Gadis Manis Milik Mafia

Gadis Manis Milik Mafia
BAB 11


__ADS_3

Seorang pria memakai hoodie tengah mengendap endap, ia memantau mansion megah kediaman keluarga Fernandez dari balik semak yang lumayan jauh dari sana. Ia mengawasi menggunakan teropong. Dengan segala kepercayaan diri yang menempel padanya, ia menyunggingkan senyum misterius nya.


Kemudian, ia menekan sesuatu pada telinganya.


"Target ditemukan" Lapor pria itu.


"Lakukan apa yang aku perintahkan!. "


"Baik "


Lalu pria itu menghampiri Aisha, kebetulan sekali anak itu berada diluar mansion. Ia tengah membeli bakso pada tukang bakso yang kebetulan lewat di depan rumahnya. Pastinya ada dua orang pengawal yang siaga dibelakangnya.


Sial!. Masih saja ada penjaga, padahal kan hanya diluar mansion. Gerutu pria itu dalam hati.


Ia lalu mengeluarkan pistol kedap suara dari saku hoodie nya. Saat tukang bakso itu pergi, ia dengan segera menembak dua pengawal itu dengan peluru bius.


Aisha terkejut, " Han, Greg apa yang terjadi dengan kalian!! " Panik, tidak ada suara apapun lantas kenapa tiba - tiba dua bodyguard ini terkapar tak berdaya. Mereka juga tak mengucurkan darah setetes pun.


"Kak... hmphh... hmphh " Baru saja ingin berteriak memanggil kakak nya, namun pria berhoodie hitam lengkap dengan masker dan topi itu sudah terlebih dahulu membiusnya.


Aisha pun pingsan. Kemudian pria yang tak lain adalah anak buah Pither itu kembali menekan perangkat pintar pada telinga nya


"Aku sudah mendapat target " Tukasnya


"Good!. Bawa dia ke markas! "


Seusai memperoleh instruksi dari atasan nya, ia pun menggendong tubuh mungil anak itu mendekati mobil Jeep yang terparkir amat jauh dari sana. Tak ada yang mengetahui kejadian itu, mengingat di sekitar mansion itu adalah perumahan elit semua. Jadi, pasti kalian paham kan, biasanya rumah orang kaya itu sepi nan tentram.


Yudhi yang tengah mengadakan meeting penting dengan klien dari Amerika sengaja mengaktifkan mode silent pada ponselnya.


"Jadi, bagaimana Mr. Rey?. Anda menerima tawaran kerjasama yang saya ajukan? " Tanya pria tampan itu dengan gaya cool nya.


"Proposal yang anda ajukan sangat fantastis!.


Saya menerima kerjasama ini " Ucap pria bule itu, kebetulan ia mahir berbahasa Indonesia. Proposal yang disusun perusahaan ini memang luar biasa. Patut disanjung. Padahal bisnis ini masih segar alias baru dirintis Yudhi, namun ia tampak semacam pebisnis legenda.


"Terimakasih Mr. Rey, untuk kontrak nya akan diurus asisten saya " Melirik Jack yang duduk manis disampingnya. Jack mengulum senyum singkat.


"Baik, kalau begitu saya permisi dulu " Ia pamit undur diri. Bangkit dari duduknya dan keluar ruangan rapat.


"Silahkan "


Usai mengadakan pertemuan penting dengan salah satu pengusaha sukses asal Amerika itu, wajah Yudhi berseri seri. Seperti mendapat transfusi energi saja. Sebentar lagi perusahaan nya bisa disebut maju. Ia merintis karir sendiri, mandiri tanpa bantuan ayahnya. Jadi wajar saja jika dirinya segirang ini.


Tiba tiba ia teringat sesuatu.

__ADS_1


"Jack, mana ponselku? "


"Ini tuan muda.. " Jack menyodorkan benda pipih yang tadi nya ia amankan dalam saku jas nya.


Yudhi teringat jika ia akan mengabari ayahnya tentang keberhasilan membujuk Mr. Rey dari Amerika. Ia mengetikan sandi pada ponselnya yang tak lain adalah tanggal lahir Aisha, Yudhi begitu menyayanginya sampai sampai password ponsel harus berhubungan dengan anak kecil itu.


Ketika membuka beranda, ada notifikasi pesan yang masuk. Tepatnya nomor tak dikenal.


📨... : Maaf tuan saya RJ, mata mata Golden Eagle di Esponder. 3490.


RJ? Siapa dia?.


Oh ya, Yudhi baru ingat, RJ adalah kependekan dari Roman Johnson. Ia sengaja memakai nama itu agar tak ketahuan oleh Pither. Sedangkan 3490 adalah kode untuk mata - mata yang bekerja pada GE.


GE(Golden Eagle) disingkat aja biar mudah.


Ia melanjutkan membaca pesan rahasia itu. Yudhi terbelalak kaget saat mengetahui pesan selanjutnya.


📨 RJ: Saya baru mendengar bahwa Pither akan menculik adik perempuan anda. Ia berencana menculik nya saat jam istirahat tepat pukul 12 siang nanti. Saya mohon jagalah adik anda baik baik. 3490.


Sontak Yudhi menjatuhkan benda itu dari tangannya. Tungkainya lemas hingga ia terduduk di lantai. Roman mengirim pesan itu pukul 10, Aisha diculik pukul 12 siang, Sedangkan saat ini sudah pukul 14.00. Itu berarti ada dua kemungkinan. Yang pertama anak buah Pither tertangkap, atau adiknya yang disekap.


"Ada apa tuan muda? " Jack langsung berjongkok seraya memegang bahu tuan nya yang tampak masih membulatkan matanya.


"Jack telfon ayah! " Titah Yudhi di sela sela keterkejutan nya.


"Tidak aktif tuan, saya akan menelfon tuan Arjuna " Ia pun menekan nomor Arjuna pada ponsel nya.


"Hallo? " Bahkan suara Arjun terdengar panik dari seberang sana.


"Berikan padaku! " Yudhi menyerobot ponsel Jack dari tangan nya.


"Dimana Aisha! " Seru Yudhi dengan nada setengah tinggi.


"Maafkan kelalaian kami kak.. kami sedang mencarinya sekarang. "


"Bodoh! Cari dia sampai dapat, aku akan segera pulang " Ujar nya lalu menutup sambungan telfon.


"Ada apa sebenarnya tuan? " tanya Jack.


Yudhi menjambak rambut nya frustasi "Aisha diculik, kita harus menolongnya sekarang "


Tiba tiba ponsel Yudhi berbunyi, dilihatnya pada layar kaca itu bertuliskan inisial RJ. Karena tahu bahwa ini soal Aisha, ia pun bergegas mengangkat nya.


"3490. Tuan, Pither tidak menyekap nona Aisha di Italia. Mereka sengaja mengecoh anda tuan, sebenarnya Pither menyekap nona di Indonesia "

__ADS_1


"Dimana? "


"Saya akan mengirimkan lokasinya pada anda"


"Apakah Pither juga ada disana? "


"Iya tuan, Pither ada disana. Maaf tuan, saya harus menutup telefon nya. Ada orang yang datang "


"Baik terimakasih infonya " Sambungan terputus.


"Ayo, kita harus cepat Jack!. Aisha dalam bahaya " Jack mengangguk. Kedua pria itu bergegas keluar ruangan CEO, menuju lift dengan berlari terbirit birit. Para karyawan terheran heran karena melihat CEO nya berlari seperti dikejar setan seperti itu.


***


"Bagaimana, sudah siap semuanya? " Tanya Yudhi yang baru saja kembali dari kantor. Di belakang nya, berdiri Jack yang siap siaga.


"Sudah kak, ayo kita berangkat " Seru Bima.


"Kakak sudah tahu dimana lokasinya kan? " Sahut Dewa.


"Roman sudah mengirimnya, kita tinggal pergi kesana " Jawab Yudhi.


"Tunggu kak, bagaimana jika Roman berkhianat pada kita?. Bagaimana jika dia diperintah Pither untuk menjebak kita kak? " Nakul tampak risau. Pasalnya, selama sejarah mereka mengenal Pither, pria itu sangat licik. Ia bisa menciptakan seribu satu tipu daya hanya untuk mengalahkan lawan nya.


"Tidak mungkin!. Anak dan istri nya masih dibawah pengawasan kita " Imbuh Bima. Sesaat setelah ia mengetahui penculikan Aisha, ia bergegas memastikan keadaan istri dan anak Roman yang diawasi anak buah nya.


"Baiklah, ayo kita berangkat "


"Tunggu nak! " Johan yang baru saja tiba dari kantor nya pun berjalan cepat menuju kelima putra nya. Tak dapat didefinisikan bagaimana perasaan nya kali ini. Cemas, khawatir, panik semuanya bercampur menjadi satu kesatuan.


"Ayah ikut " Kata Johan.


"Baik ayah, Jack jangan lupa bawa cadangan peluru! " Seru Yudhi seraya menatap Jack yang berdiri siaga membawa pistol di tangan nya.


"Sudah saya sediakan tuan " Jawab Jack.


"Ayo kita berangkat!! " Ucap mereka serempak.


Bersambung...


Yang sudah mampir terimakasih yaa!!


Jangan lupa like, komen dan subscribe!


Upss😅!! Maksudnya like, komen, dan vote yaa.

__ADS_1


Rate juga 😀.


__ADS_2