
"K--Kakak. Hehe. Lihatlah Kak, biar aku perkenalkan padamu. Dia Amel, mantan pacarku yang miskin dan sok suci dulu." Riski masih belum melepaskan genggamannya.
Cih. Tidak mau melepaskan tangannya.
"Lepaskan tangan kotormu darinya!"hardik Azka lagi.
"T--Tapi Kak. Apa hubunganmu dengan dia?"tanya Riski. Riski heran dengan tingkah Azka pada Amel.
"Lepaskan!"bentak Azka. Riski yang tersadar dengan lamunannya segera melepaskan tangannya.
"Ayo ikut saya!"ucap Azka pada Amel.
Azka segera meraih tangan Amel dan membawanya pergi menjauhi Riski. Azka membawa Amel duduk di kursi yang sudah disediakan.
Amel yang wajahnya kini tidak bersahabat langsung menepis tangan Azka dengan kasar.
"Kenapa Bapak malah menarik tangan saya?"tanya Amel.
Sudah ditolongin malah balik memarahiku. Sebenarnya salahku di mana lagi?
"Saya tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu,"ungkap Azka.
Azka langsung duduk di samping Amel. Azka mencoba sedikit memberi peringatan pada Amel, namun Amel tidak mengubris perkataannya.
Kenapa dia diam? Apakah dia marah aku memegang tangannya?
Acara sudah dimulai dengan kehadiran seorang MC di atas panggung. MC mempersilahkan tokoh-tokoh terkait untuk maju satu-persatu memberikan kata sambutan.
Kini giliran Daniel salah satu tokoh berpengaruh di perusahaan Azka, dia orang yang membangun perusahaan Abraham Group Agency dari nol bersama Alm. Ibu Azka. Setelah itu perusahaannya dikembangkan dengan cepat oleh putra sulungnya.
Daniel menyabut para tamu yang harus di acara ulang tahun perusahaan dengan hangat. Bahkan Daniel tengah melaksanakan rencananya. Daniel memperkenalkan Kirana yang duduk di samping Laksmi sebagai calon istri Azka.
Kirana dan Laksmi begitu senang, sedangkan Azka tidak terlalu memusingkan apa yang disampaikan oleh Daniel. Azka sudah mempunyai rencananya sendiri, rencana untuk membuat ayahnya tidak berkutik lagi.
Setelah Daniel turun dari panggung, MC mempersilahkan Azka untuk segera naik. Sebelum Azka naik ke atas panggung, Azka sedikit mengancam Amel agar Amel tetap berada pada tempat duduknya.
Azka naik ke atas panggung dengan santai dan berdiri di podium untuk memulai menyampaikan kata sambutannya.
__ADS_1
"Selamat malam semua, saya selaku CEO dan Direktur di perusahaan Abraham Group Agency, mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk pihak-pihak terkait yang sudah bekerja sama dengan perusahaan ini hingga menjadikan perusahaan ini berkembang sangat cepat.
Saya lebih berterima kasih kepada para karyawan dan karyawati yang telah bekerja keras dan mengabdikan diri pada perusahaan saya.
Untuk itu dalam seminggu ke depan saya akan membuka diskon besar-besaran untuk perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan saya."
(Semua orang bertepuk tangan.)
Ini kesempatanku untuk memulai aksi yang sudah kususun. Lihat saja nanti, akan kubuktikan bahwa aku juga memiliki wanita baik di sampingku.
Azka melirik Daniel yang duduk di depan. "Masih ada hal yang ingin saya sampaikan lagi. Perihal perjodohan yang dibicarakan oleh ayah saya. Saya selaku putra sulung dari pak Daniel yang terhormat, mengakui bahwa saya tidak mau dijodohkan dengan siapa pun." Azka menjeda ucapannya.
Dia berani terang-terangan mengatakan hal itu, semua orang tampak heran padanya. Gosip yang tadinya masih beredar pasti akan segera mereda karena pengakuan Azka barusan. Siapa pun wanita yang dipilih oleh Azka, aku akan menerimanya.
"Karena saya sudah memiliki seorang yang saya dambakan. Untuk itu kalian semua harus mendukung saya agar saya bisa mendapatkannya karena dia sangat sulit didekati. Biar saya perkenalkan dia pada kalian semua."
Dengan bangga dan keyakinan yang kuat, Azka menunjuk Amel untuk naik ke atas panggung. Amel yang sedang melamun tidak mendengar jelas apa yang Azka sampaikan di atas panggung tadi. Dia yang hanya mendengar namanya langsung naik begitu saja menghampiri Azka.
Kirana sangat marah dengan pengakuan Azka, dia meremas gaunnya dengan kuat. Semua orang yang hadir di situ bertepuk tangan dan bahkan memuji Azka dan Amel adalah pasangan yang serasi, menaburkan bubuk-bubuk kepanasan dalam hati Kirana dan juga Laksmi.
Awas saja, akan kubalas semua sakit hatiku ini. Jangan senang dulu Amel. Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu. Kamu sendiri yang mengalih lubang maut untukmu sendiri. Dasar murahan! Sudah punya anak masih saja menggoda Azka.batin Kirana menatap tak suka pada Amel.
Yuni yang tidak jauh dari Kirana dapat melihat ekspresi wajah Kirana. Yuni lalu ke sana menghampiri Kirana.
Sepertinya wanita yang ada di sana mempunyai dendam terselubung pada Amel, batin Yuni.
"Kakak kenal sama wanita yang barusan itu?"tanya Yuni pura-pura akrab.
Siapa perempuan ini? Aku paling tidak suka dengan orang yang sok akrab denganku.
"Nggak kenal. Loe siapa?"
"Tidak terlalu penting aku siapa. Sekarang kita berada di perahu yang sama Kak. Ayo kita saling membantu."
"Loe juga memusuhi wanita itu?"tanya Kirana.
"Iya Kak. Aku tahu tentang wanita itu. Wanita itu sudah pernah tidur dengan lelaki yang tidak jelas asal usulnya bahkan melahirkan anak laki-laki itu. Aku satu kampus dengannya dulu Kak."
__ADS_1
Lihat saja Amel, aku akan memberi kamu pelajaran. batin Yuni.
Ternyata informasi yang Tante berikan padaku itu memang benar. Amel adalah seorang wanita yang mempunyai anak tanpa Ayah. Amel kau tak pantas untuk Azka. batin Kirana mencemooh.
"Aku rasa dia tidak pantas bersama kak Azka. Kak Azka pantasnya bersama denganmu." Yuni menaburkan benih-benih kebencian.
"Dari jauh juga kelihatan dia nggak pantas buat Azka."
"Aku juga dapat melihatnya, Kak."
"Terus mau loe apa?"
"Kita akan memberi dia pelajaran."
Itu yang aku inginkan dari kamu. Aku akan memanfaatkan wanita ini untuk bekerja sama denganku.
"Oke. Kita tukeran nomor ponsel. Biar dapat saling menghubungi."
Bagus akhirnya wanita ini termakan juga dengan omonganku.
Kirana dan Yuni saling menukar nomor telepon. Yuni segera pergi pergi begitu saja menemui Riski yang tengah meminum alkohol. Riski begitu frustasi karena mendengar pengakuan Azka barusan. Sedangkan Kirana lebih memilih untuk pulang. Bahkan dia pergi begitu saja tanpa pamit pada Daniel dan Laksmi.
Daniel dan Laksmi sedang berbincang tidak melihat Kirana yang sudah beranjak pergi keluar ruangan aula. Kirana tidak menganggu Azka lagi, dia benar-benar dibuat marah oleh keduanya. Harapannya pupus sudah karena pengakuan Azka.
Kirana hanya bisa mengandalkan diri sendiri dan Yuni sebagai perisainya. Untuk saat ini dia sengaja membiarkan Amel senang tapi lain kali tidak lagi.
Daniel memberi isyarat pada Azka untuk menemuinya. Sebelum Azka pergi, Azka yang melihat Amel duduk di depan meja yang dipenuhi dengan gelas-gelas alkohol langsung memberi peringatan.
"Saya akan pergi sebentar. Kamu tidak diizinkan minum alkohol. Minum jus saja yang ada di sana!"ucap Azka yang sudah membaca arti tatapan Amel pada gelas.
Amel hanya diam saja,fikirannya berkecamuk memikirkan semua masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Setelah pamit, Azka segara pergi menemui Daniel.
Daniel sudah izin pada Laksmi bahwa dia akan berbicara empat mata bersama Azka, membuat Laksmi sangat cemas, karena niat bulusnya akan gagal lagi.
Daniel dan Azka memilih tempat sepi untuk bicara, tidak ada seorang pun yang dapat menganggu mereka untuk saat ini.
Bersambung❣
__ADS_1