mandi dan segera membasuh wajahnya di sana, lalu keluar berjalan ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi untuk kakaknya. Setelah makanan sudah di tata rapi,a barulah dia kembali ke kamar untuk mandi.


Sonya kembali di sugukkan dengan kesunyian. Selesai sarapan pagi, kakaknya sudah pergi bekerja. Rumah kini terasa membosankan untuk Sonya.


"Mereka semua pasti sedang sibuk sekarang,"lirih Sonya.


Sonya mulai menyibukkan dirinya, membaca novel,menonton TV, masak kue, dan hal lain yang menjadi kebiasaannya namun tetap saja sama. Bahkan sudah hampir jam segini kakaknya itu belum pulang juga dari kantor.


Sonya yang sedang menonton TV sambil mengunyak cemilan. Air putih dalam gelasnya bahkan telah habis di minum, dia kemudian bergegas ke dapur untuk mengambil air minum. Namun pandangan matanya melihat Arya yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan penampilan yang bisa dikatakan acak-acakkan.


Kakaknya memintanya mengambil air untuk di minum. Sonya menurut, dia bahkan heran ekspresi kakaknya. Terjadi perbincangan panjang antara Sonya dan juga Arya. Di akhir perbincangan mereka Sonya begitu senang, karena dia akan bertemu dengan para malaikat kecil.


Setelah kakaknya pamit ke kamar dia bergegas mematikan televisi. Lalu ke dapur memasak banyak makananan spesial sebagai persiapan, kalau-kalau Amel dan yang lainnya akan datang hari ini. Sonya yakin betul kalau Amel pasti akan datang hari ini. Dengan telaten Sonya memasak makan malam


sambil bersenandung ria.


Setelah selesai memasak dan sudah di sajikan di atas meja barulah ia kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Dia sempat mengirim pesan pada Darren.

__ADS_1


[ Apa kak Darren sibuk? ]


[ Tidak kok. Ini juga udah di rumah. Ada apa? ]


[ Kak Amel dan yang lainnya akan menginap di rumah kak Arya. Ternyata apa yang kakak ucapkan itu tidak salah. ]


[ Kakak hanya asal menebak saja ]


[ Ada kabar bahagia lainnya lagi ]


[ Emang apa? ]


[ Kak Azka dan kak Amel akan menikah dalam waktu dekat ]


[ Kakak juga ikut senang mendengar kabar baiknya. ]


[ Ada satu hal yang ingin kakak utarakan padamu. Kakak tidak berani berbicara empat mata. Jadi hanya bisa menulisnya lewat pesan. ]


[ Apa kak. Jangan bikin penasaran dong! ]


[ Sebelum itu apa Anya sudah mempunyai dambaan hati? ] Tanya Darren.


[ Maksud Kakak orang yang Anya suka. ] Sambungnya lagi.


[ Oh, tidak Kak. Tapi keknya akhir-akhir ini ada deh. Namun belum sepenuhnya juga. ]


[ Tidak peduli siapa yang ada di hati Anya, kakak tetap akan menunggu. ]


[ Maksud Kakak? ]


[ Kakak menyukai Anya sudah sejak lama. ]


[ Tidak Kak. ]


[ Beneran tidak marah? Tapi, Kakak akan memberi Anya waktu untuk menjawabnya dan Kakak janji tidak akan memaksamu menerima perasaan Kakak. ]


Sonya berlari meninggalkan ponselnya di atas nakas. Kemudian keluar rumah menunggu kedatangan Amel dan yang lainnya dia bahkan sampai mondar-mandir keluar dan masuk rumah.


Sonya tak tahu apa ini senang karena Darren menggungkapkan perasaannya ataukah senang karena dia tak kesepian lagi saat para malaikat kecil itu datang.


Rasa senangnya bercampur aduk menjadi satu. Dia bahkan tak sempat membalas pesan dari Darren, ini terlalu mendadak untuk dia yang baru pertama kali mengenal cinta.


Darren yang sudah sejak lama dikenalnya, yang selalu membantunya saat Arya sedang sibuk. Sonya mengira perhatian Darren selama ini karena menggapnya sebagi adik saja nyatanya perhatian Darren padanya berupa rasa suka seorang lelaki pada wanita.


Dia kembali ke dalam rumah untuk yang kesekian kalinya, namun dia tak berani melihat ponselnya. Dia bahkan sampai gemetaran memegang ponsel. Tiba-tiba dia mendengar suara klakson mobil dari luar. Sonya segera berlari keluar menghampiri mobil yang baru saja sampai.


Cukup lama Darren menunggu balasan pesan dari Sonya namun tak kunjung masuk juga. Dia bahkan membawa ponselnya saat makan malam bersama ibu dan ayahnya.


Orang tua Darren sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah anak semata wayang mereka yang hanya melihat ponsel. Darren pun kembali mengirim pesan pada Sonya.


Sonya hampir lupa dengan pernyataan cinta dari Darren untuknya. Dia bahkan keasyikan bercerita dengan Ayu. Tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi, pertanda ada pesan masuk dari Darren.


Sonya membaca pesan itu.


[ Beneran tidak marah? Tapi, kakak akan memberimu waktu untuk menjawabnya dan kakak janji tidak akan memaksamu menerima perasaan kakak. ] pesan dari Darren sudah terlewat beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


[ Kenapa tidak balas pesan dari Kakak? ] bunyi pesan yang baru masuk. Membuat Sonya cengar-cengir sendiri. Ekspresi wajahnya tidak terlepas dari pandangan mata Ayu.


...****************...


Sonya mulai menceritakan tentang Darren pada Ayu.


"Oh, jadi kamu belum membalas perasaan pak Dokter?"tanya Ayu.


"Iya Kak. Tanganku gemetaran. Nggak tahu harus nulis apa,"ucap Sonya jujur.


"Siniin ponselmu, biar Kakak bantu balas pesan untukmu." Ayu mengulurkan tangan.


"Tapi, Kak."


"Tidak apa-apa percaya deh sama Kakak,"ucap Ayu berusaha menyankinkan Sonya.


Sonya menyodorkan ponselnya pada Ayu. Ayu mengotak atik ponsel milik Sonya. Dia sedang mengetik sesuatu di sana.


"Nih! Sudah! Coba kamu lihat dulu,"pinta Ayu.


Dia mengembalikan ponsel pada Sonya. Sonya membaca pesan yang baru saja terkirim di ponselnya.


[ Jika kak Darren benar-benar mencintaiku, maka kak Darren harus mengungkapkan perasaan cinta Kakak di depanku, bukan lewat benda pipi ini. Apa kak Darren berani? Yah, itu semua juga, tergantung seberapa besar rasa cinta Kakak padaku sih. ]


"Ya ampun Kak. Aku harus bagaimana? A--Aku panik Kak, gimana nih, Kak,"tanya Sonya.


"Sudah, tidak usah takut! Itu juga demi membuktikan kalau pak Dokter benar-benar menyukaimu."


Ting!


[ Oke, Kakak akan berusaha. ] Balas Darren.


"Ini Kak, balasan pesan dari kak Darren." Sonya memperlihatkan pesan masuk itu.


"Baiklah. Kau tunggu saja. Semoga kalian berdua selalu bahagia,"ucap Ayu.


Ayu sebenarnya tahu kalau Darren menyukai Sonya namun dia hanya ingin Darren menunjukkan bawah dia adalah pria sejati yang akan menyatakan cinta di depan orang yang benar-benar ia cintai.


"Aku juga mau, kalau kak Ayu dan juga kak Arya segera bersama." Sonya menunduk.


"Apaan sih!"


'Biarkan waktu yang akan menentukan jalan kita masing-masing,'batin Ayu.


Ayu pamit ke toilet, dia sudah tak tahan menahan sesuatu yang ia tahan sejak tadi. Mendengar cerita Sonya membuatnya menggurungkan niat pergi ke kamar mandi dan pada akhirnya perutnya mules tak terkendali.


Sonya kembali mengirim pesan pada Darren.


[ Kak Darren tidak pergi menginap di Apartemen kak Azka? ]


[ Arya juga menginap di sana? ]


[ Iya kak. Mereka belum lama pergi dari sini menuju Apartemen. ]


[ Baiklah, Kakak izin dulu baru nyusul mereka kesana. Terima kasih telah memberitahu kakak. ]

__ADS_1


[ Sama-sama kak. ]


Bersambung ❣


__ADS_2