
Para tamu undangan sudah mencapai 100% yang hadir di sana. Suasananya di dalam aula itu begitu ramai.
Azka menuntun Amel munuju pintu aula yang sudah di tutup rapat. Di depan pintu sudah ada orang tua Darren dan juga orang tua Azka, ya mama tiri Azka juga berada di sana dengan suka rela.
Monica yang wajahnya sedari tadi tidak bersahabat pun tersenyum ketika melihat Azka dan Amel datang.
"Wah ... calon istri Azka cantik sekali," Puji Monica.
"Loh kok kalian semua ada di sini? Bukankah kalian seharusnya ada di dalam?"
"Tadi Darren dan Sonya meminta kami untuk menjadi pengiring kalian."
"Aku tahu, Mom."
"Mommy tahu maksudmu, Nak. Semua ini kami lakukan agar orang-orang makin penasaran saja,"
"Baiklah."
Di dalam aula resepsi, MC sudah mengambil posisi, dan yang ditunjuk jadi MC ialah Darren. Darren segera membuka acara resepsi, tidak lupa mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan yang sempat hadir pada malam ini juga mengucapkan selamat pada acara pemberkataan yang berjalan dengan lancar.
"Oke kita beralih ke acara selanjutnya. Kepada kedua orang tua mempelai di persilahkan masuk ke dalam tempat resepsi," ucapan Darren terdengar pada speaker yang ada di luar ruangan.
Keempat orang parubaya itu saling mengambil posisi dan membuka pintu lebar-lebar guna memasuki area resepsi. Kemudian melangkah perlahan dengan senyuman yang terkembang di bibir masing-masing.
Setelah melihat orang tuanya dan om juga tantenya sudah duduk di tempat yang telah di sediakan di altar barulah Darren melanjutkan ke acara selanjutnya.
__ADS_1
"Inilah waktu yang kita tunggu-tunggu sejak tadi. Mohon kalian semua berdiri sebentar untuk menyambut raja dan ratu kita pada malam yang indah ini," pinta Darren. Semua tamu undangan pun berdiri.
"Terima kasih semua. Oke, untuk Ratu dan Raja, mohon memasuki ruangan."
Pintu yang tadinya sudah di tutup rapat-rapat kembali oleh kedua bodygard langsung dibuka kembali agar pengantin bisa segera memasuki ruangan resepsi.
Amel mengandeng tangan Azka, lalu keduanya pun perlahan-lahan melangkah ke depan. Keduanya disambut oleh para tamu undangan dan juga lagu pengiring pengantin hingga suasana yang ada di dalam aula tidak terkesan sepi dan hening.
Azka dan Amel terus berjalan lurus mengikuti karpet merah yang ada di bawah kaki mereka. Mereka pun sudah tiba di atas altar pernikahan dan segera duduk di sana.
Sebelum Darren melangkah ke acara selanjutnya, ia lebih dulu mempersilahkan para tamu undangan agar duduk kembali pada kursi masing-masing. Setelah itu barulah Darren melajutkan ke acara selanjutnya, kata sambutan dari kedua orang tua sang mempelai telah selesai. Dan acara selanjutnya akan di isi dengan pemotongan wedding cake. Azka sengaja tidak menaruh acara menuang champagne, semua itu demi kewaspadaan mengingat akhir-akhir ini Lakmsi selalu santai bahkan dengan senyuman merekah terus tersungging pada bibirnya.
"Silahkan Raja berdiri untuk segera memotong kue pernikahan,"ucap Darren antusias. Azka berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kue besar yang sudah tertata di meja berbentuk lingkaran itu.
Prok ... prok ... prok ...
Semua para tamu undangan bertepuk tangan dengan semangat terkecuali Kirana bahkan ada seorang wanita yang tidak bertepuk tangan sama sekali. Matanya terus terfokuskan ke arah dua sejoli yang sedang bahagia di antara para tamu undangan. Wanita yang berpakaian cukup seksi itu benar-benar sudah muak melihat kedua sejoli yang tampak mesra itu.
Seorang bawahan memberikan pisau khusus memotong kue pada Azka. Azka menerimanya dan langsung memotong kue, menaruh hasil potongan pada piring kecil yang sudah disediakan di meja bundar itu. Semua orang bersorak tidak lupa momen itu juga diiringi dengan lagu yang di nyanyikan oleh salah satu band terpopuler di kota H, hingga membuat suasana semakin meriah.
"Dipersilahkan untuk kakak iparku. Eh, kepada pengantin wanitanya agar berdiri dan memotong kue," pinta Darren. Banyak orang tersenyum mendengar Darren mengucapkan kata kakak ipar. Maklum sudah biasa.
Amel sempat terkekeh pelan, ia lantas berdiri dan melangkah menuju di mana Azka berada. Azka tersenyum lembut pada Amel, Amel juga melakukan hal yang sama, lantunan music dari fokalis band menambah suasana yang begitu romantis.
Amel langsung memotong kue menggunakan pisau yang sama. Dia juga menaruh kue itu di piring kecil.
__ADS_1
"Sekarang kedua mempelai segera mengambil posisi saling berhadapan."
Azka dan Amel mengikuti arahan dari Darren. "Nah, sekarang. Kalian berdua saling menyuapi sebagai tanda cinta dan kasih sayang."
Amel sedikit malu-malu saat menyuapi Azka, sedang Azka menganggap itu hal yang biasa saja. Di saat menyuapi Amel Azka juga sengaja mengerakkan tanganya ke samping agar kue yang di makan Amel dapat tersisa di sudut bibir Amel.
Keduanya meletakkan piring kosong di atas meja bundar itu. Baru saja Darren ingin melanjutkan ke acara selanjutnya. Tiba-tiba ucapannya terhenti saat melihat Azka mencium bibir Amel di depan semua orang. Perbuatan tak terduga Azka membuat sebagian besar para tamu undangan kebawah perasaan.
Ingin sekali Amel memukul Azka, namun Amel tahu ini bukan waktu yang tepat tuk memukul suaminya.
'Huh! Dia malah terlihat biasa-biasa saja. Dasar Ceo berdominasi.'
Setelah memotong kue, barulah melangkah lagi ke acara selanjutnya. Para tamu undangan sudah di persilahkan makan, namun demi menghormati dan menghargai penikahan anak konglemerat seperti Azka. Maka mereka semua berbondong-bondong mengucap selamat kepala kedua mempelai setelah itu barulah mereka menikmati hidangan yang telah disiapkan di sana.
Alunan demi alunan music masih terus terdengar di dalam ruangan resepsi. Namun di balik kebahagiaan pasti ada orang yang iri pada kita. Begitu pun yang terjadi pada salah satu wanita yang ada di sana.
Aulia sudah muak dengan apa yang ia lihat sejak berada di acara resepsi Azka.
'Kalian berdua enak-enak tertawa bahagia di sana. Sedang aku, apa yang aku dapatkan, hah? Cuii ... aku sudah muak dengan kisah kalian. Jika aku tidak bisa mendapatkan Arya maka kamu juga tidak bisa.'
Yah, Aulia datang bersama ayahnya. Dia sempat menghindar dari tatapan Bayu padanya. Dia takut kedoknya terbongkar, karena sebelum Aulia merencanakan hal untuk menyakiti Ayu dirinya sempat mengajak Bayu bekerja sama untuk memisahkan Ayu dan Arya namun Bayu menolaknya. Tapi Aulia sempat mengirim foto kemesraan Ayu dan juga Arya, naasnya bukan malah cemburu Bayu malah merasa senang. Bayu senang kalau Ayu bahagia. Itulah mengapa Aulia takut terlihat oleh Bayu, Aulia tak menyangkah bahwa Bayu juga akan datang ke pernikahan Azka.
Bersambung❣
Maaf ya syg, kemarin tdk up. Ini aja maksa buat up, tulisan juga masih amburadul blum di revisi kmbli. Bdanku lemas, kpala sakit dan juga msuk angin, jdinya nggak vit bnget nulisnya. Maaf ya. Nnti aku ngerevisi kmbli, yg pnting aku up dlu biar klian seneng. 😁. Terima kasih semua.
__ADS_1