
Aku tambah 1 part lagi buat kalian😉. maaf ya, kemarin aku nggak up dan membuat kalian menunggu🙏. terimakasih atas dukungan kalian teman-teman. jika berkenang kalian bisa juga mendukung karyaku dengan memberikan vote dan hadiahnya.😁 juga berikan saran dan kritikkan, tidak lupa like ceritaku setelah membaca, ya.❤. oke Happy reading All.❣
...****************...
Azka menatap nanar pada beberapa foto yang terpasang rapi di dalam album biru itu. Matanya terfokus pada salah satu foto dirinya bersama bidadari tak bersayapnya sedang tersenyum bahagia. Lalu menatap foto yang lain lagi, foto bertiga bareng ayahnya, nampak ketiganya sedang tersenyum bahagia.
Azka kembali membuka halaman berikutnya, lagi dan lagi, tak terasa air matanya pun menitik begitu saja dari pelupuk mata elangnya. Ia benar-benar merindukan masa-masa kecilnya bersama sang ayah dan ibu tercintanya.
Azka memeluk album biru itu erat-erat. Ia sengaja meninggalkan album biru itu di rumah besar milik keluarga Abraham, yang sekarang sudah di tempati oleh ayahnya dan keluarga barunya, agar ibunya juga bisa berada dalam rumah itu, walau hanya ada di dalam foto saja.
"Ibu ... Azka meridukan ibu. Walaupun Azka sudah bahagia sekarang, namun tetap saja Azka sangat merindukanmu, Bu. Azka juga berharap ibu ada di sini, melihat Azka menikah dan bahagia," lirihnya masih dengan posisi yang sama.
Azka menangis sesugukkan di dalam kamar yang sunyi. Ia sekarang bagaikan seorang anak kecil yang minta di kasihani. Tak terasa rasa kantuk menyerang dirinya, perlahan ia naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh tingginya di sana.
Sebelum ia terlelap. "Istirahat sebentar saja," lirihnya dengan suara yang agak berat. Dan setelah itu matanya menutup sempurna, hingga membuatnya terbang ke alam mimpi.
...****************...
Di waktu yang bersamaan seorang pria misterius terus menatap ke arah perempuan berambut sebahu yang sedang duduk di kursi teras rumah milik Arya. Pria misterius itu melihat Ayu dari sisi seberang jalan. Ia segera melaporkan apa yang dilihatnya pada Bosnya.
Pria misterius itu pun segera merongoh ponselnya di dalam saku. Lalu segera menelepon Bos yang menyuruhnya memantau area rumah milik Arya.
Setelah teleponnya tersambung. "Halo Bos," sapa pria itu.
"Bagaimana?" Terdengar suara seorang wanita dari seberang telepon.
"Perempuan itu masih berada di teras rumah pak Arya, Bos."
"Baiklah, kau terus pantau pergerakan perempuan itu. Ingat, jangan sampai ketahuan!" titah wanita itu memperingati.
"Siap Bos." Kini sambungan telepon sudah diputuskan oleh Bosnya.
Sesuai apa yang diperintahkan oleh Bosnya, pria misterius itu pun masih berada di tempat persembunyiannya. Ia sedang memantau Ayu dari sana.
__ADS_1
Sedang seorang Bos yang baru saja memutuskan sambungan telepon dengan orang suruhannya, tertawa sinis ke arah ponsel miliknya. Ternyata yang ia lihat adalah foto Arya di ponselnya.
"Arya, jika aku tidak bisa mendapatkanmu. Maka wanita itu juga, tidak akan pernah mendapatkanmu," ucap seorang wanita yang seumuran dengan Arya.
Sekitar lima menit yang lalu orang suruhannya yang di suruh untuk memantau Arya sudah meneleponnya duluan, ia mengatakan bahwa Arya sedang berada di lingkungan Apartemen milik Azka.
Yah, orang yang memata-matai pergerakan mereka ialah orang suruhan Aulia, mantan pacar Arya. Cinta sepihak sudah membuatnya gila, dirinya kini sudah kehilangan akal sehatnya, padahal dirinya yang duluan mengkhianati Arya.
Aulia sudah memantau mereka sejak pertemuan pertama mereka di rumah sakit tempo hari. Setelah mengetahui kebenaran bahwa Arya dan Ayu tidak memiliki hubungan apa-apa ia merasa senang, namun ketika melihat Arya menatap ke arah Ayu dengan pria lain waktu di danau, membuat Aulia yakin bahwa Arya sedang cemburu. Aulia yang turun tangan sendiri untuk memantau mereka, tanpa sepengetahuan Arya dan juga Ayu.
Hingga ia mendengar kabar bahwa Arya dan Ayu sudah resmi jadian, dan dia juga melihat orang suruhannya memotret Arya dan Ayu yang tengah melakukan ciuman, itu membuat Aulia marah besar. Ingin sekali dirinya menyuruh orang suruhannya untuk menghentikan aksi mereka kemarin malam, namun tidak mungkin karena rumah Arya dijaga begitu ketat pada malam hari.
Obsesinya pada Arya membuatnya menginginkan Arya sekarang, bagaimana pun caranya ia akan menghalalkan segala cara, agar mendapatkan Arya kembali ke dalam pelukkannya.
"Kau lihat saja Arya. Aku akan memberikan kejutan tak terduga padamu," ucap Aulia tersenyum sinis.
"Wanita yang kau cintai akan mendapat imbasnya. Cih, kau saja tidak pernah melakukan ciuman walaupun aku sudah menggodamu berkali-kali. Tapi kenapa kamu melakukan itu pada wanita yang asal usulnya tidak jelas seperti dia," gumam Aulia geram. Ia tak habis fikir Arya yang sama sekali tidak tergoda pada dirinya bisa tergoda dengan gadis kampungan itu.
Sementara di waktu yang bersamaan, bawahan Arya baru saja tiba di depan Apartemen Azka tanpa masuk ke garasi lagi. Arya yang melihatnya langsung menghampiri bawahannya itu.
"B--Baik Pak," ucap bawahan Arya gugup. Ia segera mengeser tubuhnya dan duduk di sebelah.
Arya naik dan mengambil kendali kemudi. "Peganggan yang erat. Jangan lupa pakai sabuk pengamanmu!" titah Arya serius.
Sang bawahan mengikuti atasannya. "Sudah Pak!"
"Baiklah!"
Arya kemudian menghidupkan mesin mobilnya, lalu segera tancap gas membela jalan perkotaan, ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Arya benar-benar harus segera tiba di rumahnya, karena jam sudah menunjukan pukul 08:48 pagi.
"Pak. Di jalan utama terjadi kemacetan. Makanya saya datang cukup terlambat," jelas bawahan Arya.
'Entah mengapa akhir-akhir ini sering terjadi kemacetan mendadak, padahal masih pagi. Bikin kesal saja.'
__ADS_1
"Hemm." Arya hanya menjawab dengan deheman kecil saja.
Arya dengan lihai mengambil jalan cadangan yang biasa ia lewati untuk menghindari kemacetan.
Tidak perlu memakan waktu lama, kini ia pun sudah tiba di depan rumahnya, tanpa memakirkan mobil milik bawahannya ke garasi.
"Kau, silahkan pergi dari sini," titah Arya tanpa berterima kasih. Lalu ia turun dari mobil dan segera menghampiri Ayu di teras rumah miliknya.
"Ada apa dengan pak Arya? Buru-buru sekali," lirih bawahan Arya. Matanya melihat Arya yang sedang berjalan menuju seorang wanita. " Pantes saja, ternyata pak Arya sudah punya pacar," Sang bawahan pun tersenyum. Lalu menghidupkan mobilnya dan segera tancap gas meninggalkan rumah Arya.
Arya berjalan tanpa suara menuju wanita yang dicintainya, sejak ia turun dari mobil Ayu tidak melihatnya dan masih fokus menatap layar ponselnya.
"Ehem!" Deheman Arya langsung segera mengalihkan pandangan mata Ayu, tertuju padanya.
Ayu refleks berdiri dari duduknya. "Eh Om. Sudah datang? Kapan datangnya?" tanya Ayu.
"Baru saja. Kamu sudah menunggu lama ya di sini?" tanya Arya sedikit gerogi namun ia dengan lincah menahannya agar tidak ketahuan.
"Lumayan, Om." Ayu juga tak kalah sama, dia juga menahan gejolak jantungnya yang tidak bisa di ajak kompromi.
"Sebentar, ya. Aku ambil kunci mobilku dulu di dalam," pamit Arya lembut.
Ayu tersenyum memperlihatkan gigi putihnya. "Oke, Om."
Arya segera berlalu pergi ke dalam rumahnya, ia mengingat kembali bahwa dirinya sejak awal sudah tidak membawa kunci mobil. Dia bahkan sedikit menyalahkan Azka karena semuanya terjadi karena Azka.
Ayu dibuat pangling oleh penampilan Arya barusan, dadanya bergemuruh hebat melihat bibir seksi Arya yang sedang bicara padanya tadi.
"Aduh Om. Bikin gerogi saja." Ayu menaruh tangan pada dada sebelah kirinya dengan pelan, menetralkan jantungnya yang masih berirama.
Bersambung ❣
Oh iya. kalau kalian mau kalian bisa berteman denganku lewat FB ya.
__ADS_1
Nama akun FB : Irwti Asnn (panda)