Gadis Manis Milik Mafia

Gadis Manis Milik Mafia
BAB 7


__ADS_3

Deg! Semua orang membisu. Bingung apa yang dipilih sebagai jawaban yang tepat untuk anak seusia Aisha. Memang, sejak pembunuhan tragis yang menimpa Alina Fernandez, untuk menghibur hati kecil anak itu mereka sekeluarga kompak berbohong tentang kematian ibunya. Mereka selalu berkata bahwa Alina sedang dirawat di luar negeri oleh dokter Nathan, dokter terbaik di negara ini yang di kontrak sebagai dokter pribadi keluarga Fernandez. Namun realitanya, mendiang Alina sudah berpulang satu tahun yang lalu.


"Kapan kak? " Menggoyangkan tangan Yudhi dan lainnya bergantian.


Yudhi menghela nafasnya.


"Aisha, bukankah sudah kakak katakan. Ibu sedang dirawat di luar negeri oleh dokter Nathan, dan kita belum bisa menjenguknya " Tutur Yudhi lembut seraya mengelus kepala adiknya penuh sayang.


Dalam dadanya terasa sesak dan sakit hati yang tak terkira. Begitupun yang lainnya. Terkutuklah orang yang menghabisi wanita yang banyak berjasa bagi kehidupan mereka. Wanita yang dengan susah payah mengandung dan melahirkan enam anak manusia ke dunia ini dengan senang hati. Membesarkan dan mendidiknya menjadi karakter yang baik. Wanita yang rela tidak tidur saat malam hari demi menyanyikan lagu nina bobo untuk buah hatinya. Wanita yang masakannya selalu membuat anak anaknya makan dengan lahap.


"Tapi kapan kak? Apa kakak tahu, sudah lama ibu tidak mendongeng lagi untukku. Aku ingin mendengar dongeng putri kerajaan lagi kak" Tatapan kerinduan yang terpancar dari maniknya semakin menggores luka lama yang telah tercipta di setiap hati anggota keluarga ini.


"Nanti Sha, kita tunggu saja ya. Kakak janji akan mendongeng untukmu setiap malam." Suaranya melemah, Yudhi memalingkan wajah dan bangkit dari sofa. Tidak sanggup melihat sinar harapan dari bola mata adiknya, dimana harapan itu mustahil terkabul sampai kapanpun juga.


"Kak Yudhi kenapa kak? Aisha berbuat salah ya? " Menatap Bima dan Arjuna yang tampak menunduk.


Bima tersenyum hangat, lalu membelai pelan pipi anak itu " Kakak hanya kelelahan karena lembur semalam "


"Oh, begitu. Nanti kalau ibu sudah sembuh dan pulang kesini cepat beritahu Aisha ya kak" Tersenyum penuh harap.


"Iya Sha " Kata keempat lelaki itu serempak dengan nada melemah.


***


"Kak Arjun, kakak tahu tidak kenapa aku menyukai bunga teratai? " Tanya Aisha seraya menunjukan sekuntum bunga teratai biru yang sedang merekah. Bunga bunga teratai itu sengaja di tanam di kolam depan mansion karena Alina dulu sangat mengaguminya, dan sekarang anaknya pun juga.


__ADS_1


"Memangnya kenapa? " Sahut Arjun.


"Karena bunga teratai mengandung lima filosofi kehidupan " Ucapnya serius seraya menunjukan kelima jarinya pada Arjuna.


Arjun mengerutkan keningnya "Apa saja itu? "


"Pertama, sekalipun berada di lingkungan kotor seperti air berlumpur, teratai tetap bersih dan menunjukkan keindahannya.


Hal ini menggambarkan bahwa manusia sejatinya memang tetap membutuhkan satu sama lain, meski pada orang yang kurang baik sekalipun. Meski begitu, bukan berarti kita akan meniru keburukan orang itu kak "


"Kedua, hidupnya yang sangat singkat mengingatkan bahwa hidup kita di dunia hanya sesaat.


Bunganya memang elok, sayangnya teratai mekar dalam waktu yang sangat singkat.


Pada hakikatnya, manusia juga hidup di dunia dalam waktu yang singkat. Semakin kita memanfaatkan waktu hidup kita sebaik mungkin, maka waktu kita untuk hidup di dunia terasa semakin cepat dan singkat. Hanyalah kehidupan akhirat yang kekal abadi selamanya. "


"Apa kak Arjun tahu apa yang ketiga?. Meskipun berbeda dari yang tanaman lain karena tumbuh di air keruh yang berbau tidak sedap, tapi teratai menutupi perbedaannya dengan daun yang lebar dan bunga yang indah dipandang mata. Sehingga orang akan lebih fokus pada keindahannya, bukan lingkungan sekitarnya.


"Keempat, jika kita berbuat baik tanpa mengharap balasan maka akan mendapat imbalan yang lebih indah.


Apa kakak tahu, teratai suka menolong orang lain. Dia melindungi ikan dari terik matahari dan menyuguhkan daunnya untuk dihinggapi serangga. Karena perbuatan baik tanpa pamrih itu membuatnya memiliki bunga elok yang dikagumi oleh sekelompok manusia "


"Nah ini yang terakhir. Semakin banyak hinaan dan ocehan orang lain kepada kita, semakin banyak peluang kita untuk sukses.


Teratai juga mempunyai ciri khas yang membedakan dari bunga lainnya kak, yaitu semakin kotor lingkungan tempat bunga teratai hidup, maka semakin tinggi kualitas bunga yang tumbuh.


Secara tidak langsung, teratai mengajari kita untuk menjadikan hinaan dan respon negatif orang lain tentang kita sebagai motivasi untuk menggapai mimpi yang gemilang di masa mendatang "

__ADS_1


Aisha berucap senang seraya memetik sekuntum teratai lagi.


Sementara Arjuna?. Jangan ditanya lagi, dampak dari perkataan bijak nona kecil disampingnya ini sontak membuatnya tertegun dengan mata yang lebar. Ya Tuhan, adiknya ini bukan anak kecil, ia lebih mirip seorang filusuf atau mungkin ahli sastra. Yang benar saja!. Darimana bocah ini mendapat pemikiran sedalam itu?. Yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya sendiri.


"Kakak, kakak kenapa melotot begitu? " Ucapnya polos sambil menepuk nepuk pipi Arjuna.


Arjun masih terdiam dengan wajah pias.


"Da-darimana kau mendapat perkataan tadi Sha? " Ucapnya terbata bata. Masih terlalu terkejut hanya untuk sekedar bicara lancar. Sekarang, Arjuna turut menyadari bakat dalam diri Aisha. Jika sebelumnya hanya Yudhistira dan Johan yang sadar, mungkin sekarang semua orang akan tahu seiring dengan pertumbuhan gadis kecil ini.


"Ibu dulu pernah menasihatiku tentang itu sewaktu kami melihat bunga teratai di taman belakang. " Aisha berucap santai.


"Ibu? "


"Iya, ibu juga mengajariku untuk menjadikan alam sebagai contoh cara berperilaku yang baik. Mengambil sikap dan sifat yang baik. Ibu juga pernah berkata bahwa sebenarnya apa yang ada di sekitar kita menyiratkan pesan yang bermakna " Entah mengapa kata kata bijak selalu muncul dari bibir mungilnya.


"Kenapa kakak tidak pernah tahu? " Tanya Arjuna.


"Mana aku tahu. Mungkin saat itu kakak sedang pergi kencan dengan kak Julia " Ia mengangkat kedua bahunya.


Arjuna tersentak "Apa! Darimana kau tahu tentang Julia? "


Masalahnya adalah, Arjuna memiliki kekasih secara sembunyi - sembunyi. Johan melarangnya berpacaran sebelum lulus dari dunia perkuliahan.


"Emm " Menggedikan bahunya. "Saat itu aku memergoki kakak sedang telfon dengannya. Lalu kakak bilang begini 'Julia sayang sabarlah.. aku akan menemuimu sore ini di belakang lapangan sepak bola' " Ucap anak itu seraya menirukan gaya bicara Arjun saat kepergok bermesraan via panggilan suara dengan Julia, teman SMA nya.


"Yaampun! " Arjun mengusap wajahnya, rasa malu menyelimutinya. Bagaimana mungkin ia bisa bisanya kepergok oleh adiknya sendiri. Tapi ia sedikit bersyukur karena Aisha yang melihatnya. Jika ayahnya sampai tahu, maka habislah impiannya menjadi aktor terkenal.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf agak lebay.. 😂😂


__ADS_2